• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Ini 6 Dampak Fatal dari Keracunan Alkohol
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Ini 6 Dampak Fatal dari Keracunan Alkohol

Hati-Hati, Ini 6 Dampak Fatal dari Keracunan Alkohol

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 25 Januari 2023

“Seseorang yang mengonsumsi minuman keras dalam jumlah banyak rentan mengalami keracunan alkohol. Saat terjadi, ada beberapa dampak fatal yang bisa dialami dan yang paling parah adalah kematian.”

Hati-Hati, Ini 6 Dampak Fatal dari Keracunan AlkoholHati-Hati, Ini 6 Dampak Fatal dari Keracunan Alkohol

Halodoc, Jakarta – Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan banyak dampak buruk, salah satunya adalah keracunan. Ada banyak bagian tubuh yang terpengaruh akibat kondisi ini, sehingga rentan menimbulkan beberapa dampak yang buruk bahkan kematian. Oleh karena itu, kamu perlu tahu berbagai dampak fatalnya di sini!

Berbagai Dampak Buruk dari Keracunan Alkohol

Seseorang yang mengalami keracunan bisa disebabkan oleh semua jenis alkohol, termasuk bir, wine, atau minuman keras lainnya.

Saat perut mencerna dan menyerap alkohol, zat tersebut memasuki darah dan kadarnya terus meningkat. Saat kadar alkohol terlalu banyak, tubuh kewalahan sehingga tidak dapat mengeluarkannya dengan cepat.

Alkohol berlebih yang masuk ke dalam aliran darah merupakan depresan, artinya mampu menurunkan fungsi normal tubuh.

Dengan begitu, ini bisa memengaruhi bagian otak yang mengontrol fungsi vital pada tubuh, seperti pernapasan, detak jantung, tekanan darah, hingga suhu tubuh.

Ada beberapa dampak fatal yang bisa terjadi saat keracunan alkohol terus dibiarkan, antara lain:

  • Tersedak: Konsumsi alkohol dapat menyebabkan muntah, sehingga terdapat risiko tersedak akibat muntahan, terlebih jika pingsan.
  • Berhenti bernapas: Dengan menghirup muntahan secara tidak sengaja ke dalam paru-paru dapat menyebabkan masalah pernapasan yang berbahaya atau bahkan menghentikannya.
  • Dehidrasi parah: Muntah dapat menyebabkan dehidrasi parah, sehingga menimbulkan tekanan darah sangat rendah dan detak jantung yang lebih cepat.
  • Kejang: Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan tingkat gula darah yang mampu menimbulkan kejang.
  • Hipotermia: Suhu tubuh yang bisa menurun sangat rendah dan akhirnya menyebabkan serangan jantung.
  • Kerusakan otak: Saat minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak bisa disembuhkan.

Gejala dari Keracunan Alkohol yang Perlu Diketahui

Agar kondisi yang fatal disebutkan sebelumnya bisa dicegah, perlu tahu berbagai gejala dari gangguan ini. Berikut beberapa gejala umumnya:

  • Kulit berwarna kebiruan, terutama di sekitar bibir dan kuku, bisa juga disertai perasaan dingin dan lembap.
  • Mengalami kebingungan, respon yang lambat, hingga tidak mampu berjalan.
  • Kesulitan untuk tetap sadar.
  • Mengalami denyut nadi, detak jantung, hingga pernapasan yang tidak teratur.
  • Mengalami masalah inkontinensia.

Ada dua cara untuk memeriksa kandungan alkohol di dalam darah seseorang, yaitu:

1. Breathalyzer

Saat mengonsumsi alkohol, zat tersebut mengalir melalui aliran darah ke paru-paru. Setelah itu menguap ke paru-paru dan menghembuskannya melalui napas.

Dengan meniup breathalyzer, alat ini dapat memperkirakan kadar alkohol yang terdeteksi dalam napas.

2. Tes darah

Penyedia layanan kesehatan akan mengambil sedikit darah dengan jarum. Hasil pemeriksaan bisa diterima dalam 6-12 jam setelah konsumsi terakhir dari alkohol yang dikonsumsi.

Saat kondisi keracunan alkohol dapat terdeteksi secara dini, tindakan penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Dengan begitu, berbagai dampak fatal yang bisa terjadi bisa dihindari. Namun alangkah lebih baiknya jika membatasi konsumsi alkohol agar tidak mengalami gangguan berbahaya ini.

Jika masih memiliki pertanyaan lainnya, fitur tanya dokter dan janji medis dari Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban dari ahlinya.

Dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa merasakan kemudahan dalam akses kesehatan tanpa batas. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Alcohol Poisoning.
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Alcohol poisoning.