• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Idap Hipertensi Berisiko Alami Sindrom HELLP?

Ibu Hamil Idap Hipertensi Berisiko Alami Sindrom HELLP?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Sindrom HELLP adalah akronim dari tiga kelainan utama yang terlihat pemeriksaan laboratorium. HELLP adalah singkatan dari Hemolisis, EL enzim hati yang meningkat, dan LP jumlah trombosit yang rendah. 

Sindrom HELLP adalah kelainan langka yang dapat terjadi pada kurang dari 1 persen kehamilan. Ibu hamil yang mengidap hipertensi berisiko mengalami HELLP. Soalnya HELLP adalah bentuk preeklamsia yang parah. 10-20 persen bumil yang mengalami preeklamsia juga akan mengembangkan sindrom HELLP.

Mengenal Lebih Jauh Sindrom HELLP

Hemolisis mengacu pada pemecahan sel darah merah. Pada orang dengan hemolisis, sel darah merahnya mengalami kerusakan secara cepat. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kadar sel darah merah dan akhirnya dapat menyebabkan anemia, yaitu suatu kondisi ketika darah tidak membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Apa Penyebab Sindrom HELLP pada Ibu Hamil?

Kemudian enzim hati yang meningkat menunjukkan bahwa hati tidak berfungsi dengan baik. Sel hati yang meradang atau terluka mengeluarkan sejumlah besar bahan kimia tertentu, termasuk enzim, ke dalam darah.

Trombosit adalah komponen darah yang membantu pembekuan. Ketika kadar trombosit rendah, ibu hamil mengalami peningkatan risiko pendarahan yang berlebihan. Gejala sindrom HELLP sangat mirip dengan flu perut. Gejala tersebut mungkin tampak sebagai gejala kehamilan yang normal. Namun, penting untuk segera menemui dokter jika bumil mengalami gejala seperti flu selama kehamilan. 

Hanya dokter yang dapat memastikan bahwa gejala yang dialami tersebut tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Gejala sindrom HELLP dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi yang paling umum meliputi:

1. Merasa umumnya tidak sehat atau lelah.

2. Sakit perut, terutama di perut bagian atas.

3. Mual.

4. Muntah.

5. Sakit kepala.

6. Bengkak, terutama di tangan atau wajah.

7. Kenaikan berat badan yang berlebihan dan tiba-tiba.

8. Penglihatan kabur, kehilangan penglihatan, atau perubahan penglihatan. 

9. Sakit kepala.

10. Sakit bahu.

11. Nyeri saat menarik napas dalam.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bumil mungkin juga akan mengalami kebingungan dan kejang. Tanda dan gejala ini biasanya menunjukkan sindrom HELLP lanjut dan harus segera dievaluasi oleh dokter.

Baca juga: Penyebab Bumil Rentan Alami Sakit Pinggang

Informasi selengkapnya mengenai hipertensi pada bumil dan sindrom HELLP bisa ditanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor bumil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Risiko Sindrom HELLP

Penyebab sindrom HELLP tidak diketahui, tetapi ada faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko bumil mengembangkan kondisi ini. Preeklamsia merupakan faktor risiko terbesar. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, dan biasanya terjadi selama trimester terakhir kehamilan. 

Baca juga: Hipotensi Berulang saat Hamil Apa Penyebabnya?

Gejala kondisi ini juga muncul lebih awal pada kehamilan atau postpartum (dalam kasus yang jarang terjadi). Tidak semua wanita hamil dengan preeklamsia akan mengalami sindrom HELLP. Faktor risiko lain bumil terindikasi sindorm HELLP adalah:

1. Berusia di atas 35 tahun.

2. Ras Afrika-Amerika.

3. Obesitas.

4. Pernah mengalami kehamilan sebelumnya.

5. Mengidap diabetes atau penyakit ginjal.

6. Mengalami tekanan darah tinggi.

7. Riwayat preeklamsia.

Bumil juga bisa berisiko lebih tinggi terkena sindrom HELLP jika ibu hamil memiliki kondisi tersebut selama kehamilan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa sindrom HELLP ini pada banyak situasi meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. HELLP Syndrome.
Preeclampsia Foundation. Diakses pada 2020. Hellp Syndrome.