Ibu Hamil Alami Penyakit Asam Lambung, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   08 Desember 2020
Ibu Hamil Alami Penyakit Asam Lambung, Kapan Harus ke Dokter?Ibu Hamil Alami Penyakit Asam Lambung, Kapan Harus ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu keluhan yang terbilang umum pada ibu hamil. Ketika menyerang seseorang, GERD bisa memunculkan sensasi terbakar di dada akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan. 

Penyakit asam lambung bisa membuat pengidapnya mengalami nyeri pada bagian ulu hati. Ingat, meski umumnya bukan persoalan yang serius, penyakit asam lambung pada ibu hamil tak boleh dipandang sebelah mata.

Lalu, kapan sebaiknya ibu hamil perlu mengunjungi dokter bila mengidap kondisi ini?

Baca Juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

Gegara Perubahan Hormon dan Perkembangan Janin

Penyakit asam lambung pada ibu hamil tidaklah terjadi begitu saja. Menurut ahli di National Institutes of Health, selain obesitas, konsumsi alkohol, dan merokok, kehamilan adalah salah satu faktor risiko yang bisa memicu terjadinya penyakit asam lambung.

Lantas, apa sih penyebab GERD pada ibu hamil? Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang menyebabkan naiknya asam lambung. Lambung memiliki katup yang disebut sfingter kardia, yaitu otot berbentuk cincin yang letaknya di antara tenggorokan dan lambung.

Ketika ibu menelan makanan, sfingter kardia akan melemas, sehingga makanan tersebut bisa masuk ke lambung. Kemudian, sfingter kardia ini berkontraksi setelah makanan masuk, tujuannya agar makanan dari lambung tak kembali naik ke tenggorokan.

Perubahan hormon pada kehamilan ini dapat mengurangi kekuatan otot sfingter. Alhasil, asam lambung mudah naik ke tenggorokan. Di samping itu, pertumbuhan janin (terutama di trimester kedua dan ketiga) yang semakin besar bisa membuat lambung semakin tertekan, sehingga membuat isi lambung terdorong ke atas.

Nah, ibu hamil yang mengidap GERD dan tak kunjung membaik, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Baca Juga: Jangan Sepelekan 3 Bahaya Akibat Asam Lambung

Kembali ke tajuk utama, kapan sebaiknya ibu hamil perlu menemui dokter ketika mengalami GERD?

Kapan Perlu ke Dokter?

Penyakit asam lambung pada ibu hamil sebenarnya bukanlah kondisi yang membahayakan. Meski begitu, GERD pada ibu hamil bisa menimbulkan ketidaknyamanan hingga memicu nyeri ulu hati. Hati-hati, kondisi ini biasanya akan makin menjadi-jadi pada malam hari. 

Lalu, kapan sebaiknya ibu hamil perlu menemui dokter ketika mengidap GERD? Ingat, segera temui dokter bila ibu sering mengalami gejala GERD hingga membuat terbangun di malam hari.

Apalagi bila kondisi ini disertai dengan kesulitan menelan, batuk, penurunan berat badan, atau tinja berwarna hitam. Kondisi ini bisa jadi menandai masalah kesehatan yang lebih serius. 

Nah, di sini dokter akan membantu bumil untuk mengontrol GERD untuk melindungi ibu dari komplikasi yang dapat menyebabkan kerusakan kerongkongan.

Menurut ahli di National Institutes of Health, segeralah temui dokter bila GERD tidak kunjung membaik dan disertai:

  • Tersedak (batuk, sesak napas).
  • Merasa cepat kenyang saat makan.
  • Sering muntah.
  • Suara serak.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau nyeri saat menelan (odynophagia).
  • Penurunan berat badan.
  • Merasa seperti ada makanan atau pil yang menempel di belakang tulang dada.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kehamilan lainnya? Ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Gastroesophageal reflux disease
Healthline. Diakses pada 2020. Heartburn, Acid Reflux, And GERD During Pregnancy.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan