• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Rumah Berantakan Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Hati-Hati, Rumah Berantakan Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Rumah Berantakan Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Halodoc, Jakarta - Tumpukan kertas dan surat yang menutupi meja kerja, atau tumpukan pakaian di kursi kamar tidur, atau perlengkapan dapur yang kotor mungkin bisa diabaikan oleh seseorang. Namun, tidak bagi orang lain. Kondisi rumah yang berantakan nyatanya bisa memberikan dampak pada kesehatan mental seseorang. 

Mengutip tulisan dari Scary Mommy, Wendy Wisner menjelaskan bahwa membersihkan kekacauan di rumah nyatanya bisa menyebabkan kecemasan atau kepanikan. Hal ini bisa membawa perasaan seakan dunia adalah tempat yang kacau yang tidak dapat dikendalikan. Penelitian tampaknya mendukung hal ini juga. Sebuah studi kecil menemukan bahwa wanita yang mendeskripsikan rumah sebagai tempat yang berantakan nyatanya memiliki tingkat kortisol (hormon stres) yang tidak menunjukkan penurunan yang normal dan sehat sepanjang hari. Kondisi ini pun dikaitkan dengan stres kronis dan kondisi kesehatan negatif lainnya.

Baca juga: Rumah Nyaman Rahasia Mental Sehat 

Alasan Rumah Berantakan Bisa Picu Gangguan Kecemasan

Sebuah survei pada 2016 terhadap orang-orang dengan masalah ringan hingga parah dengan rumah yang berantakan menemukan bahwa ruang tamu mereka yang tidak teratur berdampak negatif pada persepsi mereka tentang rumah dan kepuasan akan kehidupan mereka secara keseluruhan.

Mengutip Huffpost, Cindy Glovin yang merupakan seorang psikoterapis menyebutkan bahwa sangat penting untuk disadari bahwa, jika berlebihan, kekacauan dapat menjadi penyebab dan akibat dari masalah kesehatan mental. Banyak kliennya dengan masalah kekacauan yang lebih parah telah didiagnosis dengan kondisi seperti depresi, gangguan defisit perhatian, atau gangguan obsesif-kompulsif.

Secara umum, lingkungan eksternal memang dapat memiliki pengaruh yang kuat terhadap perasaan secara internal dan perilaku. Namun, setiap orang bisa meresponsnya dengan berbeda. Ada orang yang mungkin terganggu dengan kerumunan saat berada di festival musik, tetapi ada juga yang memiliki toleransi cukup tinggi perihal lingkungan yang berantakan dan disorganisasi.

Ini karena beberapa orang menemukan bahwa kamar yang berantakan membuat mereka bisa lebih bebas dan kreatif. Sementara yang lain merasa kewalahan akan kamar yang berantakan. Selain itu, mereka yang kewalahan ini bisa mengembangkan rasa cemas atau depresi sebagai akibatnya.

Baca juga: Kamar Kotor, Awas Muncul Scabies di Ruangan

Cara Mengatasi Rasa Cemas Akibat Rumah Berantakan

Saat kamu tinggal sendiri, mungkin lebih mudah untuk menjaga kebersihan rumah. Seseorang mungkin punya cara sendiri untuk memastikan rumah tetap bersih dan rapi. Namun jika tidak, ia disarankan untuk mulai merapikan rumah berdasarkan ruangan atau memecahnya menjadi bagian yang paling kecil dahulu. Seperti misalnya mulai berfokus pada lemari kamar tidur. 

Sebelum memulai beres-beres, coba buat lima keranjang: satu untuk barang yang perlu dibuang, satu untuk barang yang perlu didaur ulang, satu untuk barang yang perlu diperbaiki atau dibersihkan, satu untuk sampah, dan satu untuk disumbangkan. Kemudian selesaikan setiap ruangan bagian demi bagian, dan pastikan kamu telah menyelesaikan satu area sepenuhnya sebelum melanjutkan ke area berikutnya.

Namun, jika kamu tinggal bersama orang lain, hal ini mungkin lebih sulit untuk dilakukan. Pastikan kamu telah membicarakan dengan pasangan, anak, atau teman serumah tentang kondisi ideal yang kamu inginkan dan bicarakan juga bahwa ini dilakukan demi menjaga kesehatan mentalmu tetap baik. Minta juga mereka untuk membagikan preferensi mereka juga.

Jika kamu merasa terlalu banyak bekerja sendiri dalam membersihkan rumah, minta anggota rumah yang lain untuk membantu membersihkan rumah. Bersikaplah spesifik tentang tugas-tugas yang kamu ingin orang lain lakukan, terutama jika mereka tidak terbiasa mengerjakan sesuatu sendiri secara otomatis. Sebab, jika kamu tidak mengatakan apa-apa, kamu dapat membangun frustasi dan kebencian di atas kecemasan, dan ini akan membuat kondisi malah semakin memburuk. 

Jika kamu memiliki penghasilan lebih, pertimbangkan untuk menyewa pengurus rumah tangga. Kadang-kadang biaya tambahan bisa sebanding dengan waktu dan energi yang kamu dapatkan sebagai imbalannya. 

Baca juga:  9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Jika kamu pernah merasakan gejala stres, depresi, atau masalah kesehatan mental lain dan bingung bagaimana cara bisa menghadapinya, jangan ragu untuk mendiskusikan hal ini pada psikologi di Halodoc. Psikolog di Halodoc mungkin bisa memberikan masukan yang kamu butuhkan untuk bisa menghadapi gangguan kesehatan mental yang kamu alami agar hal ini tidak berlarut-larut. Ambil smartphone-mu sekarang dan nikmati kemudahan bicara dengan psikolog, kapan dan di mana saja! 

Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2021. Why Clutter Can Be So Bad For People With Anxiety (And What To Do About It).
Psychology Today. Diakses pada 2021. Why Mess Causes Stress.
South China Morning Post. Diakses pada 2021. How Having a Messy Room Can Cause You to Develop Depression and Anxiety.