12 March 2019

Hipertensi Tingkatkan Risiko Glaukoma, Kok Bisa?

Hipertensi Tingkatkan Risiko Glaukoma, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta – Glaukoma mengacu pada sekelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Mata manusia mengandung lebih dari satu juta serabut saraf. Saraf optik ini berfungsi menghubungkan mata ke otak yang bertanggung jawab untuk membawa gambar ke otak.

Serabut saraf optik membentuk bagian retina yang memberikan penglihatan. Lapisan serat saraf ini bisa rusak jika ada tekanan tinggi pada mata (tekanan intraokular). Jika terus terjadi, tekanan tinggi ini menyebabkan serabut saraf mati sehingga menyebabkan glaukoma. Kondisi ini nggak boleh dianggap sepele karena glaukoma berpotensi sebabkan kebutaan.

Baca Juga : Jangan Anggap Remeh Glaukoma, Ini Faktanya

Akibat Tekanan Darah Tinggi Pada Mata

Tekanan darah tinggi meningkatkan jumlah cairan yang dihasilkan mata dan memengaruhi keluarnya cairan dari mata. Selain meningkatkan tekanan mata dan kemungkinan risiko glaukoma, penting untuk diingat bahwa tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada retina dan mengakibatkan retinopati hipertensi yang merusak retina dan sirkulasi retina.

Akibat Tekanan Darah Rendah Pada Mata

Tekanan darah rendah (hipotensi) menyulitkan darah pemasok oksigen dan nutrisi penting masuk ke mata. Kondisi rentan terjadi pada individu dengan tekanan mata normal yang mengidap hipotensi atau individu yang mengalami efek perawatan hipertensi.

Tubuh normalnya beradaptasi dengan perubahan tekanan darah, posisi tubuh, atau perubahan lain untuk menjaga sirkulasi darah ke area penting seperti otak atau mata. Namun pada sebagian orang, tubuhnya kesulitan dalam mengatur sirkulasi tersebut sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi penting yang memadai. Akibatnya, jaringan berpotensi mengalami kerusakan.

Baca Juga : Inilah 5 Jenis Glaukoma yang Perlu Diwaspadai

Faktor Risiko Glaukoma

Risiko glaukoma dipengaruhi oleh tekanan mata, riwayat keluarga, usia, dan etnis. Penyebab glaukoma bukan hanya tekanan mata yang tinggi saja. Banyak orang dengan tekanan mata tinggi tidak mengalami atau mungkin tidak akan pernah mengalami glaukoma. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan pengidap glaukoma memiliki tekanan mata normal. Maka dari itu, glaukoma perlu diwaspadai karena dapat dialami dan berkembang pada semua orang.

Baca Juga : 3 Cara Pengobatan Glaukoma

Cara Mencegah Glaukoma

Memantau tekanan darah dan menghitung tekanan perfusi okular bisa membantu mencegah timbulnya glaukoma. Hal ini penting dilakukan pada pengidap glaukoma karena penyakit ini bisa memburuk meski tekanan mata selalu terkontrol. Selain itu, tanyakan pada dokter tentang program olahraga yang sesuai untuk pengidap glaukoma. Olahraga teratur dapat membantu mencegah glaukoma dengan mengurangi tekanan mata.

Gunakan obat tetes mata yang diresepkan secara teratur untuk meminimalkan tekanan pada mata. Mengenakan pelindung mata juga bisa mencegah cedera mata yang berpotensi memperburuk glaukoma. Kenakan pelindung mata saat menggunakan alat-alat listrik atau olahraga seperti tenis atau badminton.

Itulah alasan hipertensi bisa sebabkan glaukoma. Kalau kamu punya keluhan pada mata, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!