• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hipertensi Bisa Sebabkan Edema Paru, Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hipertensi Bisa Sebabkan Edema Paru, Ini Penjelasannya

Hipertensi Bisa Sebabkan Edema Paru, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 20 November 2020
Hipertensi Bisa Sebabkan Edema Paru, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika banyaknya darah yang dipompa oleh jantung dan menyempitnya arteri. Hipertensi dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan stroke. Tekanan darah tinggi dapat segera terdeteksi jika terjadi pada seseorang. 

Sementara itu, edema paru adalah kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan di paru-paru. Cairan ini terkumpul pada banyak kantong udara di paru-paru, sehingga orang yang mengalaminya akan sulit bernapas. Pada kebanyakan kasus, masalah jantung dapat menyebabkan edema paru, salah satunya adalah masalah hipertensi. 

Baca juga: Ketahui 5 Obat Alami untuk Edema Paru

Hubungan Hipertensi dengan Edema Paru

Paru-paru mengandung banyak kantong udara kecil dan elastis yang disebut alveoli. Dengan setiap napas, kantong udara ini mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Biasanya, pertukaran gas ini terjadi tanpa masalah. Namun, terkadang, alveoli terisi dengan cairan, bukan udara, sehingga mencegah oksigen terserap ke dalam aliran darah. 

Sementara itu, jantung terdiri dari dua ruang atas dan dua ruang bawah. Ruang atas (atrium kanan dan kiri) menerima darah yang masuk dan memompanya ke ruang bawah (ventrikel kanan dan kiri). Ruang bawah memompa darah keluar dari jantung. 

Biasanya, darah terdeoksigenasi dari seluruh tubuh memasuki atrium kanan kemudian ventrikel kanan, di mana darah dipompa melalui pembuluh darah besar (arteri pulmonalis) ke paru-paru. Di sana, darah melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen saat dialirkan oleh alveoli. 

Darah yang kaya oksigen kemudian kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis, mengalir melalui katup mitral ke ventrikel kiri dan akhirnya pergi dari jantung melalui pembuluh darah terbesar di tubuh, yang disebut aorta. Katup jantung menjaga aliran darah ke arah yang benar. Katup aorta membuat darah tidak mengalir ke jantung. Dari aorta, darah mengalir ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Ini Bedanya Edema Paru dan Pneumonia

Edema paru yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di jantung disebut edema paru kardiogenik. Kondisi ini terjadi akibat gagal jantung. Ketika ventrikel kiri yang sakit atau terlalu banyak bekerja tidak dapat memompa cukup darah yang didapatkan dari paru-paru, tekanan di jantung naik. Tekanan yang meningkat mendorong cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam kantong udara. 

Kondisi medis yang menyebabkan gagal jantung dan menyebabkan edema paru, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat memperbesar jantung. 
  • Penyakit arteri koroner. Seiring waktu, arteri yang memasok darah ke otot jantung bisa menyempit karena timbul lemak (plak). Penyempitan arteri koroner yang lambat membuat ventrikel kiri lemah. Terkadang, gumpalan darah terbentuk di salah satu arteri yang menyempit, menghalangi aliran darah dan merusak bagian otot jantung, yang menyebabkan serangan jantung. Otot jantung yang rusak tidak lagi dapat memompa dengan baik sebagaimana mestinya. 
  • Kardiomiopati. Istilah ini berarti kerusakan otot jantung. Jika kamu mengalami kardiomiopati, jantung harus memompa lebih keras, dan tekanan meningkat. Jantung mungkin tidak dapat merespons kondisi yang mengharuskannya untuk bekerja lebih keras, seperti olahraga, infeksi, atau peningkatan tekanan darah. Ketika ventrikel kiri tidak dapat memenuhi kebutuhan yang dibebankan padanya, cairan kembali ke paru-paru. 
  • Masalah katup jantung. Penyempitan katup jantung aorta atau mitral (stenosis) atau katup yang bocor atau tidak menutup dengan benar memengaruhi aliran darah ke jantung. Jantung harus bekerja lebih keras, dan tekanan meningkat. Jika kebocoran katup terjadi secara tiba-tiba, kamu mungkin mengalami edema paru yang tiba-tiba dan parah. 
  • Masalah jantung lainnya. Peradangan otot jantung (miokarditis), kelainan jantung bawaan dan irama jantung yang tidak normal (aritmia) juga dapat menyebabkan edema paru. 
  • Penyakit ginjal. Tekanan darah tinggi atau hipertensi akibat penyempitan pembuluh darah ginjal (renal artery stenosis) atau penumpukan cairan akibat penyakit ginjal dapat menyebabkan edema paru. 

Baca juga: Belum Tentu Asma, Sesak Napas Bisa Juga Gejala Edema Paru

Secara umum, memiliki masalah kesehatan jantung dapat menyebabkan terjadinya edema paru. Gangguan hipertensi adalah salah satu faktor yang menyebabkan edema paru. Itulah yang perlu diketahui tentang hubungan hipertensi dan edema paru. 

Jika kamu mengalami gejala yang berkaitan dengan masalah jantung ataupun paru-paru, sebaiknya bicarakan gejala awalnya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganan yang harus dilakukan. Yuk, download aplikasi Halodoc

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High blood pressure (hypertension)
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pulmonary edema
Pulmonary Hypertension News. Diakses pada 2020. Pulmonary Hypertension and Edema