Ibu Baru, Ini Cara Merawat Newborn yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ibu Baru, Ini Cara Merawat Newborn yang Perlu Diperhatikan

Halodoc, Jakarta – Segala sesuatu yang baru tentu mendebarkan dan membuat khawatir, termasuk ketika menjadi ibu baru. Tidak adanya pengalaman langsung merawat bayi baru lahir tentu akan menimbulkan banyak kebingungan. Nah daripada bingung, yuk simak beberapa tips dan cara merawat newborn berikut ini!

Pertama, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan ketika merawat bayi baru lahir, yaitu:  

1. Jaga Kebersihan

Karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa, ibu perlu memperhatikan baik-baik masalah kebersihan sebelum memegang atau menggendong bayi. Cucilah tangan terlebih dahulu sebelum menyentuhnya, agar terhindari dari bakteri dan virus yang dapat menyebabkan Si Kecil sakit.

Baca juga: 7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir

2. Berhati-Hati Saat Menggendong dan Mengajak Bayi Bermain

Menggendong bayi baru lahir tentu lebih membutuhkan kehati-hatian ketimbang menggendong bayi berusia 7 bulan lebih. Perhatikan cara memegang bagian kepala dan leher. Jangan pernah mengguncang tubuh bayi saat membangunkan atau menenangkannya, karena dapat memicu perdarahan otak

3. Jangan Mandikan Sebelum Tali Pusar Copot

Selama tali pusar bayi belum copot, sebaiknya jangan mandikan ia. Cukup seka badannya dengan menggunakan waslap atau handuk lembut. Ketika tali pusatnya sudah copot, ibu baru boleh memandikannya. Namun, perhatikan jenis sabun dan shampo yang digunakan. Pastikan untuk menggunakan produk yang diperuntukkan khusus untuk bayi.

Jika masih bingung dan khawatir jika produk yang digunakan bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi, kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc lewat Chat atau Voice/Video Call. Jangan lupa juga siapkan benda-benda pendukung lain yang diperlukan untuk memandikan bayi baru lahir, seperti handuk lembut dan bak mandi bayi. 

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

4. Ganti Popok Terus? Wajar Kok

Mengganti popok mungkin merupakan salah satu hal yang dianggap sulit bagi ibu baru, yang belum pernah mengganti popok bayi sebelumnya. Jika Si Kecil sering sekali butuh ganti popok, bahkan hingga 10 kali dalam sehari, itu wajar kok. Frekuensi ganti popok pada bayi baru lahir biasanya tergantung asupan yang diterimanya. Bayi yang sejak lahir diberi susu formula biasanya lebih sering pipis dan buang air besar, ketimbang bayi yang hanya diberi ASI.

Buang air besar pertama yang dialami bayi baru lahir adalah sekitar sehari atau dua hari sejak kelahirannya. Kotoran bayi baru lahir umumnya berwarna hitam. Perlu diketahui bahwa itu adalah mekonium, yaitu lendir, cairan ketuban, dan semua yang ditelan bayi saat berada di dalam kandungan.

Baca juga: Pahami 5 Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

5. Susui Bayi Sesering Mungkin

Bayi baru lahir umumnya perlu diberi susu sekitar 8-15 kali dalam sehari. Hal ini karena kapasitas perutnya yang masih sangat kecil. Ibu harus menyusuinya sesering mungkin tanpa menunggu hingga ia menangis atau berteriak. Sebab, ketika menangis, bayi malah akan lebih sulit menelan susu karena lidahnya tidak berada dalam posisi yang tepat untuk meneguk cairan. 

Perlu diketahui bahwa bayi baru lahir masih dalam proses belajar cara menyusu yang tepat. Itulah sebabnya pada hari-hari awal kehidupannya mungkin ia akan terlihat kesulitan. Namun, seiring waktu, bayi akan semakin menguasai proses ini.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Newborn care: 10 tips for stressed-out parents.
KidsHealth. Diakses pada 2019. For Parents. A Guide for First-Time Parents.
WebMD. Diakses pada 2019. Newborn Basics: What You Need to Care for Your New Baby.