• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hiperkalemia Bisa Sebabkan Aritmia, Ini Penjelasannya

Hiperkalemia Bisa Sebabkan Aritmia, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hiperkalemia Bisa Sebabkan Aritmia, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Irama jantung yang normal sangat penting untuk dijaga guna memastikan jantung bekerja tanpa beban yang berlebih. Meski begitu, beberapa hal dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan terkait irama jantung, seperti irama jantung yang lebih cepat, lebih lambat, hingga tidak teratur. Maka dari itu, penting untuk mengetahui segala hal yang dapat meningkatkan risiko tersebut.

Salah satu kelainan yang dapat menyebabkan terganggunya irama jantung adalah hiperkalemia. Kondisi ini disebabkan oleh kadar kalium yang terlalu tinggi di dalam darah. Namun, apa hubungan antara terlalu banyak kandungan kalium di dalam darah dengan masalah irama pada jantung atau aritmia? Ketahui hubungan dari kedua gangguan tersebut di bawah ini!

Baca juga: Ini Penyebab Pengidap Gagal Ginjal Terkena Hiperkalemia

Aritmia Dapat Disebabkan oleh Gangguan Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah gangguan medis yang terjadi saat terlalu banyak kandungan kalium di dalam darah. Tubuh membutuhkan kalium yang terkandung pada banyak makanan yang dikonsumsi. Nutrisi tersebut dapat membantu saraf dan otot, termasuk juga jantung, untuk berfungsi dengan normal. Namun, seseorang yang memiliki terlalu banyak kalium di dalam darah dapat menimbulkan gangguan jantung yang berbahaya di mana salah satunya adalah aritmia.

Lalu, bagaimana caranya hiperkalemia dapat menyebabkan gangguan irama jantung? Berikut ulasannya.

Kalium sangat penting untuk menjaga fungsi normal pada otot, jantung, dan saraf. Nutrisi tersebut memiliki peran penting dalam mengendalikan aktivitas otot polos, otot rangka, serta otot jantung. Hal ini juga penting untuk transmisi normal terkait sinyal listrik ke seluruh saraf di dalam tubuh, termasuk juga irama jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Setiap orang wajib menjaga kadar kalium di dalam tubuh pada batas normal agar irama listrik jantung tetap normal. Baik kadar kalium darah yang rendah (hipokalemia) maupun kadar kalium darah yang tinggi (hiperkalemia) dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal. Gangguan ini tentu harus segera diatasi karena jika gangguan aritmia dibiarkan akan mengakibatkan jantung berhenti berdetak.

Apabila kamu mempunyai pertanyaan terkait hubungan antara hiperkalemia dengan gangguan irama jantung, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya. Caranya cukup mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc, kamu dapat memanfaatkan beberapa fitur, seperti Chat atau Voice/Video Call, yang memudahkan interaksi dengan ahli medis tanpa perlu ke luar rumah!

Baca juga: Ketahui 6 Gejala dari Hiperkalemia yang Perlu Diwaspadai

Batas Aman Konsumsi Makanan dengan Kandungan Kalium

Jika kamu mengidap hipokalemia atau berisiko terserang, mungkin kamu perlu melakukan beberapa metode diet rendah kalium. Cobalah untuk bertanya pada ahli medis terkait seberapa besar kandungan kalium yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi makanan dengan kandungan kalium yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah, tetapi jika terlalu sedikit juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Beberapa makanan dengan protein tinggi, seperti daging, ikan, dan ayam juga mengandung kalium. Namun, kamu tetap membutuhkan makanan dengan protein tinggi yang seimbang agar tetap sehat. Selain itu, menentukan ukuran porsi yang tepat juga sangat penting. Cobalah untuk berdiskusi dengan ahli diet untuk membuat rencana makan agar dapat menentukan jumlah kalium dan protein dari makanan yang dikonsumsi.

Baca juga: Alasan Pengidap Gagal Ginjal Bisa Terkena Hiperkalemia

Jika kamu mengalami gangguan yang disebabkan terlalu tingginya kadar kalium di dalam darah, ada baiknya segera memeriksakan diri. Dengan begitu, gangguan tersebut harus segera diatasi dini sebelum menimbulkan banyak masalah pada jantung. Pasalnya, seseorang yang mengalami aritmia dapat mengalami henti jantung yang menimbulkan kematian.

Referensi:

Medicine Net. Diakses pada 2020. Hyperkalemia (High Blood Potassium).
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. What is Hyperkalemia?