• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Idap Pneumonia, Berpengaruhkah pada Janin?

Ibu Hamil Idap Pneumonia, Berpengaruhkah pada Janin?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sudah menjadi tugas utama bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan membiasakan pola hidup serta pola makan yang sehat. Bukan tanpa alasan, ibu yang sedang hamil tidak hanya bertugas untuk memastikan tubuhnya sendiri sehat, tetapi juga harus memastikan bahwa janin yang sedang bertumbuh dan berkembang didalam rahim pun berada dalam kondisi sehat. 

Memang, ibu hamil sangat rentan terserang penyakit karena imunitas tubuhnya cenderung melemah ketika sedang mengandung. Namun, ada beberapa ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit yang terbilang serius, salah satunya adalah pneumonia, infeksi paru yang risikonya begitu mematikan. Tidak hanya untuk anak dan dewasa pria, tetapi juga untuk ibu hamil. Lalu, apakah kondisi ini berbahaya bagi janin?

Pneumonia pada Ibu Hamil

Imunitas tubuh ibu hamil yang terbilang lemah memainkan peran terhadap munculnya pneumonia kala hamil. Penyakit ini terjadi karena virus flu yang menginfeksi tubuh ibu hamil, terutama di bagian paru-paru. Namun, ada pula kondisi pneumonia yang terjadi karena infeksi virus lainnya, yaitu cacar air dan sindrom distres pernapasan. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Masih ada lagi kemungkinan terjadinya pneumonia pada ibu hamil, yaitu karena infeksi bakteri dan kondisi, seperti anemia, asma, kebiasaan buruk merokok, dan sering sekali mengunjungi rumah sakit yang memang rentan menularkan infeksi virus maupun bakteri. Inilah mengapa ibu hamil dianjurkan untuk tetap rutin memeriksakan kandungan setiap bulan. Jangan malas, karena sekarang membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit terdekat tidak lagi sulit, karena adanya aplikasi Halodoc yang bisa ibu pakai kapan dan di mana saja. 

Bahaya Pneumonia bagi Janin 

Ketika terindikasi pneumonia, ibu akan merasakan gejala, seperti sesak napas, badan yang terasa panas dingin, batuk yang semakin memburuk, lelah berlebihan, demam, muntah, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit di seluruh tubuh, tidak nafsu makan, dan napas yang semakin memburu. Waspada, karena gejala ini mirip dengan indikasi penyakit lainnya. Jadi, apabila ibu sedang hamil dan mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter. 

Baca juga: Pneumonia Sebabkan Kematian pada Balita, Ini Penjelasannya

Oleh karena terjadi sesak napas, tentunya akan terjadi pula penurunan asupan oksigen yang beredar ke seluruh tubuh. Pastinya, kondisi ini pun sangat berpengaruh terhadap janin. Dalam kondisi pneumonia yang cukup parah, komplikasi yang mungkin terjadi adalah bayi akan lahir sebelum waktunya alias prematur, ibu akan mengalami keguguran, gagal napas dan bayi lahir dengan berat badan rendah. 

Selain itu, aliran darah pun bisa turut terkena dampaknya apabila infeksi pada paru-paru sudah menyebar luas. Untungnya, meski ibu hamil dengan pneumonia akan mengalami batuk yang sulit sembuh, kondisi ini tidak menghadirkan dampak serius bagi janin. Ini disebabkan karena cairan ketuban yang berperan sebagai pelindung bayi dari getaran dan tekanan yang terjadi ketika ibu batuk atau bersin. 

Baca juga: Ibu Hamil, Wajib Pahami Fakta dan Penyebab Kelahiran Prematur

Cegah Pneumonia untuk Kehamilan Sehat

Pola hidup yang dipadu dengan pola makan sehat bisa mencegah ibu hamil dari serangan berbagai penyakit, termasuk pneumonia. Ibu hanya perlu membiasakan mencuci tangan selepas menggunakan toilet, setelah beraktivitas, dan sebelum makan. Jangan lupa, hindari merokok dan berkontak langsung dengan orang yang sakit, pun pastikan ibu cukup beristirahat. Tak ketinggalan, olahraga dan konsumsi makanan sehat serta rutin melakukan vaksin flu. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. What Happens when You Develop Pneumonia while Pregnant?
Medical News Today. Diakses pada 2019. Pneumonia During Pregnancy: What You Need to Know.
Momjunction. Diakses pada 2019. Pneumonia During Pregnancy - Causes, Symptoms and Prevention.