• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Penyakit Kawasaki Bisa Picu Komplikasi Jantung

Hati-Hati, Penyakit Kawasaki Bisa Picu Komplikasi Jantung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit Kawasaki harus mendapat pengobatan yang tepat dan cepat. Hal itu penting dilakukan untuk menurukan risiko munculnya komplikasi berbahaya. Penyakit Kawasaki yang tidak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi jangka panjang berupa gangguan pada organ jantung. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyakit Kawasaki adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena ada peradangan pada tubuh. Secara umum, penyakit ini berkembang dan dibagi ke dalam 3 fase. Anak-anak di bawah usia 5 tahun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami penyakit Kawasaki. Pada awalnya, penyakit ini menyerang mulut, kulit, hingga kelenjar getah bening.

Baca juga: Penyakit Kawasaki, Bukan Demam Biasa

Gangguan Jantung Menjadi Komplikasi Penyakit Kawasaki

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit Kawasaki adalah demam hingga lebih dari 3 hari. Tidak hanya itu, peradangan juga menyebabkan Si Kecil mengalami gejala muncul ruam kulit berwarna merah hampir di seluruh bagian tubuh. Jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang cepat dan tepat, penyakit Kawasaki bisa menimbulkan komplikasi berupa gangguan pada organ jantung.

Pengobatan untuk penyakit ini perlu dilakukan sesegera mungkin, sehingga risiko komplikasi bisa diturunkan. Penyakit Kawasaki harus segera diobati, terutama saat gejala demam pada anak masih terus muncul. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mencegah kerusakan pada organ jantung sebagai komplikasi serta meredakan gejala yang muncul. 

Ada beberapa gangguan organ jantung yang bisa muncul sebagai komplikasi penyakit Kawasaki, mulai dari peradangan pembuluh darah jantung, gangguan irama jantung, peradangan pada otot jantung, serta masalah pada katup jantung. Peradangan yang terjadi pada pembuluh darah jantung bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih lemah.

Baca juga: 4 Cara Pengobatan Penyakit Kawasaki

Hal itu kemudian bisa menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang bisa menyumbat pembuluh darah jantung. Pada kondisi yang lebih parah, kondisi ini bisa memicu terjadinya serangan jantung pada pengidap penyakit Kawasaki. Salah satu metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah suntik gamma globulin (IVIG).

Gamma Globulin (IVIG) merupakan obat yang diberikan melalui suntikan. Obat ini berisi antibodi yang diberikan untuk membantu menurunkan risiko terjadinya gangguan organ jantung pada pengidap penyakit Kawasaki. Dokter akan memberikan suntikan obat ini untuk menurunkan risiko komplikasi. Biasanya, pemberian IVIG akan diulang jika keluhan atau gejala tidak kunjung mereda.

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit Kawasaki. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua, karena bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya, penyakit ini perlu segera didiagnosis sehingga bisa mendapat pengobatan yang tepat.

Diagnosis penyakit Kawasaki bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan gejala pada anak, dan diikuti dengan beberapa pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang bisa dilakukan untuk mendeteksi gejala dan mencari tahu apakah penyakit Kawasaki sudah menimbulkan komplikasi pada jantung atau belum. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan di antaranya pemeriksaan urine, tes darah, EKG jantung, serta Echo jantung.

Baca juga: Kawasaki, Penyakit Langka pada Anak yang Mirip DB

Jika gejala penyakit Kawasaki memburuk bahkan mulai ditandai dengan gejala penyakit jantung, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Kamu bisa mencari daftar rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Atur lokasi dan temukan rumah sakit sesuai kebutuhan. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Very Well. Diakses pada 2021. Cardiac Complications of Kawasaki Disease.
American Heart Association. Diakses pada 2021. Kawasaki Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Kawasaki Disease.