• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Penting untuk Lakukan Tes Swab Antigen

Ibu Hamil Penting untuk Lakukan Tes Swab Antigen

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, imunitas tubuh ibu akan mengalami penurunan. Artinya, ibu akan rentan terserang penyakit, terlebih yang disebabkan karena infeksi. Sayangnya, selain lansia, ibu hamil juga termasuk ke dalam golongan orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona. Ini artinya, ibu harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan, sehingga bisa terhindar dari paparan virus dan penyakit lainnya.

Menjelang hari kelahiran, rasa khawatir biasanya akan muncul, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Berbagai hal berkecamuk di dalam pikiran. Apakah ada yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya paparan? Mengingat rumah sakit atau klinik menjadi lokasi yang paling rawan penularan penyakit COVID-19. Perlukah ibu hamil menjalani prosedur swab antigen?

Sebaiknya, Ibu Hamil Juga Melakukan Swab Antigen

Perubahan hormonal menjadi penyebab menurunnya imunitas tubuh ibu ketika sedang mengandung. Meski begitu, kini semua fasilitas kesehatan memberlakukan peraturan ketat guna memastikan bahwa kondisi ibu, ayah, calon bayi, dan tim medis dalam kondisi yang sehat dan tidak terindikasi paparan. 

Baca juga: Coronavirus pada Ibu Hamil, Berbahayakah bagi Janin?

Salah satu aturan kesehatan yang ditetapkan pada fasilitas kesehatan, yaitu keharusan ibu hamil dan pendamping melakukan pemeriksaan rapid test antigen atau swab antigen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya virus pada ibu yang sedang hamil dan hendak melahirkan dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. 

Proses swab antigen pada ibu hamil tidak jauh berbeda dengan prosedur yang dilakukan orang lain, yaitu pengambilan sampel melalui hidung atau tenggorokan dengan alat yang berbentuk seperti cotton bud dengan tangkai yang lebih panjang. Hasil dari pemeriksaan ini biasanya tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 15 sampai 60 menit. 

Baca juga: Virus Corona Terdeteksi di ASI, Ketahui Faktanya

Pasalnya, beberapa ibu hamil ternyata terindikasi positif terserang penyakit COVID-19 meski tanpa ada gejala. Jika tidak dilakukan pemeriksaan, bukan tidak mungkin ibu justru bisa menularkan virus corona kepada ibu atau anak lain yang sedang berada di satu lokasi yang sama, terlebih jika tidak menjaga jarak. 

Namun, jika ibu ingin mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat lagi, ibu bisa memilih prosedur PCR. Dibandingkan dengan swab antigen, PCR memiliki tingkat akurasi hingga 90 persen, meski biaya yang perlu ibu keluarkan juga terbilang tidak murah. Jika ibu membutuhkan informasi tentang swab antigen atau PCR pada ibu hamil, tanyakan langsung pada dokter ahli kandungan di aplikasi Halodoc, ya!

Pentingnya Menjaga Kehamilan saat Pandemi

Demi mencegah terjadinya penularan dari orang-orang yang tidak menunjukkan gejala di luar sana, ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah jika memang tidak terpaksa. Hindari keramaian dan sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja demi kehamilan yang lebih sehat.

Baca juga: Ini 4 Risiko yang Terjadi pada Ibu Hamil yang Positif Corona

Jika memang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, sebaiknya ibu mengenakan masker dan menghindari kontak langsung dengan orang lain. Jagalah jarak aman, setidaknya satu hingga dua meter. Jangan lupa, selalu mencuci tangan setiap kali ibu selesai menggunakan toilet, setelah beraktivitas atau hendak makan, karena penularan dengan mudah terjadi pada orang yang tidak rajin mencuci tangan.

Apabila ibu kesulitan menemukan air bersih dan sabun ketika sedang beraktivitas di luar rumah, selalu bawa tisu basah, tisu kering, dan jangan lupa pembersih tangan hand sanitizer. Meski tidak bisa membersihkan tangan sebaik air bersih dan sabun, tetapi setidaknya hand sanitizer membantu membunuh kuman dan bakteri di tangan. 



Referensi: 
Live Science. Diakses pada 2020. Coronavirus Testing is Ramping up. Here are the New Tests and How They Work.
Obstetrics & Gynecology. Diakses pada 2020. Novel Coronavirus Infection and Pregnancy.