Ibu Hamil Terserang Trikomoniasis, Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ibu Hamil Terserang Trikomoniasis, Ini yang Harus Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah sejenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi parasit. Wanita berusia lanjut lebih rentan terinfeksi trikomoniasis dibandingkan pria. Jika tidak segera diobati, infeksi trikomoniasis dapat berlangsung lama. Ibu hamil pengidap trikomoniasis juga berisiko mengalami komplikasi persalinan yang serius.

Baca Juga: Kenapa Wanita Lebih Rentan Tertular Trikomoniasis?

Penyebab dan Gejala Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit mikroskopis yang disebut Trichomonas vaginalis. Parasit ini bisa berpindah dari orang ke orang melalui hubungan intim. Masa inkubasi antara pajanan dan infeksi adalah sekitar 5-28 hari.

Ibu hamil pengidap trikomoniasis berisiko tinggi pecah ketuban lebih awal. Selain itu, trikomoniasis juga bisa mengakibatkan bayi lahir prematur. Bayi dari ibu dengan trikomoniasis cenderung memiliki berat lahir kurang dari 2,5 kilogram. Bayi perempuan juga dapat tertular infeksi saat dilahirkan, tetapi kondisi ini jarang terjadi. Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah adalah penyebab utama kematian bayi akibat trikomoniasis.

Gejala trikomoniasis pada wanita, yaitu :

  • Bau amis pada area Miss V.
  • Keputihan dalam jumlah besar.
  • Rasa gatal pada area Miss V.
  • Rasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Iritasi Miss V.

Baca Juga: Inilah Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Faktor Risiko Trikomoniasis

Ada beberapa faktor risiko trikomoniasis, di antaranya adalah:

  • Memiliki banyak pasangan seksual.
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual.
  • Pernah mengidap trikomoniasis di masa lalu.
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Untuk mendeteksi trikomoniasis, dokter perlu mengecek keputihan wanita sebagai sampel. Jika sampel tersebut mengandung parasit, bisa dicurigai sebagai infeksi trikomoniasis.

Penanganan Trikomoniasis pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang mengalami gejala trikomoniasis sebaiknya segera pergi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter spesialis kulit dan kelamin. Apabila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat mengancam nyawa janin. Untuk mengobati trikomoniasis, dokter biasanya memberikan antibiotik seperti metronidazole atau tinidazole.

Selain pengidap, pasangannya juga perlu mendapatkan perawatan untuk memastikan penyakit ini tidak menular Sebaiknya hindari melakukan hubungan intim selama masa perawatan. Umumnya perawatan trikomoniasis memakan waktu sekitar satu minggu.

Seperti penyakit menular seksual lainnya, satu-satunya cara untuk mencegah trikomoniasis adalah menjauhkan diri dari seks bebas. Wanita yang aktif secara seksual dapat mengurangi risiko infeksi dengan memastikan pasangannya menggunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan intim.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Trikomoniasis

Jika kamu punya pertanyaan tentang penyakit menular seksual lainnya, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Gunakan  fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!