• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

“Memelihara hewan peliharaan, seperti kucing, memang bisa mengurangi stres pada ibu hamil. Namun, kucing juga bisa menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami masalah kesehatan. Meskipun memelihara kucing dinilai aman untuk ibu hamil, bulu kucing bisa berbahaya untuk kesehatan ibu hamil karena bisa menyebabkan alergi dan asma. Pertimbangkan dengan matang bila ingin memelihara kucing saat hamil.

Halodoc, Jakarta - “Kamu kan lagi hamil, jangan dekat-dekat kucing. Bulunya bisa membahayakan kehamilan kamu, lho!” Buat kamu pencinta kucing dan sedang hamil, nasihat seperti itu mungkin sudah sering kamu dengar. 

Kucing memang merupakan hewan peliharaan yang sudah dikenal tidak baik untuk ibu hamil. Katanya, bulu kucing bisa membuat wanita menjadi mandul, terjangkit toksoplasma, bahkan keguguran. Namun, benarkah hal itu?

Baca juga: Terungkap! Alasan Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Hewan Peliharaan

Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

Meskipun dinilai sebagai hewan yang bersih, kucing bisa membawa parasit T. gondii yang merupakan penyebab dari toksoplasma. Meski begitu, pecinta kucing yang sedang hamil dan memelihara hewan ini di rumah tidak perlu khawatir yang berlebihan. Pasalnya, bahaya toksoplasma bukan berasal dari bulu kucing peliharaan, tapi dari mengonsumsi daging yang kurang matang atau mentah.

Lalu, bagaimana toksoplasma dapat menjangkiti kucing peliharaan? Kucing peliharaan tetap berisiko membawa parasit penyebab penyakit tersebut dari binatang lain yang termakan olehnya, serta konsumsi daging mentah yang terinfeksi. Cara untuk mencegahnya, pastikan untuk selalu memantau kondisi kesehatan hewan peliharaan.

Alih-alih menyebabkan toksoplasma, bulu kucing berbahaya untuk ibu hamil karena bisa meningkatkan risiko ibu mengalami alergi. Alergi hewan peliharaan adalah jenis alergi yang umum yang juga bisa dialami oleh ibu hamil. Ini adalah jenis alergi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap protein yang ditemukan dalam sel-sel kulit hewan, air liur dan urine.

Alergi hewan peliharaan paling sering dipicu oleh paparan serpihan kulit mati dari hewan peliharaan berbulu, seperti kucing atau anjing. Alergi biasanya tidak menimbulkan risiko yang serius pada ibu maupun bayi.

Namun, alergi bisa memicu terjadinya gejala asma atau memperburuk asma pada ibu hamil yang sudah mengidap masalah kesehatan tersebut sebelumnya. Reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis juga bisa berbahaya bagi ibu dan bayi. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Bahaya Bulu Kucing 

Amankah Memelihara Kucing saat sedang Hamil? 

Memelihara kucing sebenarnya dinilai aman untuk ibu hamil. Malahan hal itu bisa memberikan manfaat kepada ibu hamil, karena bisa mengurangi tingkat stres. Meski begitu, bagi ibu hamil yang punya alergi hewan peliharaan atau asma, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk memelihara hewan tersebut.

Bila ibu hamil tetap ingin memelihara kucing, berikut langkah-langkah yang bisa ibu lakukan untuk mencegah bahaya bulu kucing:

  • Kurangi frekuensi bermain dengan kucing peliharaan dan jauhkan ia dari kamar tidur ibu.
  • Mintalah seseorang yang tidak memiliki alergi untuk merawat dan memandikan kucing peliharaan secara teratur. Hal ini bisa membantu mengurangi jumlah alergen yang hewan tersebut keluarkan.
  • Cuci tempat tidur dan mainan kucing peliharaan secara teratur.
  • Bila kucing peliharaan kamu tinggal di kandang, bersihkan kandangnya secara teratur. Mintalah seseorang yang tidak memiliki alergi untuk melakukannya di luar rumah. Ganti alas kandang kucing yang sudah kotor dengan urin dan feses.
  • Bukalah jendela secara rutin untuk meningkatkan sirkulasi udara.
  • Rajin mencuci tangan. Lakukan setelah bermain dengan kucing, sebelum menyentuh area mulut, dan sebelum makan.

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Itulah penjelasan mengenai bahaya bulu kucing untuk ibu hamil. Bila ibu mengalami gejala yang mencurigakan selama kehamilan, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Ibu hamil bisa berobat ke dokter dengan mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc.

Caranya, tinggal buat janji saja di rumah sakit pilihan ibu lewat aplikasi dan ibu bisa menemui dokter tanpa perlu antre. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2021. Is It True That Pregnant Women should Avoid Cats?
Dermoscent. Diakses pada 2021. Cats and Pregnancy: What are the risks?
Asthma UK. Diakses pada 2021. Animals, pets and asthma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pet allergy