Hugo Lloris Alami Dislokasi Siku Parah, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hugo Lloris Alami Dislokasi Siku Parah, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Jatuh dengan tumpuan yang salah membuat Hugo Lloris, Kiper Tottenham Hotspur, mengalami dislokasi siku, kala bertanding melawan Brighton & Hove Albion, Sabtu (05/10) lalu. Cedera parah ini membuat Lloris harus meninggalkan lapangan dan menjalani perawatan intensif.

Dislokasi siku yang dialami Lloris merupakan salah satu jenis cedera dislokasi sendi, yang terjadi ketika tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya. Tak hanya siku, kondisi ini juga dapat terjadi pada semua bagian sendi di tubuh, seperti bahu, jari, lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. 

Baca juga: Mengapa Sendi Rentan Alami Dislokasi?

Dislokasi siku, umumnya terjadi karena adanya benturan keras yang dialami oleh sendi. Pada kasus yang dialami Lloris, dislokasi siku yang dialami kemungkinan disebabkan karena benturan keras ketika terjatuh dengan siku sebagai tumpuan.

Selain karena benturan saat terjatuh, dislokasi siku dan sendi lainnya juga dapat terjadi karena berbagai faktor, yaitu:

  • Olahraga, seperti ketika bermain basket, sepak bola, senam, atau gulat.

  • Kecelakaan kendaraan bermotor.

  • Keturunan. Beberapa orang lahir dengan kondisi ligamen yang lemah, sehingga lebih rentan mengalami dislokasi.

  • Orang lanjut usia. Hal ini karena orang lanjut usia memiliki kecenderungan untuk jatuh dan mengalami dislokasi.

  • Anak-anak. Mereka cenderung memiliki aktivitas fisik yang tinggi dan kurang bisa mengontrol dirinya. Jika tidak diawasi oleh orang dewasa, maka dislokasi dapat terjadi karena terjatuh atau cedera saat bermain dengan teman-temannya.

Baca juga: Ganggu Aktivitas, Ini 3 Pertolongan Pertama Dislokasi Sendi

Gejala yang Terjadi Ketika Mengalami Dislokasi Siku

Ketika mengalami dislokasi siku atau dislokasi bagian sendi lainnya, gejala yang umum terjadi adalah:

  • Sendi bengkak dan memar.

  • Bagian sendi yang terkena berwarna merah atau menghitam.

  • Bentuk sendi menjadi tidak normal.

  • Terasa sakit ketika bergerak.

  • Mati rasa di sekitar area sendi.

Jika kamu orang di dekatmu mengalami dislokasi siku, sebaiknya segera cari bantuan medis atau pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat. Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang dislokasi siku, kamu bisa tanya-tanya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Mudah kok, mengobrol dengan dokter bisa dilakukan kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call.

Pengobatan untuk Dislokasi Siku

Pengobatan untuk dislokasi siku biasanya akan disesuaikan dengan area dan tingkat keparahan yang dialami. Beberapa bentuk pengobatan yang dapat dilakukan dokter adalah:

  • Reduksi. Dilakukan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

  • Imobilisasi. Setelah tulang kembali ke posisi semula, dokter akan menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi, seperti gips, selama beberapa minggu.

  • Operasi. Dilakukan jika dokter tidak bisa mengembalikan tulang ke posisi semula atau jika pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan dislokasi mengalami kerusakan.

  • Rehabilitasi. Dilakukan setelah penyangga sendi dilepas. Program rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendinya.

Baca juga: Kerap Dialami Atlet, Ini Cara Menangani Dislokasi Jari Kaki

Selain pengobatan medis tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sendiri untuk membantu proses penyembuhan, yaitu:

  • Mengistirahatkan sendi yang mengalami dislokasi dan hindari gerakan yang memicu rasa sakit.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, jika diperlukan. Jika nyeri yang dialami terasa menyiksa, kamu bisa minta resep obat pereda nyeri dari dokter, dan tebus obatnya lewat aplikasi Halodoc. Dalam waktu 1 jam, obat akan diantar ke alamatmu, lho.

  • Mengompres sendi dengan air hangat dan es. Letakkan es pada sendi yang terluka untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit, selama 1–2 hari pertama. Ketika rasa sakit dan peradangan mulai menghilang, gunakan kompres panas untuk membantu melemaskan otot-otot yang kencang dan sakit.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dislocation.
Healthline. Diakses pada 2019. Dislocation.