• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Mengidap Epilepsi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Mengidap Epilepsi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan

Ibu Hamil Mengidap Epilepsi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 20 April 2021
Ibu Hamil Mengidap Epilepsi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan

Halodoc, Jakarta – Bagi wanita yang mengidap epilepsi, kamu mungkin khawatir bila ingin merencanakan kehamilan. Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah aman untuk hamil dengan epilepsi? Apakah epilepsi bisa membahayakan kehamilan? Lalu, bagaimana cara mengatasi kejang saat hamil?

Jangan khawatir, kebanyakan wanita yang mengidap epilepsi bisa menjalani kehamilan dengan baik dan melahirkan bayi yang sehat. Meski begitu, epilepsi tetap berpotensi mengganggu dan menyebabkan masalah selama kehamilan. Bagi wanita yang mengidap epilepsi dan berencana untuk hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kehamilan bisa berjalan dengan aman dan sehat. 

Baca juga: Epilepsi Bisa Sembuh atau Selalu Kambuh?

Apa Dampak Epilepsi pada Kehamilan?

Sebelum memutuskan untuk hamil, pengidap epilepsi perlu mengetahui dulu risiko apa yang bisa terjadi bila hamil dalam kondisi epilepsi. 

Respons tubuh tiap wanita berbeda-beda terhadap kehamilan. Bagi kebanyakan ibu hamil yang mengidap epilepsi, kejang yang mereka alami tetap sama. Sementara pada beberapa ibu hamil, kejang menjadi lebih jarang.

Namun, tidak dipungkiri, kehamilan yang cukup menguras fisik dan emosional bisa menyebabkan kejang terjadi lebih sering dan parah pada beberapa wanita. Apalagi bila pengidap kurang tidur atau tidak minum obat sesuai resep. Nah, kejang bisa memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.

Berikut ini dampak yang bisa terjadi pada janin bila mengalami kejang selama kehamilan:

  • Memperlambat detak jantung janin.
  • Mengurangi oksigen ke janin.
  • Cedera janin, terpisahnya plasenta dari rahim sebelum waktunya (solusio plasenta) atau keguguran karena trauma, seperti jatuh saat kejang.
  • Meningkatkan risiko persalinan prematur.

Baca juga: 4 Faktor yang Memicu Pengidap Epilepsi Mengalami Kejang

Tidak hanya kejang, obat epilepsi juga bisa berpengaruh pada kondisi janin. Penelitian sudah menunjukkan bahwa mengonsumsi beberapa jenis obat anti epilepsi selama kehamilan bisa meningkatkan risiko bayi tidak berkembang secara normal. Hal ini bisa mengakibatkan bayi mengalami masalah, seperti spina bifida, bibir sumbing, atau kelainan jantung.

Beberapa obat juga bisa meningkatkan risiko bayi untuk mengalami masalah perkembangan otak, seperti keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa, dan masalah dengan memori perhatian.

Meski begitu, bagi kebanyakan wanita yang mengidap epilepsi, cara terbaik adalah tetap melanjutkan pengobatan selama kehamilan. Namun, untuk meminimalkan risiko masalah kesehatan tersebut, ibu bisa membicarakan terlebih dahulu dengan dokter umum atau ahli saraf tentang obat-obatan sebelum ibu hamil atau saat merencanakan kehamilan.

Dokter bisa meresepkan alternatif obat atau mengurangi dosis agar aman untuk kehamilan. Membuat perubahan pada pengobatan lebih baik dilakukan sebelum hamil daripada selama kehamilan.

Ingat, jangan mengubah pengobatan atau berhenti minum obat tanpa saran dokter terutama, selama kehamilan. Hal ini karena kejang yang parah selama kehamilan bisa membahayakan atau menyebabkan cedera pada ibu dan bayi.

Tips Menjalani Kehamilan dengan Epilepsi

Dengan mengambil tindakan pencegahan, wanita dengan epilepsi sebenarnya memiliki peluang yang tinggi untuk melahirkan anak yang sehat, yaitu lebih besar dari 90 persen. Risiko masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh epilepsi juga bisa dikurangi dengan bekerja sama dengan dokter.

Namun, agar kehamilan bisa berjalan dengan sehat dan aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu pengidap epilepsi:

1.Bekerja sama dengan Dokter

Sebelum mencoba untuk hamil, jadwalkan pertemuan dengan dokter kandungan yang akan menangani kehamilan ibu. Penting untuk menemui dokter spesialis, seperti ahli saraf. Ia bisa membantu mengevaluasi seberapa baik ibu mengelola epilepsi dan mempertimbangkan untuk mengubah pengobatan sebelum kehamilan dimulai.

Bila ibu sering mengalami kejang sebelum hamil, ibu mungkin akan disarankan untuk menunggu sebelum hamil sampai epilepsi terkontrol dengan baik.

2.Minum Obat Anti Kejang sesuai Resep

Ibu juga perlu mengonsumsi obat anti kejang persis seperti yang diresepkan dokter. Jangan menyesuaikan dosis obat atau berhenti minum obat sendiri. Pasalnya, hal itu bisa menyebabkan kejang menjadi tidak terkontrol yang bisa menimbulkan risiko lebih besar bagi bayi ibu.

3.Jaga Pola Hidup Sehat

Penting juga untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, mengonsumsi vitamin prenatal, dan tidur yang cukup.

Baca juga: Makanan untuk Pengidap Epilepsi

Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bila ibu dengan epilepsi ingin merencanakan kehamilan. Bila ibu ingin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil, buat janji saja dengan dokter di rumah sakit pilihan ibu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Epilepsy and pregnancy: What you need to know
National Health Service. Diakses pada 2021. Epilepsy and pregnancy