Hernia Tidak Ditangani, Waspada Komplikasi Ini

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   24 April 2020
Hernia Tidak Ditangani, Waspada Komplikasi Ini Hernia Tidak Ditangani, Waspada Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta – Ketika organ mendorong lubang di otot atau jaringan yang menahannya, maka dapat disebut hernia. Salah satu hernia paling umum yakni terjadi pada usus, yaitu ketika usus menembus area yang lemah di dinding perut. Sebagian besar hernia sering terjadi di perut antara dada dan pinggul. Namun, kondisi ini dapat muncul di daerah paha dan pangkal paha atas.

Kebanyakan hernia tidak mengancam jiwa. Meski begitu, hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Kebanyakan hernia membutuhkan operasi untuk mencegah komplikasi berbahaya. Lantas, komplikasi apa yang bisa terjadi jika hernia tidak ditangani? 

Baca juga: Angkat Beban Berat Sebabkan Hernia, Mitos atau Fakta?

Komplikasi yang Bisa Ditimbulkan Hernia

Hernia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi serius. Hernia bisa semakin tumbuh dan menyebabkan lebih banyak gejala akibat organ memberi banyak tekanan pada jaringan di sekitarnya. Akibatnya, terjadi pembengkakan dan rasa sakit di daerah sekitarnya.

Sebagian dari usus juga bisa terperangkap di dinding perut. Kondisi ini menghalangi usus dan menyebabkan sakit parah, mual, atau sembelit. Jika bagian usus yang terperangkap tidak mendapat aliran darah yang cukup, maka usus berisiko “tercekik”. Hal ini menyebabkan jaringan usus terinfeksi atau mati. Dilansir dari Healthline, ini gejala yang menandakan bahwa hernia yang kamu miliki harus segera diobati, yaitu:

  • Tonjolan yang berubah warna menjadi merah atau ungu;

  • Rasa sakit yang tiba-tiba bertambah buruk;

  • Mual atau muntah;

  • Demam;

  • Tidak bisa mengeluarkan gas atau buang air besar.

Kalau kamu memiliki hernia dan mengalami tanda-tanda di atas, segera periksakan diri ke dokter. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu tidak perlu mengantre dan bisa mengetahui estimasi waktu untuk bertemu dokter.

Baca juga: Obesitas Bisa Sebabkan Hernia, Benarkah?

Bagaimana Cara Mengobati Hernia?

Cara untuk mencegah komplikasi, maka diperlukan perawatan medis dan perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin untuk meminimalisir gejala. Namun, operasi adalah cara untuk mengobati hernia secara efektif. Ada beberapa jenis operasi yang tersedia untuk memperbaiki hernia dan dokter bedah biasanya memberikan saran tentang pengobatan mana yang tepat untuk kondisi yang kamu miliki.

Setelah operasi, kamu mungkin mengalami rasa sakit di sekitar lokasi bedah. Dokter bedah pastinya meresepkan obat untuk membantu meringankan ketidaknyamanan ini selama masa pemulihan. Pastikan untuk mengikuti instruksi dokter bedah tentang perawatan luka secara tepat. Hubungi dokter atau kunjungi rumah sakit apabila kamu melihat tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan atau drainase di lokasi, atau rasa sakit yang tiba-tiba memburuk.

Baca juga: Turun Berok Ganggu Kesuburan, Mitos atau Fakta?

Setelah perbaikan hernia, kamu mungkin tidak dapat bergerak dengan normal selama beberapa minggu. Kamu harus menghindari aktivitas berat dan tidak mengangkat benda yang berat selama masa pemulihan. Operasi terbuka seringkali membutuhkan proses pemulihan yang lebih lama daripada operasi laparoskopi. Oleh karenanya, butuh kesabaran selama masa pemulihan. Dokter bedah pasti akan memberi tahu kapan kamu dapat kembali ke rutinitas normal.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Want to Know About a Hernia.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Hernia Complications and How to Deal With Them.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan