• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hobi Berganti Pasangan, Waspada Penyakit Berbahaya Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hobi Berganti Pasangan, Waspada Penyakit Berbahaya Ini

Hobi Berganti Pasangan, Waspada Penyakit Berbahaya Ini

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Mei 2022

“Memiliki kebiasaan berganti pasangan seksual nyatanya membawa dampak buruk pada kesehatan. Sebaiknya waspada terhadap penyakit berbahaya, seperti HIV, gonore, sifilis, hingga herpes.”

Hobi Berganti Pasangan, Waspada Penyakit Berbahaya Ini

Halodoc, Jakarta – Ada berbagai risiko atau dampak pada kesehatan ketika seseorang hobi berganti pasangan seksual. Bukan hanya berdampak pada hubungan dengan pasangan, kebiasaan buruk ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami stres, depresi, hingga gangguan cemas.

Selain gangguan kesehatan mental, hobi berganti pasangan seksual juga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya. Sebaiknya waspada terhadap penyakit berbahaya yang mungkin dialami ketika kamu sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Penyakit Berbahaya Akibat Hobi Berganti Pasangan Seksual

Memiliki kebiasaan buruk bergonta-ganti pasangan seksual bisa memengaruhi hubungan kamu dengan pasangan hingga lingkungan. Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut untuk menjaga kesehatan mental maupun fisik agar tetap optimal.

Selain memicu depresi, stres, hingga gangguan cemas, hobi berganti pasangan seksual juga berisiko menyebabkan penyakit menular seksual. Sebaiknya waspada penyakit berbahaya yang bisa ditularkan, seperti:

1. Sifilis

Sifilis adalah infeksi bakteri kronis yang dapat ditularkan melalui kontak kegiatan seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan Treponema pallidum.

Penularan terjadi ketika kamu melakukan kontak langsung dengan luka akibat sifilis. Biasanya, luka akan rentan muncul pada bagian, seperti mulut, penis, vagina, hingga dubur.

Gejala sifilis juga berbeda-beda disesuaikan dengan tingkat penyakit yang dialami, mulai dari sifilis primer, sekunder, laten, hingga tersier. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter ketika kamu mengalami luka kecil pada area yang rentan terkena sifilis.

2. Gonore

Penyakit gonore dapat dialami oleh siapa saja, baik wanita maupun pria. Namun, umumnya penyakit ini dialami pria. Bukan hanya pada bagian kelamin, gonore juga bisa terjadi pada bagian tenggorokan dan anus.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan penularannya terjadi melalui hubungan intim. Pada pria, gonore menyebabkan munculnya nanah saat buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil.

Sedangkan pada wanita gonore menyebabkan keputihan yang disertai munculnya perdarahan di luar masa menstruasi.

3. Herpes

Penyakit ini menjadi salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Herpes simplex virus dan Varicella zoster virus menjadi kedua jenis virus yang rentan menyebabkan herpes pada kelompok yang hobi berganti pasangan seksual.

Bukan itu saja, herpes juga berisiko dialami oleh orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Biasanya pengidap herpes tidak akan menyadari penyakit yang dialaminya. Gejala akan muncul setelah 12 hari terpapar oleh virus penyebab herpes. Ada beberapa gejala yang dialami, seperti sakit atau gatal pada area kelamin, muncul benjolan merah yang berisi cairan nanah, dan kulit yang mengering. Benjolan pun dapat pecah dan membentuk luka dan kondisi ini yang membuat buang air kecil terasa nyeri.

4. HIV

HIV adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus dan penularannya terjadi melalui darah yang terinfeksi dari penggunaan jarum bersama atau terpapar pada bagian tubuh yang terluka. \

Belum ada pengobatan yang bisa mengatasi penyakit ini tetapi ada perawatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan gejala dan risiko perburukan penyakit.

Itulah berbagai penyakit berbahaya yang perlu kamu waspadai ketika hobi berganti pasangan seksual. Sebaiknya hilangkan kebiasaan ini dan jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu kerap menjalankan kebiasaan tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan pada pasangan. Selain itu, pengobatan juga bisa dilakukan untuk meredakan gejala yang kamu alami. Jika kamu membutuhkan obat untuk menjaga kesehatan kamu jangan lupa cek kebutuhan medis yang diperlukan melalui aplikasi Halodoc.

Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play. Dengan begitu, obat yang kamu butuhkan bisa diantarkan langsung ke lokasi dari apotek terdekat.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Gonore.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Genital Herpes.
Healthline. Diakses pada 2022. Syphilis: Symptoms, Diagnosis, Treatment, and Prevention.
HIV GOV. Diakses pada 2022. Symptoms of HIV.