Hipertensi Dapat Sebabkan Gagal Ginjal Akut?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gagal ginjal akut, tekanan darah tinggi, hipertensi

Halodoc, Jakarta - Ketika fungsi ginjal mendadak rusak dan tidak berfungsi, kondisi ini bisa disebut dengan gagal ginjal akut. Hal tersebut dapat terjadi karena ginjal tidak dapat menyaring limbah dari darah, akhirnya limbah menumpuk dan menyebabkan gangguan fungsi pada ginjal.

Gagal ginjal akut merupakan komplikasi dari sejumlah penyakit serius yang dialami seseorang. Jika tidak ditangani segera, kehilangan nyawa merupakan komplikasi yang bisa saja terjadi pada pengidapnya.

Baca juga: Pengidap Gagal Ginjal Akut Perlu Hemodialisis Seumur Hidup

Hipertensi Dapat Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Benarkah?

Berkurangnya aliran darah menuju ke organ ginjal merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal akut. Kondisi ini disebabkan karena sejumlah kondisi, seperti diare yang berlebihan, sehingga pengidap mengalami dehidrasi berat. Penyakit yang satu ini juga memiliki faktor risiko yang menjadi pemicu, salah satunya adalah hipertensi.

Tak hanya hipertensi, beberapa faktor risiko lain juga dapat memengaruhi terjadinya gagal ginjal akut. Beberapa diantaranya:

  • Mengidap diabetes, yaitu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh.

  • Mengidap penyakit hati, yaitu penyakit yang menyebabkan rusaknya fungsi hati, sehingga organ ini tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

  • Mengidap penyakit gagal ginjal kronis, yaitu kondisi yang terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap.

  • Mengidap penyakit arteri perifer, yaitu kondisi yang terjadi ketika pembuluh arteri mengalami penyumbatan.

Jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya, seperti gagal ginjal akut.

Baca juga: Lebih Berbahaya Gagal Ginjal Akut atau Gagal Ginjal Kronis?

Perhatikan Gejala yang Muncul

Pengidap gagal ginjal akut umumnya akan mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Sesak napas.

  • Produksi urine menurun.

  • Mengalami penurunan nafsu makan.

  • Bau napas tidak sedap.

  • Mual dan muntah.

  • Mengalami peningkatan tekanan darah.

  • Tubuh mudah lelah.

  • Mengalami kejang.

  • Mengalami tremor.

  • Mengalami dehidrasi.

Di awal kemunculannya, gagal ginjal akut tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, ketika gejala muncul, penyakit ini dapat bertambah parah dalam waktu yang relatif singkat. Pada kasus yang parah, gejala akan ditandai dengan penurunan kesadaran. Jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, kehilangan nyawa bisa saja dialami oleh pengidapnya.

Baca juga: Hati-Hati, Anak-Anak Juga Bisa Kena Gagal Ginjal Akut

Berikut Komplikasi pada Pengidap Gagal Ginjal Akut

Gejala yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan sejumlah komplikasi berbahaya, seperti:

  • Kerusakan ginjal permanen. Komplikasi yang satu ini akan menyebabkan ginjal tidak dapat menjalani fungsi normalnya. Jika pengidap mengalami hal ini, mereka akan membutuhkan transplantasi organ ginjal atau prosedur cuci darah secara permanen.

  • Asidosis metabolik, yaitu ketidakmampuan organ ginjal dalam membuang kelebihan asam dalam tubuh.

  • Edema paru, yaitu kondisi saat adanya penumpukan cairan pada organ paru-paru. Penyakit ini akan ditandai dengan sesak napas.

  • Hiperkalemia, yaitu kondisi yang terjadi ketika jumlah kalium dalam darah terlalu tinggi.

  • Perikarditis, yaitu kondisi yang terjadi ketika adanya peradangan yang terjadi di sekitar organ jantung.

Risiko kehilangan nyawa dapat terjadi pada mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, semua orang yang memiliki risiko gagal ginjal akut, harus melakukan pemeriksaan seperti tes darah sebelum memulai pengobatan baru. 

Untuk mencegah penyakit bertambah parah, kamu dapat menjalani diet rendah protein. Dalam hal ini, kamu tidak boleh mengonsumsi buah-buahan, cokelat, dan kacang yang mengandung kalium. Kadar kalium yang dikonsumsi saat ginjal tidak dapat bekerja dengan baik akan membahayakan organ jantung.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Acute Kidney Injury.
WebMD. Diakses pada 2019. Acute Kidney Injury.