• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hipertensi Dapat Menjadi Penyebab Terjadinya Stroke

Hipertensi Dapat Menjadi Penyebab Terjadinya Stroke

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hipertensi Dapat Menjadi Penyebab Terjadinya Stroke

“Kebanyakan orang yang mengalami serangan stroke pertama memiliki kondisi hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak arteri di seluruh tubuh menciptakan kondisi yang membuat arteri bisa pecah atau tersumbat lebih mudah.”

Halodoc, Jakarta – Stroke terjadi ketika bagian otak tertentu kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga menyebabkan sel-sel otak mati. Hipertensi dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di arteri menuju ke otak, sehingga menghalangi aliran darah yang dapat menjadi penyebab terjadinya stroke. 

Hipertensi juga bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, pecah, atau bocor. Sejatinya tekanan darah tinggi dapat merusak tubuh pelan-pelan sebelum gejalanya berkembang. Informasi selengkapnya mengenai hipertensi dan stroke bisa dibaca di sini!

Hipertensi Bisa Merusak Arteri yang Memicu Stroke

Menurut American Heart Association, kebanyakan orang yang mengalami serangan stroke pertama memiliki kondisi hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak arteri di seluruh tubuh, menciptakan kondisi yang menyebabkan arteri bisa pecah atau tersumbat lebih mudah. 

Arteri yang melemah di otak akibat tekanan darah tinggi, dapat menempatkan seseorang pada risiko stroke yang jauh lebih tinggi. Itulah sebabnya mengelola tekanan darah tinggi sangat penting untuk mengurangi kemungkinan terkena stroke.

Baca juga: Jarang Disadari, 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat oleh gumpalan (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik). Ketika itu terjadi, bagian otak tidak lagi mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga lama-kelamaan mati. 

Otak mengontrol gerakan dan pikiran, sehingga stroke tidak hanya merusak otak tetapi juga dapat mengancam kemampuan untuk berpikir, bergerak, dan berfungsi. Stroke dapat memengaruhi bahasa, memori, dan penglihatan. Stroke yang parah bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian.

Kondisi stroke yang dialami orang adalah stroke iskemik atau penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) di otak yang memotong aliran darah ke sel-sel otak. Cukup jarang orang mengalami stroke hemoragik (perdarahan serebral) yang terjadi ketika pembuluh darah pecah di dalam atau di dekat otak.

Stres, Gaya Hidup, dan Risiko Lain Seseorang Bisa Mengalami Hipertensi

Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Namun, stres bukan faktor penentu utama terjadinya hipertensi. Namun, stres bisa menyebabkan kamu mengonsumsi makanan tidak sehat termasuk juga kurang tidur. 

Hal-hal ini yang pada akhirnya menyebabkan hipertensi. Seseorang didiagnosis hipertensi jika tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg. Jika tekanan darahmu berada di antara 120/80 mmHg – 140/90 mmHg bisa berarti kamu berisiko terkena tekanan darah tinggi. 

Baca juga: Hati-Hati, Hipertensi Tak Terkontrol Bisa Memicu Stroke

Sebagai tindakan pencegahan, ada baiknya kamu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur setidaknya lima tahun sekali. Semakin sering semakin baik. Tekanan darah harus diperiksa lebih sering jika mendekati 140/90mmHg, karena ini menunjukkan kamu memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi. 

Tekanan darah dapat dikelola dengan cara melakukan perubahan pada gaya hidup. Jika kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat membantu menjaga tekanan darah. Olahraga, konsumsi makanan sehat, dan mengurangi alkohol juga dapat menjaga tekanan darah berada pada ambang normal. 

Kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi obat jika memiliki faktor risiko terkena hipertensi. Untuk mengetahuinya kamu perlu menjalani tes darah, tes urine, dan elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa masalah jantung.

Baca juga: Jangan Abaikan 4 Gejala Awal Stroke di Usia Muda

Jika tekanan darah secara konsisten di atas 140/90 mmHg  tetapi risiko stroke secara keseluruhan rendah, kamu akan disarankan untuk membuat beberapa perubahan pada gaya hidup seperti menurunkan berat badan atau berhenti merokok.

Jika tekanan darah secara konsisten di atas 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg di rumah) dan risiko stroke tinggi, kamu akan direkomendasikan untuk mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah dan saran tentang perubahan gaya hidup. Itulah informasi mengenai hipertensi bisa menjadi penyebab stroke. Kalau kamu butuh membeli obat hipertensi, beli saja lewat aplikasi Halodoc!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2021. How High Blood Pressure Can Lead to Stroke.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. High blood pressure dangers: Hypertension’s effects on your body.
Stroke Association. Diakses pada 2021. High Blood Pressure.