• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Alami Hiperemesis Gravidarum, Adakah Dampaknya untuk Janin?

Ibu Alami Hiperemesis Gravidarum, Adakah Dampaknya untuk Janin?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mual dan muntah adalah kondisi normal yang hampir semua ibu hamil pernah mengalaminya. Mual atau morning sickness biasanya timbul selama 3 bulan pertama kehamilan. Penyebab pasti mual dan muntah selama kehamilan disebabkan oleh peningkatan kadar hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah. Hormon HCG dilepaskan oleh plasenta.

Namun, ketika mual dan muntah terjadi secara ekstrem, maka disebut hiperemesis gravidarum.  Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan dan dehidrasi. Lantas, apakah hiperemesis gravidarum bisa memengaruhi sang janin? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: 5 Gejala dari Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diwaspadai

Apakah Hiperemesis Gravidarim Memengaruhi Janin?

Melansir dari Mayo Clinic, mual dan muntah ringan selama kehamilan biasanya tidak memberikan dampak apapun pada ibu maupun janin. Namun, apabila mual dan muntah terjadi terus-menerus, maka ibu hamil berisiko alami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan buang air kecil. Jika tidak diobati, hiperemesis gravidarum bisa menyebabkan janin kenaikan berat badan yang buruk selama kehamilan.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah ibu hamil mengalami deep vein thrombosis (trombosis vena dalam). Jika penanganan tidak segera dilakukan, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan organ-organ tubuh ibu hamil tidak berfungsi dengan baik dan bayi terlahir prematur.

Baca Juga: 5 Faktor Risiko Ibu Hamil Mengalami Hiperemesis Gravidarum

Cara Menangani Hiperemesis Gravidarum

Jenis perawatan yang diperlukan tergantung pada seberapa parah muntah yang dialami ibu hamil. Melansir dari Cleveland Clinic, perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala, yaitu:

  • Pilih makanan yang tepat. Pilihlah makanan yang tinggi protein, rendah lemak, dan mudah dicerna. Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan berminyak, pedas, dan berlemak. Makanan hambar, seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti bakar adalah contoh makanan yang mudah dicerna yang mengandung nutrisi baik.

  • Sering mengemil. Sebelum bangun tidur di pagi hari, coba untuk makan beberapa biskuit soda atau sepotong roti kering. Jika ibu sulit untuk makan tiga kali sehari akibat mual, ibu bisa mengemil biskuit atau roti kering sedikit demi sedikit namun sering. Jangan biarkan perut kosong karena bisa memperburuk mual.

  • Minum banyak cairan. Minum air putih atau minuman jahe dapat mengurangi mual. Usahakan untuk mengonsumsi enam hingga delapan cangkir cairan tanpa kafein setiap hari.

  • Perhatikan pemicu mual. Hindari makanan atau aroma yang membuat mual lebih buruk.

  • Hirup udara segar. Jika cuaca memungkinkan, buka jendela di rumah atau tempat kerja untuk menghirup udara segar.  

  • Bilas mulut setelah muntah. Asam dari perut dapat merusak enamel pada gigi. Pastikan untuk membilas mulut dengan secangkir air yang dicampur dengan satu sendok teh soda kue untuk membantu menetralkan asam dan melindungi gigi.

Baca Juga: Adakah Cara Pencegahan untuk Kondisi Hiperemesis Gravidarum?

Apabila perawatan di atas tidak membantu, periksakan ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Kini, ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengunjungi rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi. Dokter dapat memberikan cairan intravena untuk mencegah dehidrasi. Tersedia pula obat-obatan untuk mencegah mual dan muntah. Obat-obatan tersebut dapat diberikan melalui infus apabila ibu mengalami mual dan muntah yang ekstrem. 

Referensi :
Medline Plus. Diakses pada 2020. Hyperemesis gravidarum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Morning sickness.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Hyperemesis Gravidarum (Severe Nausea & Vomiting During Pregnancy).