Heboh Lihat Gerhana Matahari Cincin, Alasan Manusia Terobsesi Peristiwa Viral

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Heboh Lihat Gerhana Matahari Cincin, Alasan Manusia Terobsesi Peristiwa Viral

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu termasuk orang yang berhasil melihat gerhana matahari cincin 26 Desember lalu? Peristiwa langka yang terjadi 360–410 tahun sekali ini mengundang perhatian dunia, bahkan sampai diadakan nonton bareng serta tips aman melihat gerhana matahari cincin ini.

Tidak hanya gerhana matahari cincin, peristiwa-peristiwa langka kerap mencuri perhatian masyarakat yang diiringi keinginan untuk terlibat di dalam kejadian viral tersebut. Kenapa manusia memiliki kecenderungan obsesi terhadap peristiwa viral? Simak penjelasannya di bawah ini!

Manusia Senang menjadi Pusat Perhatian

Sudah sejak lama bapak psikologi dunia Sigmund Freud memaparkan bahwasanya manusia punya kecenderungan menjadi pusat perhatian, apalagi ketika muncul sesuatu yang baru disekelilingnya. 

Baca juga: Melihat Gerhana Matahari Langsung Bisa Bikin Sakit Mata

Ini bisa ditunjukkan dalam hal sesederhana ketika kelahiran anak kedua, maka anak pertama mulai sibuk mencari perhatian ibunya. Hal yang kurang lebih sama terjadi ketika sebuah peristiwa yang dianggap heboh terjadi, orang-orang ingin terlibat didalamnya dan menjadi bagian dalam kejadian langka tersebut. 

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, media sosial menjadi medium masyarakat untuk mencari perhatian dengan cara yang lebih masif lagi. Ketika kamu terlibat dalam suatu event yang langka, seperti gerhana matahari cincin ini dan mem-posting-nya di media sosial, pasti aksi ini akan mengundang perhatian publik dalam bentuk likes atau juga komentar. 

Baca juga: Viral Layangan Putus, Ini Hubungan Kesetiaan dan Psikologi

Postingan di sosial media mengenai kejadian unik adalah bentuk dari keinginan untuk mendapat perhatian, sedangkan jumlah likes dan komentar adalah wujud dari perhatian yang dicari tersebut. 

Menjadi Bagian dari Suatu Peristiwa

Manusia sejatinya adalah makhluk sosial dan membutuhkan interaksi dengan orang-orang lainnya. Keterlibatan ataupun update dengan sesuatu yang sedang happening alias sedang diperbincangkan akan membuat manusia menjadi terhubung dengan sesamanya.

Coba deh, ketika gerhana matahari cincin diperbincangkan dan menjadi viral di media sosial, pasti kamu menjadikan topik ini sebagai obrolan dengan teman-teman, bahkan ice breaker dengan orang asing yang tidak sengaja kamu temui.

Ini menjadi penjelasan, kenapa orang-orang haus akan berita sensasional dan terus meng-update-nya. Supaya tetap punya topik diskusi, tidak dianggap ketinggalan berita adalah dua hal yang menjadi penjelasan utamanya dan bermuara pada hasrat untuk terkoneksi dengan sesama.

Namun, bagaimana kalau seseorang menjadi terlalu ekstrem untuk mengejar sesuatu yang viral? Tentunya ini tidak hanya bisa berbahaya buat dirinya sendiri melainkan juga buat orang sekitar. Simak di sini bagaimana menanggapi peristiwa viral dengan cara yang masuk akal dan tidak membahayakan.

  1. Lakukan panduan aman saat hendak melibatkan diri dalam kejadian viral tersebut.

  2. Jangan mengikuti obsesimu sampai-sampai melakukan hal-hal ekstrem demi sekadar posting-an di media sosial.

  3. Jadilah pengguna internet yang cerdas, tidak cepat termakan berita hoaks. Hanya karena informasi tersebut terdengar bombastis, belum tentu hal tersebut benar adanya. Cek kembali, supaya kamu jangan menjadi bagian dari individu yang menyebarkan berita tidak benar.

  4. Lagi-lagi membatasi penggunaan gadget adalah salah satu bentuk pencegahan dari konsumsi berita-berita yang belum tentu benar.

Ada begitu banyak penelitian yang mengungkapkan bahaya dari menggunakan gadget, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Kalau kamu butuh rekomendasi ahli untuk masalah psikologi, coba deh tanyakan di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

Ladbible.com. Diakses pada 2019. Why Is There Such An Obsession With Going To Extremes To Go Viral?
Psychology Today. Diakses pada 2019. Why We Need Each Other.