• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG 3D yang Benar
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG 3D yang Benar

Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG 3D yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 November 2021
Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG 3D yang Benar

“Ada banyak pilihan pemeriksaan untuk tes USG kehamilan, tetapi jarang orang awam yang benar-benar paham cara membaca hasil USG. Padahal dengan mengetahui cara membaca hasil USG, kamu akan memahami lebih jauh kondisi bayi di dalam kandungan. Namun untuk hasil pemeriksaan USG 3D, kamu akan lebih mudah memahaminya karena gambarnya cukup jelas.”

Halodoc, Jakarta – Selama hamil, salah satu pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan teratur adalah pemeriksaan ultrasonografi atau yang biasanya dikenal dengan istilah USG. Ini adalah prosedur scanning dengan memanfaatkan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi yang akan memproyeksikan gambar janin di dalam kandungan. Meski begitu, USG juga bisa dilakukan untuk pemeriksaan non-kehamilan, seperti mendeteksi tumor

Kenyataannya, USG memang paling banyak digunakan untuk memonitoring tumbuh kembang janin dalam rahim pada wanita hamil. Namun terkadang, masih banyak juga orang yang tidak tahu cara membaca hasil USG. Meski dokter biasanya akan menjelaskan hasilnya, tetapi alangkah lebih baik jika kamu juga mengetahui cara membaca hasil USG tersebut guna mengetahui kondisi bayi sesungguhnya di dalam kandungan.

Baca juga: Ibu, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan yang Benar

Cara Membaca Hasil USG 3D

Tergantung preferensi atau anjuran dokter, kamu bisa memilih untuk melakukan jenis USG 2D atau 3D. Umumnya tidak ada perbedaan yang terlalu banyak antara cara membaca hasil USG 2D dan 3D. Hal yang membedakan keduanya adalah kejelasan gambar janin pada alat USG.

Umumnya USG 3D bisa menampilkan ciri-ciri wajah bayi dengan lebih detail. Selain itu, USG 3D juga baru akan disarankan oleh dokter ketika janin terindikasi mengalami kelainan tertentu seperti adanya celah langit-langit atau bibir sumbing. Meski begitu, tidak ada salahnya jika kamu melakukan USG 3D meski dokter tidak memintanya. Perlu diingat juga bahwa waktu terbaik untuk melakukan USG 3D adalah saat usia kehamilan mencapai 26 hingga 30 minggu.

Nah, berikut ini cara membaca hasil USG 3D yang perlu kamu ketahui:

Keterangan Foto

Ada beberapa hal dalam foto yang perlu kamu ketahui artinya:

  • GA (Gestational Age)

GA atau Gestational Age adalah perkiraan usia kehamilan. Angka ini didapat dari pengukuran diameter kepala hingga panjang kaki dan lengan janin.

  • GS (Gestational Sac)

GS atau Gestational Sac adalah istilah untuk kantung kehamilan. Keterangan ini akan muncul di pemeriksaan trimester pertama kehamilan, yaitu gambar menyerupai kantung yang nampak berbentuk bulat dan berwarna hitam.

  • BPD (Biparietal Diameter)

BPD akan menunjukkan ukuran tulang pelipis pada janin. Pemeriksaan BPD ini biasanya dilakukan saat usia kehamilan masuk trimester dua atau trimester tiga.

  • HC (Head Circumference)

Istilah HC atau Head Circumference merupakan keterangan tentang jumlah dan ukuran lingkar kepala janin pada saat pemeriksaan dilakukan.

  • CRL (Crown-rump Length)

Istilah CRL atau Crown Rump Length akan menunjukkan ukuran jarak bagian tubuh janin, yakni dimulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Pengukuran CRL ini umumnya dilakukan pada trimester pertama dan kedua.

  • AC (Abdominal Circumference)

Keterangan AC atau Abdominal Circumferential merupakan istilah untuk estimasi ukuran lingkar perut pada janin.

  • FL (Femur Length)

FL atau Femur Length pada keterangan hasil USG menunjukkan ukuran dan panjang tulang paha janin pada saat pemeriksaan.

  • FHR (Fetal Heart Rate)

FHR atau Fetal Heart Rate merupakan frekuensi detak jantung janin di dalam kandungan.

  • EDD (Estimated Due Date)

EDD alias Estimated Due Date sering disebut sebagai hari perkiraan lahir (HPL). Ini akan menunjukkan perkiraan tanggal persalinan berdasarkan perhitungan dari hari pertama siklus menstruasi terakhir.

  • LMP (Last Menstrual Period)

LMP atau Last Menstrual Period menunjukkan hitungan dari hari pertama siklus menstruasi terakhir untuk mengetahui usia janin.

Baca juga: Ketahui Jenis Kelamin Bayi dengan Jelas Melalui USG 4D

Membedakan Warna pada Foto USG

Ultrasonografi adalah alat non-invasif sehingga alat ini tidak akan menembus tulang seperti halnya X-Ray, ia hanya memanfaatkan gelombang suara. Berbagai jaringan tubuh pun akan mengeluarkan suara secara berbeda, ada jaringan yang menyerap gelombang suara sementara yang lain memantulkannya.

Karena hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan intensitas warna pada hasil USG meski warnanya monokrom. Untuk warna hitam, maka ini akan menunjukkan cairan, warna abu-abu menunjukkan jaringan, sementara itu warna putih menunjukkan tulang. Semakin padat jaringannya, akan semakin terang warnanya. Itulah kenapa dalam cara membaca hasil USG, tulang kelihatan yang paling terang.

Orientasi Janin

Orientasi janin dalam cara membaca hasil USG yang dimaksud adalah melibatkan posisi dan juga pergerakan janin di dalam rahim selama pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui di aman letak kepala bayi, menghadap ke mana, apakah janin dalam posisi yang tepat, dan sebagainya.

Baca juga: Inilah Perbedaan antara USG 3D dan USG 4D

Itulah cara membaca hasil USG 3D yang perlu kamu ketahui. Jika kamu sedang hamil dan ingin melakukan pemeriksaan USG, sebaiknya segera buat janji di rumah sakit melalui Halodoc supaya lebih praktis dan tak perlu antri. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021.  Pregnancy Ultrasound.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Fetal Ultrasound. 
Web MD. Diakses pada 2021. Fetal Biometry.