• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia, Ini Alasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia, Ini Alasannya

Hot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia, Ini Alasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 November 2022

“Insomnia dapat disebabkan oleh banyak gangguan, salah satunya hot flashes. Sebab, saat seseorang mengalami kondisi ini, keringat yang dihasilkan di malam hari berlebihan sehingga sulit untuk tidur.”

Hot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia, Ini AlasannyaHot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami sensasi panas pada tubuh bagian atas secara tiba-tiba? Gangguan ini bisa jadi disebabkan oleh hot flashes. Untuk para wanita yang sudah memasuki masa menopause, gejala ini paling sering dirasakan.

Kondisi ini dipercaya juga dapat menyebabkan insomnia pada seseorang yang mengidapnya. Namun, masih banyak orang yang bingung korelasi antara dua kondisi ini. 

Penyebab Hot Flashes Dapat Sebabkan Insomnia

Mengutip jurnal dari Archives of Internal Medicine, wanita yang mengalami hot flashes parah saat menopause bisa menyebabkan insomnia kronis. Maka dari itu, dokter biasanya melakukan pemeriksaan terkait kondisi yang menyebabkan tubuh panas ini jika wanita terserang masalah tidur.

Bahkan dari penelitian tersebut, masalah kesulitan tidur dialami 80% dari jumlah wanita yang diteliti. Namun, masalah tidur ini lebih banyak yang mengatakan jika dimulai sebelum memasuki masa menopause, bukan saat mengalaminya.

Hot flashes dapat menimbulkan gejala berupa berkeringat di malam hari dan perubahan suasana hati. Tentunya hal ini dapat menyebabkan seseorang kekurangan tidur. Jika dibiarkan dapat menyebabkan insomnia kronis.

Lalu, apa sih yang menjadi faktor penyebab lainnya seseorang yang sudah memasuki masa menopause dengan insomnia?

1. Perubahan Hormonal

Selama menopause, wanita dapat mengalami penurunan kadar hormon estradiol yang meningkatkan kemungkinan terjadinya insomnia. Gejala ini dapat lebih parah saat penurunan hormon terjadi secara tiba-tiba. Momen ini dapat terjadi sebagai akibat dari pengangkatan indung telur.

2. Penurunan Kadar Melatonin

Melatonin adalah hormon yang terlibat dalam pengaturan pola tidur. Dengan pertambahan usia, kadar melatonin dapat menurun yang akhirnya menyebabkan gangguan tidur.

3. Kesehatan Mental

Menopause dapat menyebabkan perubahan besar pada tubuh, termasuk juga kesehatan mental. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan dan depresi, akhirnya memengaruhi pola tidur.

Insomnia yang disebabkan oleh menopause juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya depresi. Hubungan antara kemampuan untuk tidur dan suasana hati saling berkorelasi satu sama lain, serta perubahan kadar hormon juga dapat memengaruhi hal tersebut.

Perlu dipahami juga jika kadar hormon wanita sudah mulai berubah 7 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi. Wanita bisa jadi terus mengalami hot flashes dan insomnia selama beberapa tahun sebelumnya.

Saat kesulitan untuk tidur, beberapa wanita menggunakan obat tidur yang dijual bebas, seperti melatonin. Beberapa wanita lainnya mengonsumsi obat resep agar lebih mudah untuk tidur. Namun, konsumsi obat ini sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang.

Selain itu, perawatan lain dan terapi juga efektif dalam meredakan kesulitan tidur. Perlu juga untuk mengatasi berbagai faktor lainnya yang mungkin berkontribusi terhadap kualitas tidur yang buruk, seperti stres dan jarang berolahraga.

Nah, itulah pembahasan mengenai hubungan antara hot flashes dengan insomnia. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala berupa tubuh yang panas dan berkeringat banyak di malam hari, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan.

Untuk mendapatkan tindakan ini, fitur janji medis dari Halodoc bisa digunakan untuk melakukan pemesanan pemeriksaan terhadap kondisi ini. Sebelum mendapatkan kemudahan ini, download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan agar akses kesehatan bisa didapatkan kapan dan dimana saja. Unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Web MD. Diakses pada 2022. Hot Flashes Linked to Insomnia.
National Institute on Aging. Diakses pada 2022. Sleep Problems and Menopause: What Can I Do?
Vinmec. Diakses pada 2022. Hot flashes linked to insomnia.