• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Hipertensi

Hati-Hati, Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Gagal Ginjal Bisa Sebabkan Hipertensi

Halodoc, Jakarta – Hipertensi ginjal, atau disebut hipertensi renovaskular, adalah peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh gagal ginjal. Kondisi ini bisa dikontrol dengan obat tekanan darah. Beberapa pengidap hipertensi ginjal juga bisa dikelola dengan angioplasti, stenting, atau pembedahan pada pembuluh darah ginjal.

Hipertensi ginjal disebabkan oleh penyempitan di arteri yang mengantarkan darah ke ginjal. Satu atau kedua arteri ginjal mungkin menyempit. Hal ini merupakan kondisi yang disebut stenosis arteri ginjal. Ketika ginjal menerima aliran darah rendah, mereka bertindak seolah-olah aliran rendah disebabkan dehidrasi.

Jadi, ginjal merespon dengan melepaskan hormon yang merangsang tubuh untuk menahan natrium dan air. Pembuluh darah terisi dengan cairan tambahan, dan tekanan darah naik.

Baca juga: 6 Cara Ampuh Mengontrol Tekanan Darah

Bagaimana Gagal Ginjal Menyebabkan Hipertensi?

Gagal ginjal berdampak langsung pada tekanan darah karena kerusakan yang ditimbulkannya pada ginjal. Gagal ginjal, jika tidak diobati dalam waktu lama, perlahan-lahan mulai merusak arteri yang mengelilingi ginjal. Kerusakan pada arteri menyebabkan arteri menyempit. Ketika arteri menyempit, ginjal tidak bisa menerima cukup darah. 

Dalam upaya untuk melawan kekurangan aliran darah, ginjal bereaksi, tapi sayangnya bereaksi dengan cara yang salah. Ginjal mengira bahwa kekurangan darah disebabkan oleh dehidrasi. Untuk memperbaiki masalah dan mendapatkan aliran darah yang tepat kembali, ginjal melepaskan sejenis hormon yang mendorong tubuh untuk menahan air dan natrium. 

Menahan air dan natrium membantu jika ginjal mengalami dehidrasi, tapi sebenarnya tidak. Air dan natrium yang tertahan sebenarnya menyebabkan tekanan darah meningkat, yang bisa menyebabkan lebih banyak masalah lagi. 

Hipertensi sulit untuk dikenali karena pada dasarnya tidak memiliki gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi dengan menggunakan alat pemantau untuk mengetahui angka tekanan darah yang lebih rinci.

Meskipun hipertensi hampir tidak memiliki gejala, ada beberapa gejala umum yang mungkin berkaitan, yaitu:

Baca juga: 5 Olahraga yang Dapat Membantu Pengobatan Darah Tinggi

Penanganan Hipertensi yang Disebabkan Gagal Ginjal

Perawatan untuk hipertensi ginjal sama dengan perawatan hipertensi yang disebabkan oleh hal lain. Penanganan pertama yang dilakukan adalah pengobatan. Obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter yaitu ACE inhibitor dan ARB (angiotensin II receptor blockers).

Terkadang pengidap mungkin perlu minum lebih dari satu obat hipertensi untuk mengobati tekanan darah tinggi. Kamu perlu berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk membantu menemukan kombinasi obat yang bisa menurunkan tekanan darah dengan aman. 

Pada beberapa situasi, penggunaan obat belum tentu bisa membantu. Ketika obat tidak bisa bekerja dengan baik, dokter akan merekomendasikan angioplasti, prosedur stent, atau operasi untuk memotong ginjal yang rusak. Pembedahan memberikan hasil terbaik, sedangkan stenting dan angioplasti bisa memberikan hasil yang baik, hanya saja mungkin tidak bertahan lama. 

Jika kamu menderita hipertensi yang disebabkan oleh gagal ginjal, sebaiknya buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Tim dokter di rumah sakit bisa mengevaluasi kasus yang kamu alami dan menentukan pengobatan yang terbaik. 

Baca juga: 5 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Perlu Diketahui

Jika hipertensi ginjal tidak diobati, maka kemungkinan pengidap mengalami gagal ginjal stadium akhir (ginjal tidak akan berfungsi lagi). Waktu kelangsungan hidup rata-rata seseorang dengan gagal ginjal stadium akhir adalah sekitar dua tahun. 

Itulah pentingnya menjalani pengobatan dan lakukan yang terbaik untuk menjaga tekanan darah tetap rendah. Jaga kesehatan tubuh dengan makan yang benar, berolahraga, dan berhenti merokok. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Renal Hypertension
WebMD. Diakses pada 2021. High Blood Pressure and Kidney Disease
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Renal Hypertension?