Hati-Hati, Batuk Rejan Bisa Timbulkan 2 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Batuk Rejan Bisa Timbulkan 2 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta – Batuk rejan atau dikenal dengan pertussis adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena infeksi bakteri Bordetella pertussis yang menyebabkan pengidapnya mengalami batuk tak terkendali dan keras. Penyakit ini menular dan lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Bakteri ini menempel pada silia yang melapisi bagian atas sistem pernapasan dengan cara melepaskan racun yang bisa merusak silia dan menyebabkan saluran pernapasan mengalami pembengkakan. Gangguan kesehatan ini bisa diatasi dengan vaksin, tetapi belum ada vaksin yang 100 persen efektif mengatasinya.

Anak-anak yang berusia enam bulan dan lebih muda lebih berisiko terserang batuk rejan. Setidaknya, dibutuhkan tiga kali suntikan vaksin untuk bisa sepenuhnya kebal terhadap penyakit ini. Namun, pemberian vaksin ketika masih berusia anak-anak akan menjadikan dampak perlindungannya menghilang ketika mereka tumbuh dewasa, mengakibatkan terjadinya peningkatan risiko kembali.

Komplikasi Batuk Rejan

Faktanya, penularan batuk rejan cukup serius dan memerlukan penanganan sesegera mungkin. Jika tidak, pengidap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi lanjutan, seperti berikut ini.

Baca juga: Batuk Rejan Bisa Tingkatkan Risiko Epilepsi pada Anak

  • Bayi dan Anak-Anak

Komplikasi batuk rejan pada bayi dan anak-anak terbilang serius, bahkan dapat menyebabkan kematian, terutama untuk bayi atau anak yang belum imunisasi vaksin pertussis yang direkomendasikan oleh dokter.

Setidaknya, separuh dari bayi berusia di bawah 1 tahun yang mengidap batuk rejan perlu dirawat intensif di rumah sakit. Semakin muda usia bayi, semakin besar kemungkinan adanya bantuan medis dari rumah sakit untuk mengatasi gangguan kesehatan ini.

Komplikasi lanjutan dari batuk rejan yang tidak segera mendapatkan penanganan adalah infeksi paru-paru atau pneumonia, kejang-kejang yang tidak terkendali, napas melambat atau apnea, ensefalopati, hingga kematian.

  • Remaja dan Dewasa

Remaja dan orang dewasa bisa mendapatkan komplikasi batuk rejan. Sayangnya, penanganan kurang diperhatikan untuk golongan ini, terlebih pada orang yang telah mendapatkan vaksin pertussis sepenuhnya.

Baca juga: Batuk Rejan Bisa Sebabkan Sesak Napas?

Namun, batuk rejan pada remaja dan dewasa juga tidak boleh disepelekan. Jika dibiarkan, batuk ini bisa menyebabkan terjadinya pecah pembuluh darah di mata atau patah tulang rusuk ketika kamu batuk dengan keras. Meski begitu, penanganan medis tidak terlalu berperan banyak untuk remaja dan dewasa yang mengalami batuk rejan.

Komplikasi yang sering terjadi pada batuk rejan untuk golongan remaja dan dewasa seperti gangguan paru-paru atau pneumonia, penurunan berat badan pada orang dewasa hilangnya kontrol pada kantung kemih, pingsan, hingga patah tulang rusuk ketika batuk.

Mencegah Batuk Rejan

Cara terbaik untuk mencegah batuk rejan adalah mendapatkan vaksin, baik untuk bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Tidak hanya itu, jauhkan bayi atau anak dari orang lain yang memiliki risiko tinggi untuk komplikasi pertussis dari orang yang terinfeksi.

Di Amerika, vaksin batuk rejan yang direkomendasikan untuk bayi dan anak adalah DTaP, yang membantu melindungi terhadap difteri, tetanus, dan pertussis. Meski begitu, perlindungan vaksin untuk penyakit ini memudar seiring waktu.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Batuk Rejan Kambuh

Seperti jenis penyakit pernapasan lainnya, pertussis menyebar dengan batuk dan bersin serta kontak langsung dengan pengidap, sehingga penyebaran bakteri sangat mudah terjadi. Oleh karena itu, pastikan tubuh telah sepenuhnya bersih, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dengan cara menutup hidung atau mulut ketika batuk atau bersin, dan rajin mencuci tangan.

Itu tadi komplikasi batuk rejan yang bisa terjadi jika gangguan kesehatan ini tidak segera mendapatkan penanganan. Kamu bisa bertanya pada dokter bagaimana pengobatannya melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang!