26 March 2019

Hati-Hati, Infeksi Hepatitis B dan C Bisa Sebabkan Vaskulitis

Hati-Hati, Infeksi Hepatitis B dan C Bisa Sebabkan Vaskulitis

Halodoc, Jakarta – Vaskulitis adalah kondisi radang pada pembuluh darah yang dapat memberikan pengaruh pada bagian tubuh yang berbeda dampak dan gejalanya akan tergantung pada bagian mana yang terpengaruh.

Vaskulitis juga disebut angiitis dan arteritis. Ini menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah yang mungkin, termasuk jaringan parut, melemah, menyempit, dan menebal. Vaskulitis bisa bersifat akut dan jangka pendek atau kronis dan jangka panjang.

Dalam beberapa kasus, organ-organ dalam tubuh mungkin terpengaruh, terutama jika mereka tidak menerima cukup nutrisi dan darah kaya oksigen yang mengakibatkan kerusakan organ dan kadang-kadang kematian.

Baca juga: Inilah Alasan Hepatitis B dan C Berbahaya

Tanda dan gejala vaskulitis bervariasi tergantung pada pembuluh darah yang terpengaruh dan organ mana yang rusak jika ada. Sebagian besar kasus vaskulitis, termasuk gejala demam, kelelahan, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, nyeri sendi, nyeri otot, mati rasa dan kelemahan.

Vaskulitis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang pembuluh darahnya. Beberapa pemicu yang diketahui adalah infeksi, jenis kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan reaksi alergi.

Biasanya, ketika pembuluh darah dipengaruhi oleh vaskulitis, mereka menjadi meradang. Ini menyebabkan:

  1. Dinding pembuluh darah menebal

  2. Pembuluh darah menyempit

  3. Aliran darah menjadi berkurang

Lebih sedikit aliran darah berarti lebih sedikit oksigen dan nutrisi yang masuk ke organ dan jaringan tubuh. Akibatnya, pembuluh darah yang terkena lebih rentan terhadap pembekuan darah sebagian karena lebih sempit. Jika pembuluh darah melemah, aneurisma, atau tonjolan, dapat terbentuk.

Hepatitis B dan C Bisa Sebabkan Vaskulitis

Infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C yang dapat memicu reaksi kekebalan tubuh dapat menyebabkan vaskulitis. Virus hepatitis B bertanggung jawab untuk menyebabkan komplikasi hati, seperti hepatitis akut dan kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler bersama dengan beberapa manifestasi ekstrahepatik yang dimediasi oleh imun yang tidak biasa.

Dan Vaskulitis tetap menjadi komplikasi luar biasa dari infeksi virus hepatitis B maupun hepatitis C. Manifestasi klinis infeksi virus hepatitis B dan tergantung pada usia pasien, status kekebalan pada saat infeksi, dan tahap di mana penyakit dikenali.

Baca juga: Fakta Tentang Penyakit Hepatitis

Infeksi virus persisten yang paling umum pada manusia adalah infeksi hepatitis B kronis. Hampir 360 juta orang di dunia saat ini diperkirakan terus terinfeksi dan 600.000 meninggal setiap tahun akibat penyakit hati terkait hepatitis B.

Infeksi hepatitis B akut atau kronis diketahui menyebabkan berbagai manifestasi ekstrahepatik. Ini dianggap sebagai mediasi kompleks imun yang pada gilirannya menyebabkan agregasi trombosit dan aktivasi faktor Hageman, sehingga memulai reaksi inflamasi dan pembentukan mikrotrombi

Kondisi ini terutama terjadi pada arteri kecil, glomeruli ginjal, dan sinovial sendi yang pada akhirnya bermanifestasi secara klinis sebagai vaskulitis, nefritis, dan artritis. Vaskulitis merupakan manifestasi infeksi hepatitis B aku yang paling serius, namun tidak umum.

Baca juga: 5 Pemicu Penyakit Vaskulitis yang Perlu Kamu Perhatikan

Infeksi hepatitis C sendiri juga dapat mengikat dan menyerang limfosit, akibatnya memicu respons kekebalan melalui mekanisme yang berbeda. Dalam hal ini, infeksi virus tertentu memiliki hubungan terhadap perkembangan penyakit radang pembuluh darah. Ini termasuk hepatitis B dan C.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak infeksi hepatitis B dan C, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.