• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hobi Bertukar Pasangan, Fakta Fantasi Seksual Swinger

Hobi Bertukar Pasangan, Fakta Fantasi Seksual Swinger

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Seorang pria di Yogyakarta diduga melakukan pelecehan seksual. Aksinya dilakukan dengan berkedok riset tentang swinger. Istilah swinger digunakan untuk aktivitas seksual yang dilakukan dengan cara saling bertukar pasangan alias swing. Dalam hal ini, seseorang mengizinkan pasangannya untuk melakukan hubungan intim dengan orang lain.

Dalam kasus yang tengah viral ini, pelecehan seksual disebut dilakukan melalui media sosial. Pelaku kerap menghubungi calon korban dan menanyakan atau bercerita seputar swinger. Melansir berbagai sumber, sejumlah ahli menyebut bahwa yang dilakukan pria tersebut dikategorikan sebagai fantasi seksual. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar swinger di artikel ini! 

Baca juga: 5 Kelainan Seksual yang Perlu Diketahui



Fakta Swinger dan Dampaknya Terhadap Hubungan 

Ada beberapa fakta seputar swinger yang perlu diketahui, di antaranya: 

1.Definisi dan Tujuan

Swinger sering disebut sebagai cara untuk “menyegarkan kembali” hubungan, biasanya hal ini dilakukan pasangan suami istri. Secara umum, swinger berarti mengizinkan pasangan untuk bertukar atau melakukan hubungan intim dengan orang lain. Namun, sejumlah ahli menyebut bahwa swinger justru lebih mungkin merusak dan menghancurkan hubungan daripada memperkuatnya. 

2.Fantasi Seksual

Dalam kasus yang tengah viral tersebut, pelaku diduga menjadikan cerita swinger sebagai fantasi seksual. Hal itu diungkapkannya melalui video berisi pengakuan dan permintaan maaf yang sudah diunggah pelaku di internet. Swinger menunjukkan bahwa seseorang mungkin berfantasi untuk melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangannya, dan biasanya tidak cukup hanya satu orang. 

Baca juga: Penjelasan Fetisisme Seksual secara Medis

3.Tidak Puas dengan Pasangan 

Seseorang disebut bisa menjadi pelaku swinger karena tidak puas dengan pasangan sendiri, atau tidak puas hanya dengan satu pasangan. Karenanya, pelaku swinger mengidamkan hubungan intim dengan orang lain dari luar hubungan asmara atau pernikahan yang tengah dijalin. 

4.Risiko Penyakit 

Secara sederhana, swinger bisa diartikan sebagai tindakan sering bertukar pasangan. Nah, hal ini nyatanya bisa meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual. Seperti diketahui, melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu orang bisa meningkatkan risiko tertular HIV, herpes, dan penyakit menular seksual lainnya. 

Meskipun ada yang menganggap swinger sebagai cara untuk menyegarkan hubungan, tidak semua orang bisa setuju dengan hal tersebut. Fantasi seksual ini masih dianggap tabu alias tidak lazim dilakukan. Swinger untuk meningkatkan hubungan nyatanya tidak untuk semua orang. 

Baca juga: Begini Cara Cegah Pelecehan Seksual saat Nonton Konser

Bukannya membuat hubungan menjadi lebih kuat, hal ini justru lebih berpotensi merusak kepercayaan dan keintiman dalam rumah tangga. Rasa cemburu, hilangnya kepercayaan, bahkan kehilangan minat untuk melakukan hubungan intim lagi dengan pasangan bisa saja terjadi. 

Kalau sudah begitu, bisa dipastikan bahwa swinger lebih mungkin menyebabkan perpecahan ketimbang membawa manfaat. Selain itu, fantasi seksual yang dibiarkan terus dan dilakukan secara berlebihan bisa berujung pada penyimpangan atau kelainan. Hal ini juga bisa membuka peluang terjadinya tindak kriminal karena keinginan untuk memenuhi hasrat dan fantasi yang ada. 

Jika kamu merasa memiliki fantasi seksual berlebih dan mulai membutuhkan saran ahli, coba hubungi psikolog atau psikiater di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi ahli melalui Video/Voice Call dan Chat. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!



Referensi 
Bravo. Diakses pada 2020. Can Swinging Save a Marriage Like This Celeb Couple Claims? Why a Sex Expert Says Yes
Psychology Today. Diakses pada 2020. Swingers: Mentally Healthier Than Monogamous Peers
Madamenoire. Diakses pada 2020. Common Reasons People Become Swingers
Huffpost. Diakses pada 2020. When It Comes To Sex, Not Everyone Should Get Into The Swing Of Things. 
Kumparan. Diakses pada 2020. Fakta-Fakta Pelecehan Seksual Berkedok Riset Swinger di Yogyakarta.