• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hepatitis Dapat Menular Melalui Jarum Suntik

Hepatitis Dapat Menular Melalui Jarum Suntik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Hepatitis adalah sebuah penyakit yang bisa menyebabkan seseorang alami peradangan pada hati. Penyakit ini bisa terjadi akibat infeksi virus, tetapi ia juga bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau bahkan penyakit autoimun. 

Apabila disebabkan oleh infeksi virus, maka hepatitis bisa dengan mudah menular. Seperti lewat cairan tubuh seperti darah dan air mani. Virus juga bisa berpindah jika kamu menggunakan jarum suntik yang tidak steril. Jenis hepatitis yang bisa menular melalui jarum suntik misalnya hepatitis B, C, dan D.

Umumnya, virus akan berpindah jika kamu menggunakan jarum suntik bekas orang yang terinfeksi hepatitis B. Selain itu, akan timbul masalah juga jika pengidap hepatitis B secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik. Pekerja medis harus mewaspadainya, karena mereka bisa dengan mudah tertular.

Baca juga: Hepatitis Bisa Menular Lewat Ciuman, Benarkah?

Tak Hanya Jarum Suntik, Waspadai Penularan Lain Hepatitis

Berbeda dari flu, virus hepatitis B, C, dan D tidak menular melalui bersin atau batuk. Virus hepatitis ini akan menular melalui darah, air mani atau cairan tubuh yang lain. Virus ini sangat cepat menular. Tingkat penularannya bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan HIV.

Ada beberapa jenis penularan lain yang perlu kamu waspadai: 

  • Hubungan Seksual

Penularan hepatitis B, C, dan D dapat terjadi melalui hubungan seksual. Kamu dapat terkena hepatitis jenis ini apabila melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom. Virus hepatitis akan menular jika darah, air mani, cairan vagina, atau air liur orang tersebut masuk ke dalam tubuh. 

  • Kehamilan

Penularan hepatitis juga dapat terjadi dari ibu yang positif terinfeksi kepada anaknya. Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis juga dapat menularkan virus tersebut pada bayinya saat persalinan. Namun, kini telah tersedia vaksin hepatitis bagi bayi yang baru lahir agar terhindar dari penularan. Sementara itu, jika kamu mengidap hepatitis dan tengah merencanakan kehamilan, maka segera periksakan diri ke dokter untuk perencanaannya.

Selain itu, kandungan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, berpotensi menularkan virus hepatitis melalui barang. Oleh karena itu, kamu tidak boleh saling bertukar sikat gigi, pisau cukur, handuk, dan gunting kuku dengan pengidapnya.

Baca juga: Positif Hepatitis B saat Hamil, Ibu Lakukan Ini

Lantas, Bagaimana Gejala Hepatitis Terjadi?

Biasanya pengidap hepatitis tidak akan merasakan gejala awal hingga kemudian penyakit ini menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi hati. Pada hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus, gejala muncul setelah pengidap melewati masa inkubasi yang lama bisa berbeda-beda. Bisa selama 2 minggu sampai 6 bulan.

Ada beberapa gejala umum hepatitis yang perlu kamu tahu berikut: 

  • Mual;
  • Muntah;
  • Demam;
  • Kelelahan;
  • Feses berwarna pucat;
  • Urine berwarna gelap;
  • Nyeri perut;
  • Nyeri sendi;
  • Kehilangan nafsu makan;
  • Penurunan berat badan;
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan atau penyakit kuning.

Baca juga: Sirosis atau Hepatitis? Kenali Bedanya!

Jika kamu mengalami gejala di atas, maka segera diskusikan kondisi ini dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan untuk mengatasi gejala awal hepatitis. Jika sudah dirasa membahayakan, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. What You Need to Know About Hepatitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Hepatitis.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Hepatitis (Viral Hepatitis, A,B, C, D, E, G).