Hati-Hati, Inilah 3 Komplikasi dari Postpartum Depression

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hati-hati-ini-3-komplikasi-dari-pospartum-depression-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kelahiran sang buah hati tentunya menjadi momen yang membahagiakan bagi para ibu. Namun, ada beberapa ibu yang justru mengalami depresi pasca melahirkan. Kondisi ini dinamakan Postpartum Depression (PPD). Ibu yang terserang PPD akan merasa sangat sedih, tidak bersemangat hingga mengabaikan hal-hal di sekitarnya. Jangankan mengurus Si Kecil, mengurus diri sendiri saja mungkin juga tidak mampu ia lakukan. Karena itulah, postpartum depression perlu segera ditangani. Postpartum depression yang tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Yuk, ketahui komplikasi postpartum depression di sini.

Postpartum depression atau depresi pasca melahirkan adalah kondisi ketika seorang ibu merasa sedih, bersalah dan bentuk umum depresi lainnya dalam jangka waktu yang lama setelah melahirkan. Perasaan depresi ini bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan dimulai dari tahun pertama setelah melahirkan. PPD bukanlah kelemahan atau kekurangan dari sang ibu, melainkan merupakan komplikasi dari proses persalinan.

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Postpartum Depression dan Baby Blues

Penyebab Postpartum Depression

Penyebab seorang wanita bisa mengalami Postpartum Depression adalah karena adanya perubahan hormon yang terjadi setelah melahirkan yang memengaruhi suasana hati. Ibu yang sudah mengalami depresi pada masa kehamilan berisiko lebih besar mengalami PPD. Kewalahan mengurus Si Kecil juga bisa membuat ibu kelelahan dan kurang, sehingga masalah sekecil apa pun berpotensi memicu rasa stres dan berujung pada PPD. Contohnya, bila sang ibu kesulitan memberikan ASI. Selain itu, beberapa masalah berikut juga bisa menjadi pemicu postpartum depression:

  • Bayi membutuhkan perhatian khusus, misalnya karena mengidap penyakit tertentu.

  • Ibu pernah mengalami depresi atau PPD.

  • Stres akibat kesulitan keuangan atau ada masalah dengan pasangan.

  • Tidak mendapatkan bantuan atau dukungan dari keluarga.

Baca juga: Ibu Muda, Ini 4 Tips Urus Anak Tanpa Kelelahan

Gejala Postpartum Depression yang Mesti Diwaspadai

Berbeda dari kondisi baby blues yang biasanya hanya terjadi selama 1–2 minggu setelah melahirkan, postpartum depression biasanya lebih parah dan berlangsung lebih lama. Jadi, hati-hati bila ibu mengalami depresi hingga lebih dari 14 hari. Sebab, kondisi ini bisa memberi dampak signifikan pada sang ibu, bayi dan keluarga. Berikut ini sejumlah gejala PPD yang perlu diwaspadai:

  • Terus menerus sedih atau murung;

  • Sering menangis tanpa sebab;

  • Sering lesu, lemas, dan kelelahan; 

  • Mengalami gangguan tidur, sehingga cenderung mengantuk pada siang hari;

  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan;

  • Tidak tertarik pada hal-hal di sekitarnya;

  • Nafsu makan menurun atau meningkat;

  • Selalu bicara negatif;

  • Uring-uringan atau cepat emosi; dan

  • Cenderung mengabaikan perawatan diri sendiri, misalnya tidak mandi atau ganti baju.

Keluarga atau orang-orang terdekat sebaiknya waspada bila sang ibu mengalami gejala-gejala seperti di atas. Bujuklah ia untuk membicarakan perasaannya dengan pasangan, keluarga,catau teman. Bila perlu, ajaklah sang ibu untuk ke dokter agar bisa ditangani secepatnya. Terutama bila depresi tidak kunjung membaik, malah semakin parah hingga menghambat pengidap melakukan kegiatan sehari-hari, tidak merawat bayinya dengan baik atau mencoba untuk menyakiti sang bayi.

Komplikasi Postpartum Depression yang Bisa Terjadi

Postpartum depression tidak boleh dibiarkan saja, karena berpotensi mengganggu hubungan antara ibu dengan anak, dan menyebabkan berbagai permasalahan dalam keluarga.

  1. Bagi Ibu. Depresi pasca melahirkan bisa meningkatkan risiko ibu mengalami gangguan depresi kronik dan episode depresi mayor lainnya.

  2. Bagi Ayah. Ibu yang mengalami depresi postpartum juga bisa menyebabkan ayah mengalami depresi.

  3. Bagi Si Kecil. Anak dengan ibu yang mengalami depresi postpartum kemungkinan akan memiliki gangguan emosi dan perilaku, seperti gangguan makan dan tidur, mudah menangis, dan terlambat berbicara.

Baca juga: Tanda Ayah Juga Alami Postpartum Depression

Bila pasangan mengalami postpartum depression, coba bicarakan dan minta bantuan dari psikolog Halodoc saja. Kamu bisa menghubungi psikolog dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Postpartum Depression: Symptoms, Causes, Risks, Types, Tests.
Halodoc. Diakses pada 2019. Depresi Pospartum.