• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Mendengkur, Waspada Kondisi Ini

Ibu Hamil Mendengkur, Waspada Kondisi Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ibu Hamil Mendengkur, Waspada Kondisi Ini

“Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron yang tinggi menyebabkan pembuluh darah di hidung terbuka lebih lebar. Hal ini bisa menyebabkan hidung tersumbat dan mendengkur saat tidur. Ibu hamil perlu mewaspadai dampak jika tidur mendengkur. Ada sejumlah cara untuk mencegah tidur mendengkur.”

Halodoc, Jakarta Mendengkur merupakan gangguan tidur yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada ibu hamil. Banyak ibu hamil yang mulai merasa terganggu dan mengalami kesulitan tidur di malam hari, seiring dengan semakin bertumbuhnya janin yang ada di dalam kandungan. Risiko mendengkur atau gangguan tidur lainnya menjadi lebih besar setelah memasuki trimester tiga kehamilan.  

Ibu hamil yang mendengkur saat tidur harus mewaspadai kondisi sleep apnea. Pasalnya, gangguan tidur yang satu ini memang ditandai dengan mendengkur dan menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Pada kondisi yang parah, sleep apnea bisa menyebabkan pernapasan berhenti dalam waktu singkat dan hal itu bisa sangat berbahaya, baik bagi ibu maupun janin yang dikandung.  

Baca juga: Insomnia Bukan karena Stres tetapi Kebiasaan Tidur?

Dampak Sleep Apnea pada Ibu Hamil  

Ibu hamil rentan mengalami gangguan tidur, salah satunya mendengkur. Sebuah penelitian dari University of Michigan menyebut bahwa ada 35 persen wanita hamil yang mengalami gangguan ini. Kabar buruknya, mendengkur selama masa kehamilan ternyata bisa memberi dampak negatif pada ibu maupun bayi. Mendengkur juga bisa terjadi pada wanita yang tidak pernah mengalami kondisi ini sama sekali sebelumnya. 

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ibu hamil mendengkur, seperti perubahan hormon dan peningkatan berat badan. Ibu hamil yang mendengkur sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu minggu bisa meningkatkan risiko gangguan persalinan, operasi Caesar, serta memengaruhi ukuran bayi yang dilahirkan. Berikut dampak mendengkur atau sleep apnea selama masa kehamilan: 

  • Berat Badan Bayi Rendah 

Sleep apnea disebut bisa berpengaruh pada kondisi bayi yang dikandung, terutama pada berat badan. Ibu hamil yang mendengkur disebut rentan melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau di bawah rata-rata. Sayangnya, bayi yang lahir dengan kondisi ini akan lebih rentan terserang berbagai penyakit dalam jangka panjang. 

Baca juga: Mengapa Mendengkur saat Tidur

  • Persalinan Caesar 

Mendengkur selama hamil bisa memengaruhi ukuran bayi yang dilahirkan. Kondisi ini disebut bisa menyebabkan bayi yang dikandung memiliki ukuran lebih kecil dan hal itu meningkatkan kemungkinan ibu harus menjalani persalinan Caesar. Dalam kondisi yang lebih parah, bayi bisa saja harus dilahirkan segera melalui proses persalinan Caesar darurat. 

  • Preeklamsia

Ibu hamil yang mengalami sleep apnea dan sering mendengkur disebut lebih rentan mengalami peningkatan tekanan darah dan berujung pada preeklamsia. Tekanan darah tinggi alias hipertensi pada ibu hamil adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Ibu hamil yang mendengkur disebut punya risiko hingga dua kali lipat mengalami tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Kondisi preeklamsia ditandai dengan gejala berupa sakit kepala parah, muntah, gangguan penglihatan, serta nyeri hebat pada perut bagian atas. 

Penyebab Ibu Hamil Mendengkur saat Tidur

Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron yang tinggi menyebabkan pembuluh darah di hidung terbuka lebih lebar. Hal ini menyebabkan hidung tersumbat. Hormon juga menyebabkan jaringan hidung membengkak, sehingga menambah masalah. 

Di sisi lain, ada hubungan antara berat badan sebelum hamil dan mendengkur. Semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) sebelum hamil, semakin besar kemungkinan ibu mendengkur. Hal ini mungkin karena beban ekstra di sekitar jaringan lunak pada leher. Kondisi ini mempersempit saluran udara, sehingga mempengaruhi seberapa baik ibu hamil bernapas saat tidur, yang bisa menyebabkan mendengkur. 

Baca juga: 7 Mitos Kehamilan Trimester Ketiga yang Perlu Diketahui

Pencegahan Tidur Mendengkur pada Ibu Hamil

Risiko gangguan tidur ini meningkat pada trimester ketiga. Cara terbaik untuk mencegah atau menghindari sleep apnea adalah dengan menjaga asupan makanan selama hamil. Pasalnya, peningkatan berat badan yang berlebih bisa saja menjadi pemicu gangguan pernapasan terjadi selama kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga bisa melakukan olahraga yang dianjurkan dan aman agar tubuh tetap bugar hingga waktu persalinan tiba. 

Perlu diketahui, tidur dengan posisi telentang bisa memperburuk dengkuran. Ibu hamil perlu mencoba tidur dengan posisi miring, dan angkat kepala sedikit dengan bantal. Membiasakan tidur miring juga baik untuk bayi dalam kandungan karena mengurangi risiko lahir mati.

Kiat-kiat berikut juga bisa membantu mengurangi dengkuran pada ibu hamil:

  • Lakukan olahraga secara teratur.
  • Tinggikan bantal agar kepala terangkat saat tidur.
  • Kenakan strip hidung atau dilator hidung agar lubang hidung tetap terbuka lebar. 
  • Hentikan konsumsi alkohol dan merokok. Ini adalah pemicu tidur mendengkur, dan keduanya berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan. 
  • Ibu juga bisa menggunakan minyak esensial atau minyak kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat. 

Cari tahu lebih lanjut seputar gangguan tidur mendengkur atau sleep apnea pada ibu hamil dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 




Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. Sleep Disorders: Every Important Fact to Know About Symptoms, Diagnosis, and Treatments.
What to Expect. Diakses pada 2019. Obstructive Sleep Apnea During Pregnancy.
Prevention. Diakses pada 2019. The Strange Risk Of Snoring While Pregnant.
Everyday Health. Diakses pada 2019. Snoring During Pregnancy May Harm Your Baby's Health.
Baby Center. Diakses pada 2021. Snoring and congestion in pregnancy