Harus Tahu, Inilah Cara Penularan Chlamydia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Harus Tahu, Inilah Cara Penularan Chlamydia

Halodoc, Jakarta - Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom. Penyakit ini umumnya diidap oleh wanita ketimbang pria. Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang apabila tidak segera diobati secara total.

Baca Juga: Hati-Hati, 4 Penyakit Seksual Menular Ini Lebih Sering Dialami Wanita

Kebanyakan pengidap chlamydia tidak merasakan gejala selama 1-3 minggu, sehingga mereka sering tidak sadar jika mengalaminya. Maka itu, yuk ketahui gejala umum dari chlamydia agar kamu lebih waspada. Berikut gejala umum dari chlamydia:

  • Sakit saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa dari Miss V, Mr P, atau dubur.
  • Nyeri dibagian bawah lambung.
  • Rasa panas dan gatal di area Miss V.
  • Sakit saat berhubungan intim.
  • Mengalami perdarahan diluar masa menstruasi.
  • Rasa sakit dan bengkak pada testis.
  • Demam.

Pada kasus chlamydia, pengidapnya dianjurkan untuk tidak berhubungan intim terlebih dahulu. Ini karena chlamydia mudah menyebar melalui hubungan intim. Pasangan seksual juga diharapkan untuk mendapat perawatan serupa agar rantai chlamydia terputus sepenuhnya.

Cara Penularan Chlamydia

Penularan chlamydia sering terjadi melalui hubungan intim. Namun, kebiasaan berbagi mainan seks yang tidak dicuci atau ditutupi dengan kondom setelah digunakan juga meningkatkan risiko penularan chlamydia. Selain itu, Miss V yang bersentuhan dengan Mr P tanpa ada penetrasi, orgasme, atau ejakulasi ternyata juga dapat menularkan chlamydia.

Cairan semen atau Miss V yang terinfeksi chlamydia dapat menular apabila masuk ke mata. Chlamydia juga dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya. Perlu diingat bahwa chlamydia tidak ditularkan melalui kontak biasa seperti berpelukan, berciuman, berbagi alat mandi, berbagi peralatan makan, kolam renang, atau kursi toilet.

Pengobatan Chlamydia

Pengobatan chlamydia umumnya menggunakan antibiotik jangka pendek. Pengobatannya perlu dilakukan sedini mungkin agar komplikasi serius dapat dihindari. Chlamydia yang tidak diobati dapat menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga bisa menimbulkan penyakit seperti radang panggul, radang testis, bahkan menyebabkan infertilitas.

Baca Juga: Hati-Hati, Bakteri Chlamydia Sebabkan 5 Komplikasi Ini

Chlamydia biasanya dapat diobati dengan mudah dengan antibiotik selama satu minggu. Antibiotik yang sering diresepkan adalah ofloxacin, doxycycline, erythromycin, azithromycin, dan amoxicillin. Pengidap tidak boleh berhubungan intim sampai pengidap dan pasangannya menyelesaikan perawatan. Jika telah menjalani perawatan satu hari, pengidap harus menghindari berhubungan intim selama seminggu setelahnya. Selain itu, pengidap chlamydia yang berumur di bawah 25 tahun dianjurkan untuk melakukan tes sekitar tiga bulan setelah perawatan. Ini karena orang dewasa berumur dibawah 25 berisiko lebih tinggi untuk tertular lagi.

Pencegahan Chlamydia

Orang yang sudah aktif secara seksual berisiko terkena chlamydia. Namun, orang yang paling berisiko adalah individu yang sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim. Maka itu, beberapa tips berikut dapat membantu mencegah penyebaran chlamydia:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks vaginal.
  • Hindari melakukan seks anal.
  • Menggunakan kondom untuk menutupi penis selama seks oral.
  • Menggunakan bendungan (sepotong plastik tipis, lembut atau lateks) untuk menutupi Miss V selama seks oral atau ketika menggosoknya.
  • Hindari berbagi mainan seks.
  • Jika berbagi mainan seks, cuci atau tutupi dengan kondom baru saat akan menggunakannya.

Baca Juga: Sudah Diobati, Bisakah Chlamydia Kambuh Kembali?

Itulah cara penularan chlamydia yang perlu diketahui. Kalau kamu mengalami gejala serupa di atas, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!