• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Asma Dapat Memperburuk Gejala COVID-19

Hati-Hati, Asma Dapat Memperburuk Gejala COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Asma Dapat Memperburuk Gejala COVID-19

Pengidap asma perlu lebih berhati-hati terhadap COVID-19. Pasalnya, bila sampai terinfeksi virus corona, pengidap berisiko mengalami gejala yang parah. Selain itu, asma juga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami komplikasi dari COVID-19.

Halodoc, Jakarta – COVID-19 adalah penyakit yang paling diwaspadai semua orang saat ini, terutama oleh mereka yang mengidap asma. Hal itu karena asma diketahui sebagai salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan COVID-19 yang parah.

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sangat menular. Penyakit ini paling utama menyerang sistem pernapasan, sehingga orang dengan asma sedang hingga berat yang terkena COVID-19 mungkin berisiko lebih tinggi mengalami gejala yang parah. Oleh karena itu, pengidap penyakit pernapasan tersebut perlu ekstra hati-hati terhadap COVID-19 dengan cara melakukan tindakan pencegahan yang konsisten dan mengendalikan asma.

Baca juga: 5 Komorbid yang Perlu Diwaspadai di Masa Pandemi

Dampak COVID-19 Pada Pengidap Asma

Asma adalah kondisi paru-paru kronis yang memengaruhi saluran udara dan menyebabkan peradangan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kejang dan penyempitan saluran udara yang mengakibatkan mengi, sesak napas, dan batuk.

Umumnya, ketika seseorang tertular virus pernapasan, infeksi tersebut akan memicu respons imun tubuh. Namun, pada pengidap asma, hal itu bisa menyebabkan produksi zat yang berlebihan yang hanya akan memperburuk peradangan. Sedikit berbeda pada kasus COVID-19, infeksi virus bisa menyebabkan proses peradangan di dalam jaringan paru-paru, daripada peradangan bronkial yang terjadi pada asma.

Bagi pengidap asma, infeksi virus pernapasan, seperti COVID-19 bisa memicu dan memperburuk gejala asma. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit tersebut juga bisa menyebabkan pneumonia pada orang dengan asma sedang hingga berat. Namun, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pengidap asma lebih berisiko tertular COVID-19 daripada orang lain.

Penting bagi pengidap asma untuk lebih mewaspadai COVID-19. Pasalnya, CDC juga mengungkapkan bahwa pengidap penyakit pernapasan tersebut berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi dari COVID-19, daripada mereka yang mengidap infeksi pernapasan lainnya, seperti flu. Itulah mengapa orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan, seperti asma, dianjurkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 secepat mungkin.

Bahaya Bila Pengidap Asma Terpapar COVID-19

Asma mungkin bukan faktor risiko yang kuat untuk tertular COVID-19. Namun, asma yang tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius saat mereka tertular COVID-19.

CDC berpendapat bahwa orang dengan asma sedang hingga berat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala parah akibat COVID-19. Hal itu karena virus corona memengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Sementara pengidap asma sudah memiliki masalah dalam pernapasan akibat kondisinya tersebut. Infeksi virus ini juga bisa memicu serangan asma, atau menyebabkan pneumonia atau penyakit pernapasan akut lainnya.

Oleh karena itu, pengidap asma dianjurkan untuk tetap mengonsumsi obat asma secara rutin selama pandemi. Menjaga agar gejala asma tetap terkendali merupakan salah satu metode terbaik yang bisa dilakukan pengidap untuk melindungi diri dari bahaya COVID-19.

Baca juga: Inhaler Asma Bisa Bantu Pengidap COVID-19 Sembuh Lebih Cepat, Benarkah?

Gejala yang Perlu Diwaspadai

COVID-19 bisa menyebar dengan mudah dari orang ke orang melalui kontak dengan percikan liur yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi mungkin juga bisa menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul. Sementara beberapa pengidap COVID-19 lainnya mungkin tetap tidak menunjukkan gejala, tetapi masih menularkan virus.

Menurut CDC, gejala COVID-19 bisa muncul 2-14 hari setelah terpapar virus. Gejalanya yang umum, antara lain:

  • Demam;
  • Sesak napas;
  • Batuk;
  • Nyeri otot;
  • Sakit tenggorokan;
  • Sakit kepalal
  • Meriang;
  • Kehilangan kemampuan mencium bau atau merasa.

Namun, orang yang mengidap asma harus mewaspadai gejala tambahan berikut:

  • Meningkatnya mengi atau sesak dada;
  • Sesak napas;
  • Batuk pada malam hari atau pagi hari;
  • Lebih sering menggunakan inhaler untuk mengatasi sesak napas.

Baca juga: Perbedaan Sesak Napas pada Pengidap Asma dan COVID-19

Bila kamu yang mengidap asma dan mengalami gejala-gejala COVID-19 di atas, sebaiknya lakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus. Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk menanyakan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah gejala parah dari penyakit tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan kamu selama pandemi.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Asthma and COVID-19: What to know
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. People with Moderate to Severe Asthma.