• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Begini Cara Menghadapi Body Shaming pada Anak

Ibu, Begini Cara Menghadapi Body Shaming pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Body shaming bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Body shaming adalah sebutan yang digunakan untuk perbuatan atau ucapan yang dilakukan dengan tujuan mempermalukan kondisi fisik seseorang. Hal ini bisa datang dari siapa saja, termasuk orang terdekat bahkan orangtua. Lantas, bagaimana cara menghadapi perilaku body shaming

Sayangnya, tidak semua orang bisa menghadapi pelaku body shaming dengan baik. Pada anak-anak, hal ini mungkin akan terasa lebih berat. Maka dari itu, dibutuhkan peran orangtua dalam mendampingi anak yang mengalami body shaming. Selain memastikan bahwa pelaku body shaming berhenti atau setidaknya tidak lagi berada di sekitar Si Kecil, ada beberapa hal lain yang juga bisa ibu lakukan untuk membantu anak menghadapi perlakuan body shaming

Baca juga: Dampak Body Shaming pada Kesehatan Mental

Membantu Anak Menghadapi Body Shaming 

Orangtua mungkin tidak akan bisa menutup semua mulut orang yang berkomentar tidak baik terhadap fisik anak. Selain itu, ada hal-hal lain terkait body shaming yang tidak bisa diubah. Namun, ibu bisa membantu menanamkan rasa percaya diri dan mengubah cara berpikir Si Kecil saat menghadapi pelaku body shaming. Ada beberapa cara yang bisa dicoba dalam membantu anak menghadapi body shaming

  • Menerima Diri Sendiri 

Salah satu cara untuk membantu anak menghadapi body shaming adalah ajarkan konsep tentang menerima diri sendiri. Katakan pada Si Kecil bahwa tidak ada yang salah dengan kulit gelap, tubuh kurus, atau rambut keriting. Tanamkan dalam diri anak bahwa hal itu bukanlah hal yang negatif, sehingga kepercayaan dirinya akan kembali tumbuh. 

  • Mensyukuri Kondisi Diri 

Setelah bisa menerima diri sendiri, tahap selanjutnya adalah mensyukuri kondisi diri. Ingatkan pada anak bahwa akan selalu ada hal dari diri yang patut untuk disyukuri. Sampaikan apa saja hal-hal baik yang dimiliki Si Kecil agar dirinya tidak merasa terpukul atau malu karena perlakukan body shaming.

Baca juga: Meski Bercanda, Mengejek Fisik Orang Bisa Sebabkan Depresi

  • Inner Supporter 

Tidak ada salahnya untuk membangun inner supporter, misalnya dengan mengatakan “kamu adalah anak yang cantik dan pintar”. Ibu bisa membiasakan untuk mengatakan hal tersebut pada Si Kecil dan minta dirinya untuk mengulang kalimat-kalimat tersebut. Semakin sering diulang, anak akan semakin mempercayai hal tersebut dan bisa dengan mudah menghadapi pelaku body shaming dan tidak mempedulikannya lagi.  

  • Ubah Cara Memandang Diri 

Menghadapi body shaming juga bisa dilakukan dengan mengubah cara memandang diri sendiri. Jangan biarkan Si Kecil mempercayai bahwa bentuk tubuhnya atau kondisi fisiknya buruk. Sebab, kepercayaan dan informasi itulah yang akan selalu diproses otak dan bisa membuat anak semakin terpuruk. Maka dari itulah, bantulah dulu anak untuk mengubah caranya memandang diri sendiri. 

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak menghadapi body shaming. Perhatikan ciri-ciri apakah Si Kecil mengalami hal ini atau tidak, sehingga bisa dengan cepat ditangani. Anak yang mengalami body shaming biasanya akan menunjukkan gejala seperti merasa malu, sering bersembunyi, dan menghindari tampil di depan umum. Selain itu, tentu ada gejala lain yang juga bisa muncul. 

Baca juga: Alami Baby Shaming Seperti Tasya Kamila? Ini Cara Hadapinya

Jika anak menunjukkan tanda mengalami body shaming dan gejalanya mulai memburuk, ibu bisa mengajak Si Kecil untuk membicarakan hal tersebut pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi psikolog dengan mudah melalui Video/Voice Call dan Chat. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Wow Parenting. Diakses pada 2021. Effects of body shaming on children. How to protect kids from body shaming?
Psychology Today. Diakses pada 2021. How to Overcome Body Shame.