Hiperemesis Gravidarum Ibu Hamil Mirip Morning Sickness

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hiperemesis Gravidarum Ibu Hamil Mirip Morning Sickness

Halodoc, Jakarta – Banyak wanita mengalami morning sickness (mual) selama kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Walaupun morning sickness bisa sangat tidak nyaman, biasanya hilang dalam 12 minggu.

Hiperemesis gravidarum adalah bentuk ekstrim morning sickness yang menyebabkan mual dan muntah parah selama kehamilan. Morning sickness dan hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang sangat berbeda. Komplikasi dan efek sampingnya juga berbeda. Cari tahu lebih detail di sini!

Morning Sickness Vs Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness biasanya mencakup mual yang terkadang disertai dengan muntah. Kedua gejala ini biasanya hilang setelah 12 hingga 14 minggu. Muntahnya juga  tidak menyebabkan dehidrasi parah.

Morning sickness biasanya dimulai pada bulan pertama kehamilan. Biasanya hilang pada bulan ketiga atau keempat. Wanita hamil dengan mual di pagi hari bisa mengalami kelelahan dan sedikit kehilangan nafsu makan. Ibu hamil mungkin mengalami kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

Lantas bagaimana dengan hiperemesis gravidarum? Hiperemesis gravidarum biasanya mencakup mual yang tidak hilang dan muntah parah yang menyebabkan dehidrasi parah. Kondisi ini tidak memungkinkan ibu hamil menyimpan makanan atau cairan apa pun.

Gejalanya dimulai dalam enam minggu pertama kehamilan. Mual seringnya tidak hilang dan bisa sangat melemahkan dan menyebabkan kelelahan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Baca juga: 9 Komplikasi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil

Ibu hamil dengan kondisi ini akan mengalami kehilangan nafsu makan, tidak dapat bekerja atau melakukan kegiatan normal sehari-hari. Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan dehidrasi dan penambahan berat badan yang buruk selama kehamilan. Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah morning sickness dan hiperemesis gravidarum HG, tetapi ada cara untuk mengelola gejalanya.

Tadi sudah dijelaskan bagaimana hiperemesis gravidarum biasanya dimulai selama trimester pertama kehamilan. Beberapa gejala hiperemesis gravidarum yang paling umum, yaitu:

  1. Merasakan mual yang hampir konstan.

  2. Kehilangan selera makan.

  3. Muntah lebih dari tiga atau empat kali sehari.

  4. Mengalami dehidrasi.

  5. Merasa pusing.

  6. Kehilangan lebih 5 persen berat tubuh karena mual atau muntah.

Hampir semua wanita mengalami beberapa tingkat mual di pagi hari selama kehamilannya. Morning sickness adalah mual dan muntah selama kehamilan. Terlepas dari namanya, morning sickness tidak terbatas pada pagi hari. Itu bisa terjadi kapan saja.

Morning sickness dan hiperemesis gravidarum tampaknya memiliki hubungan dengan Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Ini adalah hormon yang muncul selama kehamilan oleh plasenta. Tubuh menghasilkan sejumlah besar hormon ini dengan sangat cepat di awal kehamilan. 

Baca juga: Benarkah Hamil Muda Berisiko Alami Hiperemesis Gravidarum?

Siapa yang berisiko hiperemesis gravidarum? Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena hiperemesis gravidarum, yaitu:

  1. Memiliki riwayat kondisi ini di keluarga.

  2. Hamil dengan lebih dari satu bayi.

  3. Mengalami kelebihan berat badan.

  4. Menjadi ibu untuk pertama kalinya.

  5. Penyakit trofoblas juga dapat menyebabkan HG. Penyakit trofoblas terjadi ketika ada pertumbuhan sel yang abnormal di dalam rahim.

Jika ibu memiliki gejala hiperemesis gravidarum yang parah, ibu mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Jika tidak, ibu perlu menjalani perawatan di rumah sesuai dengan rekomendasi dokter. Pengobatan untuk hiperemesis gravidarum bervariasi dari orang ke orang, dokter dapat merekomendasikan beberapa hal berikut:

  1. Tindakan pencegahan, seperti konsumsi vitamin B6, jahe, atau peppermint

  2. Mengonsumsi makanan kecil dan sering yang termasuk makanan kering dan hambar, seperti kerupuk.

  3. Pemberian cairan intravena untuk membantu dehidrasi.

  4. Untuk kasus yang parah, nutrisi parenteral dilakukan di mana larutan nutrisi intravena (IV) diberikan sebagai pengganti makanan.

  5. Obat untuk mencegah mual, seperti Phenergan (promethazine), Antivert (meclizine), atau Inapsine (droperidol), doxylamine-pyridoxine (Diclegis), atau metoclopramide (Reglan) yang dapat dikonsumsi secara oral, dengan IV, atau sebagai supositoria

Ingin tahu lebih lanjut pengobatan apa lagi yang bisa digunakan untuk morning sickness ataupun hiperemesis gravidarum, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Hyperemesis Gravidarum.
Everydayhealth. Diakses pada 2019. What Is Hyperemesis Gravidarum?