• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hewan Mamalia Berpotensi Sebarkan Virus Rabies

Hewan Mamalia Berpotensi Sebarkan Virus Rabies

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya selalu menjaga jarak jika kamu bertemu dengan hewan liar, seperti kucing maupun anjing. Hewan tersebut memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit yang cukup mematikan, yaitu rabies. Penyakit yang dikenal juga sebagai penyakit “anjing gila” merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian pada pengidapnya. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Rabies, Ini Komplikasinya

Namun tidak hanya anjing maupun kucing, hewan yang berjenis mamalia pun dapat menularkan virus rabies pada manusia, loh. Ada beberapa jenis hewan mamalia yang dapat membawa virus rabies, seperti kera dan juga orangutan. Tidak ada salahnya kenali lebih banyak gejala dan juga proses penularan yang dapat terjadi pada hewan menuju manusia di sini, agar kamu dapat lakukan penanganan dengan tepat.

Ketahui Jenis Hewan yang Dapat Sebabkan Rabies

Penyakit rabies menjadi salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi. Gangguan kesehatan, seperti kelumpuhan, kondisi koma, serta kematian dapat dialami oleh pengidap rabies yang tidak mendapatkan penanganan secara tepat,

Lalu, bagaimana proses penularan penyakit rabies dari hewan kepada manusia? Virus rabies umumnya tidak akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang sehat. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, virus rabies masuk ke dalam tubuh melalui luka pada tubuh akibat gigitan atau cakaran hewan yang memiliki penyakit rabies. Tidak hanya itu, semburan air liur hewan pembawa rabies yang terpapar pada luka atau lapisan mukosa juga berisiko menyebabkan penularan virus rabies. 

Baca juga: Ini Bahaya Rabies bagi Si Kecil

Virus rabies yang masuk dalam tubuh akan masuk ke dalam pembuluh darah. Saat virus ini sampai pada otak, virus dapat berkembang yang menyebabkan peradangan serta infeksi pada bagian otak, hingga saraf tulang belakang. Untuk menghindari penyakit rabies, ada beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan, seperti rutin melakukan vaksin pada hewan peliharaan atau hindari menyentuh hewan liar.

Selain itu, tidak ada salahnya kenali beberapa jenis hewan yang dapat menularkan penyakit rabies. Dari jenis mamalia, orang utan dan kera dapat menularkan penyakit ini. Tidak hanya itu, jenis kucing dan anjing pun menjadi jenis hewan yang cukup rentan menularkan penyakit ini. Selain itu, jenis hewan peternakan, seperti kelinci, kambing, sapi, dan kuda pun berisiko membawa penyakit rabies ini. Untuk itu, sangat penting menjaga kesehatan hewan yang ada agar tidak membawa penyakit yang berbahaya bagi manusia.

Kenali Gejala Penyakit Rabies

Virus rabies memiliki masa inkubasi selama 4–12 minggu dalam tubuh. Gejala akan muncul saat masa inkubasi telah berakhir. Umumnya, gejala awal dari penyakit rabies menyebabkan pengidapnya mengalami demam, sakit kepala, lemas, nyeri pada bekas gigitan, hingga munculnya perasaan cemas secara terus-menerus. 

Gejala awal yang tidak diatasi dengan tepat dapat menyebabkan gejala lanjutan pada pengidap. Pada tahap ini, pengidap dapat mengalami tanda hiperaktif, kebingungan, mengeluarkan air liur terus-menerus, takut pada air, mengalami halusinasi, hingga gangguan tidur.

Namun, sebaiknya jangan menunggu hingga gejala muncul. Sesaat setelah mengalami luka akibat gigitan hewan yang berpotensi membawa penyakit rabies, sebaiknya segera lakukan penanganan awal dengan membersihkan luka dan lakukan suntik vaksin rabies agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang berbahaya pada rumah sakit terdekat.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Rabies pada Manusia

Melakukan vaksin rabies dinilai cukup efektif untuk meningkatkan tubuh memproduksi antibodi penetral virus rabies. Penanganan ini dapat membantu tubuh dalam melawan virus rabies yang dapat menyebabkan infeksi pada otak maupun saraf.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Rabies.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Rabies.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Rabies.