• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Pneumonia Bisa Sebabkan Abses Paru-Paru

Hati-Hati, Pneumonia Bisa Sebabkan Abses Paru-Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Pneumonia Bisa Sebabkan Abses Paru-Paru

Halodoc, Jakarta - Pneumonia atau dikenal juga dengan sebutan paru-paru basah, merupakan peradangan pada paru-paru yang terjadi karena infeksi, baik jamur, bakteri, maupun virus. Pada orang dewasa, gangguan pernapasan ini sering terjadi karena bakteri. Infeksi yang terjadi mengakibatkan peradangan pada alveoli atau kantung udara pada salah satu atau kedua paru-paru. 

Gangguan pernapasan ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang menyumbangkan angka kematian yang cukup tinggi pada anak di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, sekitar 15 persen kematian anak berusia 5 tahun ke bawah terjadi karena pneumonia. Pasalnya, penyakit ini juga bisa terjadi karena masalah paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis paru. 

Pneumonia Sebabkan Abses pada Paru-Paru

Sayangnya, pneumonia memiliki gejala yang serupa dengan penyakit flu. Tak heran jika gangguan kesehatan ini sering kali diabaikan dan tidak segera mendapatkan penanganan. Padahal, penyakit ini harus segera ditangani agar tidak memicu komplikasi yang lebih serius dan membahayakan, salah satunya adalah abses paru. 

Baca juga: Apakah Bronkitis Sama dengan Pneumonia?

Abses paru terjadi karena adanya penumpukan nanah pada bagian paru. Kondisi ini lebih mungkin terjadi jika kamu memiliki riwayat bakteremia, penyakit gusi, penyalahgunaan alkohol, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala yang mungkin muncul jika pneumonia berkembang menjadi abses paru adalah sebagai berikut:

  • Batuk dengan mengeluarkan nanah;
  • Demam tinggi;
  • Tidak merasakan lapar;
  • Keluar keringat pada malam hari;
  • Tubuh mudah lelah;
  • Mengalami penurunan berat badan secara mendadak. 

Baca juga: Ini Penjelasan Tentang Istilah Paru-Paru Basah

Segera periksakan kondisimu ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar lebih mudah membuat reservasi di rumah sakit terdekat, atau bertanya jawab dengan dokter spesialis. Abses paru biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik. Namun, pada beberapa kondisi, mungkin dilakukan pembedahan atau drainase guna mengeluarkan nanah dari paru. 

Komplikasi Pneumonia Lainnya

Selain abses paru, pneumonia yang tidak segera mendapatkan penanganan juga bisa memicu terjadinya beragam komplikasi, seperti:

  • Efusi Pleura

Adalah penumpukan cairan pada bagian pleura, yaitu ruang tipis yang berada di antara lapisan jaringan pada paru dan rongga dada. Apabila cairan ini terinfeksi, maka akan memicu terjadinya penumpukan nanah atau empiema. Gejalanya berupa nyeri dada yang luar biasa ketika bernapas, bersin maupun batuk, demam, dan nyeri yang menjalar, hingga ke bahu atau punggung. 

  • Bakteremia

Pneumonia yang terjadi karena bakteri juga bisa memasuki aliran darah dan menyebarkan infeksi ke organ lain. Kondisi yang disebut dengan bakteremia ini akan mengakibatkan gagal organ. Jangan diremehkan, karena bakteremia juga bisa memicu terjadinya syok septik, yaitu reaksi terhadap infeksi yang terjadi dalam darah yang bisa mengakibatkan rendahnya tekanan darah. Akibatnya, jantung tidak bisa memompa darah ke organ lain.

Baca juga: Bronkitis Vs Radang Paru-Paru, Mana yang Lebih Berbahaya?

  • Gagal Napas

Gagal napas terjadi ketika organ paru-paru tidak bisa mengirimkan oksigen dalam jumlah yang dibutuhkan atau membuang gas karbon dioksida dalam darah. Akibatnya, kamu perlu menggunakan bantuan ventilator karena kebutuhan oksigen yang tidak terpenuhi bisa membuat organ tidak bisa bekerja dengan baik. 

Pneumonia juga bisa menyebabkan gagal ginjal, gagal jantung, dan membuat penyakit kronis yang telah kamu idap menjadi lebih buruk. Jadi, segeralah lakukan pengobatan apabila kamu mengalami gejala, meski hanya gejala flu biasa. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. What are the Complications of Pneumonia?
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Pneumonia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pneumonia.