• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Kanker Kulit?

Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Kanker Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Hidradenitis suppurativa adalah penyakit kulit yang ditandai dengan benjolan kecil di bawah kulit yang terasa sakit. Benjolan ini sewaktu-waktu bisa pecah atau terowongan bisa terbentuk di bawah kulit. Kondisi ini memengaruhi area di mana kulit saling bergesekan, seperti ketiak, selangkangan, bokong, dan payudara.

Baca Juga: 8 Faktor Ini Meningkatkan Risiko Hidradenitis Suppurativa

Sebagian besar hidradenitis suppurativa terjadi setelah pubertas. Kondisi ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan memburuk seiring waktu, dengan efek serius pada kehidupan sehari-hari, sehingga memengaruhi kondisi emosional pengidapnya. Pengobatan dan operasi dapat membantu mengelola gejala dan mencegah komplikasi.

Gejala yang Ditimbulkan Hidradenitis Suppurativa

Hidradenitis suppurativa dapat memengaruhi satu tempat atau beberapa area tubuh. Tanda dan gejala dari kondisi ini, yaitu:

  • Blackhead. Area kecil di kulit yang mengandung blackheads dapat muncul berpasangan atau pola "berlaras dua". Gejala ini merupakan gejala khas yang disebabkan oleh hidradenitis suppurativa.
  • Benjolan seukuran kacang. Kondisi ini biasanya dimulai dengan benjolan tunggal di bawah kulit yang bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Semakin lama, benjolan semakin banyak terbentuk. Benjolan muncul di daerah dengan folikel rambut di mana terdapat banyak kelenjar minyak dan keringat, seperti ketiak, pangkal paha dan daerah anus. Benjolan juga timbul pada kulit yang saling bergesekan, seperti paha bagian dalam, payudara, dan bokong.
  • Terowongan. Seiring waktu, saluran yang menghubungkan benjolan dapat terbentuk di bawah kulit. Luka yang terbentuk ini bisa sulit disembuhkan. Nanah yang terkandung di dalamnya juga bisa bocor dan menghasilkan bau yang tidak sedap. 

Selain gejala di atas, beberapa orang dengan kondisi ini hanya mengalami gejala ringan. Kelebihan berat badan, stres, perubahan hormon, panas atau kelembapan dapat memperburuk gejala. Pada wanita, tingkat keparahan penyakit dapat berkurang setelah menopause.

Baca Juga: Ini 3 Tingkat Keparahan Hidradenitis Suppurativa

Apakah Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Kanker Kulit?

Meskipun sangat jarang, beberapa orang yang mengidap hidradenitis suppurativa parah dapat mengembangkan jenis kanker kulit yaitu karsinoma sel skuamosa. Kanker ini bisa muncul pada area kulit yang timbul jerawat dan jaringan parut. Selain kanker kulit, hidradenitis suppurativa yang tidak diobati juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Bekas Luka. Bekas luka dapat terbentuk di mana blackheads muncul. Blackheads ini dapat menebal seiring waktu.
  • Imobilitas. Luka dan bekas luka yang menyakitkan dapat membatasi gerakan pengidap.
  • Infeksi. Area yang terkena rentan mengalami infeksi.
  • Masalah drainase getah bening. Benjolan dan bekas luka terjadi pada area tubuh  yang berada di dekat kelenjar getah bening. Hal ini memeengaruhi drainase getah bening, sehingga rentan menyebabkan pembengkakan.
  • Perubahan kulit. Area kulit tertentu mungkin tampak berbintik-bintik atau lebih gelap.
  • Depresi. Kulit berjerawat dan bau tidak sedap dari drainase menyebabkan seseorang depresi.
  • Fistula. Siklus penyembuhan dan jaringan parut yang berhubungan dengan hidradenitis suppurativa dapat menyebabkan saluran berlubang yang dikenal sebagai fistula.

Baca Juga: Mengidap Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Depresi

Perawatan dengan obat-obatan, pembedahan atau keduanya dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi. Tidak ada satu opsi yang efektif mengobati kondisi ini dan sejauh ini penelitian masih terus dilanjutkan untuk menemukan kombinasi terbaik. Bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaat dari berbagai pilihan perawatan kondisi ini. Kamu bisa berbicara dengan dokter, melalui aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hidradenitis suppurativa.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Should Know About Hidradenitis Suppurativa.