Hati-Hati, Leptospirosis Bisa Menyerang Hewan Peliharaan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hati-Hati, Leptospirosis Bisa Menyerang Hewan Peliharaan

Halodoc, Jakarta - Meski sudah selalu dirawat dan dijaga kebersihannya, hewan peliharaan tetap berpotensi terkena penyakit, lho. Terutama ketika ia dibawa jalan-jalan ke luar dan tertular infeksi dari hewan lain, atau dari tanah dan air yang terkontaminasi. Salah satu infeksi yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis. 

Penyakit leptospirosis terjadi karena bakteri leptospira, yang dapat menyebabkan infeksi pada hewan dan juga manusia. Leptospirosis umumnya menyebar melalui urine dari hewan yang telah terinfeksi, tetapi bisa juga mengontaminasi air maupun tanah. 

Baca Juga: Yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Leptospirosis

Jika air atau tanah yang terkontaminasi itu berkontak dengan mata, mulut, hidung, atau luka terbuka, infeksi akan terjadi. Tak hanya itu, menelan air yang terkontaminasi atau tergigit hewan yang terinfeksi juga dapat menyebabkan infeksi leptospirosis pada manusia. 

Hewan-hewan yang sering menularkan leptospirosis adalah babi, anjing, sapi, dan beberapa jenis tikus. Itulah sebabnya orang yang paling berisiko terinfeksi leptospirosis adalah mereka yang sering melakukan kontak dengan hewan-hewan tersebut. Begitu pula dengan orang-orang yang sering melakukan olahraga air dan sering berada di sungai atau danau. 

Ketika hewan terinfeksi leptospirosis, mereka akan menunjukkan berbagai gejala, seperti tidak mau makan, demam, diare, muntah, tubuh kaku, dan lemas. Jika hewan peliharan kamu mengalami gejala-gejala seperti itu, segera bawa ke dokter hewan, agar penularan penyakit ke hewan atau manusia di sekitarnya tidak semakin luas. 

Baca Juga: Ini Bahaya Leptospirosis Jika Terkena Manusia

Bagaimana Jika Leptospirosis Menginfeksi Manusia?

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa selain hewan, manusia juga bisa terinfeksi leptospirosis saat berkontak dengan tanah atau air yang telah terkontaminasi urine atau darah hewan yang terinfeksi. Bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh melalui membran mukosa atau lapisan lendir pada hidung, mulut, mata, kulit, atau luka terbuka. 

Ketika menginfeksi manusia, gejala leptospirosis yang dapat muncul dapat menyerupai gejala flu, seperti:

  • Sakit kepala.

  • Demam.

  • Nyeri otot.

  • Hilang nafsu makan.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Ruam kulit

Sementara itu, pada kasus yang parah, leptospirosis dapat menimbulkan gejala, berupa:

  • Nyeri dada.

  • Aritmia.

  • Jaundice.

  • Pembengkakan kaki dan tangan.

  • Sesak napas.

  • Batuk darah.

Jika sudah mengalami gejala-gejala leptospirosis parah itu, pengidap perlu segera mendapatkan penanganan. Sebab jika tidak segera diobati, akan ada komplikasi dan risiko kematian yang mengintai. Jadi, jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit. Agar lebih cepat dan mudah, kamu bisa langsung buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca Juga: Tikus di Musim Hujan Bisa Sebabkan Leptospirosis yang Berakibat Fatal

Cegah Leptospirosis dengan Cara Ini

Mengingat betapa seriusnya gejala yang bisa disebabkan leptospirosis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko penyakit ini, baik pada hewan maupun manusia. Cara-cara tersebut adalah:

  • Selalu cuci tangan setelah berkontak dengan hewan.

  • Jangan biarkan hewan peliharaan mengejar atau makan tikus liar yang mungkin berkeliaran di sekitar rumah. Tikus dan hewan pengerat lainnya bisa saja menjadi pembawa penyakit leptospirosis.

  • Meski tidak melindungi sepenuhnya, tetap berikan vaksin anti-leptospirosis pada hewan sebagai upaya pencegahan.

  • Saat hewan terlihat sakit, hindari bersentuhan dengan urine atau darahnya sebelum memeriksakannya ke dokter hewan. Kenakan sarung tangan saat akan membawa atau memindahkannya.

  • Setelah diperiksa, pastikan hewan mengonsumsi semua obat yang diberikan dokter hingga habis.

  • Gunakan produk pembersih antibakteri saat membersihkan permukaan benda atau lantai yang mungkin terinfeksi urine hewan yang terdiagnosis leptospirosis.

  • Hindari berkubang apalagi berenang dalam danau atau sungai yang kemungkinan terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi leptospirosis.

  • Kenakan alas kaki tertutup saat berjalan di atas tanah atau melintasi genangan air yang kamu tidak yakin kebersihannya.

  • Pakai perlengkapan pelindung saat menyentuh hewan, seperti sarung tangan saat bersentuhan atau mengolah hewan. Hal ini juga berlaku saat mengolah daging hewan. Segera bersihkan noda darah atau urine hewan yang mungkin melekat pada pakaian dan perlengkapan.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention, US Department of Health & Human Services. Diakses pada 2019. Leptospirosis 
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Leptospirosis (Weil's disease) 
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Leptospirosis?