Harus Tahu, Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Daging Merah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
daging merah

Halodoc, Jakarta - Kini banyak orang yang mengurangi asupan daging merah dalam menu hariannya agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan. Padahal, daging ini punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, lho. Nah, agar tak salah kaprah, yuk kenalan dengan manfaat dan risiko dari mengonsumsi daging merah.

Kenali Manfaatnya

1. Kaya Vitamin

Selain ketiga zat dan mineral penting di atas, daging merah juga banyak mengandung vitamin. Sebut saja vitamin A, B, dan D yang sangat dibutuhkan tubuh. Yang perlu diingat, ketiganya tak hanya baik untuk kesehatan mata, gigi, dan tulang saja. Namun, juga mendukung kerja sistem saraf pusat sehingga kesehatan mental makin terjaga.

2. Sumber Zat Besi

Salah satu mineral yang punya peran penting dalam metabolisme tubuh adalah zat besi. Kata ahli, tubuh membutuhkan mineral ini untuk membentuk hemoglobin dalam sel darah merah, untuk mengedarkan oksigen dalam tubuh. Nah, zat besi ini sendiri banyak terkandung dalam daging ini.

Tak cuma zat besi saja, jenis daging ini juga kaya akan seng yang fungsinya membantu tubuh dalam pembentukan jaringan dan metabolisme. Selain itu, daging ini merah juga bisa memecah lemak dan bahan kimia dalam tubuh, karena zat selenium yang terkandung di dalamnya.

3. Sumber Protein

Zat yang satu ini perannya tak main-main bagi tubuh. Pasalnya, kekurangan protein bisa menimbulkan masalah mulai dari rambut rontok hingga gangguan fungsi otak dan mental. Untungnya, sumber zat protein mudah didapat, misalnya melalui konsumsi daging merah.

Kata ahli, zat ini bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh, produksi antibodi dalam sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Yang menarik, daging merah ini mengandung semua asam amino esensial. Oleh sebab itu daging ini berada di peringkat teratas sebagai sumber protein terbaik.

Cermati Risikonya

1. Kanker usus

Menurut para ahli, konsumsi zat besi yang tinggi bisa jadi alasan mengapa daging ini dapat meningkatkan risiko kanker usus. Selain itu, zat yang disebut heme di dalamnya (yang membuat daging berwarna merah) juga diduga bisa merusak lapisan usus besar. Kata ahli, zat ini akan mengganggu lapisan usus ketika daging diolah dengan cara dibakar, karena bisa menimbulkan senyawa penyebab kanker.

2. Meningkatkan Risiko Diabetes

Menurut penelitian, konsumsi daging ini yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe dua. Berdasarkan studi yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition, penelitian yang dilakukan selama dua dekade itu menunjukkan, sepersepuluh subjek penelitian mulai mengidap diabetes tipe dua, karena kebiasaan mengonsumsi daging ini selama beberapa tahun.

3. Penyakit Jantung

Proses daging ini bisa meningkatkan risiko jantung cukup kompleks. Kata ahli seperti dimuat dalam jurnal Nature Medicine, daging ini  mengandung senyawa karnitin yang akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Proses penghancuran ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi dan penumpukan lemak di pembuluh darah. Nah, kedua hal inilah yang bisa meningkatkan risiko penyakit

4. Endometriosis

Bagi wanita yang doyan mengonsumsi jenis daging ini, rasanya perlu berhati-hati. Sebab menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Fred Hutchinson Cancer Research Center, AS, konsumsi daging merah dua kali sehari bisa meningkatkan risiko mengalami gejala endometriosis sebesar 56 persen, dibandingkan dengan mereka yang sedikit mengonsumsinya.

Endometriosis sendiri merupakan penyakit pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini berupa jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Kata ahli, gejala yang paling sering terjadi adalah rasa sakit yang luar biasa pada saat menstruasi.

Ingat, konsumsi daging ini secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, lho. Sebaliknya, mengasup daging merah dengan porsi yang tepat amat bermanfaat bagi tubuh. Pasalnya, banyak gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Kamu bisa lho bertanya pada dokter mengenai hal di atas melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga