Ibu Harus Tahu, Ini 3 Penyebab Fobia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ibu Harus Tahu, Ini 3 Penyebab Fobia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya orang dewasa, fobia bisa terjadi pada anak-anak. Fobia mengacu pada ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu. Tidak hanya pada benda tertentu, seseorang menjadi takut ketika menghadapi suatu kondisi atau melihat hewan. Jika fobia berada pada tahap yang sangat akut, biasanya pengidap menghindari semua yang ditakutkan. 

Sebenarnya, fobia termasuk ke dalam kategori penyakit gangguan kecemasan berlebihan. Ini bisa menyebabkan panik dan depresi pada seseorang jika fobia tidak mendapatkan penanganan. Fobia sifatnya bisa kompleks, bisa juga spesifik. Kalau anak mengidap fobia kompleks, ketakutan bisa lebih bersifat sosial, seperti takut berbicara di depan umum, takut bersosialiasi. Sementara fobia spesifik lebih mengarah pada hal yang khusus. 

Penyebab Fobia pada Anak

Jika fobia bersifat spesifik, biasanya ini terjadi sejak masa anak-anak seseorang. Sementara kalau bersifat kompleks, fobia bisa terjadi ketika masa dewasa. Gejala yang muncul bisa beragam, mulai dari sakit kepala, sesak napas, berkeringat berlebihan, mual, selalu ingin buang air kecil, menangis terus dan tidak ingin ditinggal. 

Baca juga: Ketahui Jenis Fobia, Penyebab Rasa Takut yang Berlebihan

Jika anak mengalami gejala ini ketika ia berhadapan dengan sesuatu benda atau hewan atau hal tertentu, bisa jadi ia memiliki ketakutan berlebihan terhadap hal tersebut, atau bisa dikatakan ia memiliki fobia. Jangan dibiarkan, karena ini bisa berlanjut hingga remaja dan dewasa. Ibu bisa membuat janji dengan dokter ahli anak di rumah sakit untuk mendapatkan saran penanganan terbaik untuk fobia yang dialami sang buah hati. 

Lalu, apa yang menjadi penyebab fobia pada anak? Sebenarnya, ada tiga hal utama yang disinyalir memainkan peran lebih terhadap fobia yang dialami anak. Apa saja?

  • Berubahnya fungsi otak. Ini lebih sering terjadi pada kasus fobia yang lebih spesifik.

  • Faktor lingkungan dan genetik. Fobia pada anak bisa terjadi sebagai dampak dari lingkungan dan genetiknya. Dari sisi genetik, ini bisa dilihat dari keluarga. Apabila keluarga sering mengalami kecemasan berlebihan, anak pun cenderung memiliki hal yang sama. Sementara faktor lingkungan bisa berperan dari kehidupan sosialnya.

  • Pengalaman tidak menyenangkan. Sebagian besar kasus fobia terjadi karena pengalaman yang tidak menyenangkan atau trauma terhadap suatu kejadian. Seperti misalnya, anak yang dikurung pada ruangan yang gelap cenderung mengalami ketakutan berlebihan pada ruang gelap ketika ia remaja bahkan dewasa nantinya. 

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Mengatasi Anak yang Mengalami Fobia

Supaya fobia pada anak tidak semakin buruk dan terbawa hingga ia dewasa, ibu bisa melakukan beberapa tindakan pertolongan, seperti berikut ini. 

  • Membantu anak mengurangi ketakutannya. Satu-satunya cara mengatasi fobia adalah menghadapinya. Misalnya, jika anak takut pada ketinggian, tidak ada salahnya membawanya kepada ketinggian yang masih aman. Jika anak terlalu takut untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, ajak ia melakukannya perlahan.

Baca juga: Hati-Hati, Fobia Bisa Sebabkan Depresi 

  • Mencoba mendekatkan anak pada ketakutannya. Tidak ada salahnya mengenalkan anak lebih dekat pada sumber ketakutannya. Seperti misalnya, anak memiliki ketakutan berlebihan terhadap hewan tertentu. Mendekatkannya bukan dengan menyentuhkan hewan tersebut secara langsung, bisa melalui cerita yang khusus mengisahkan sang hewan. 

  • Berikan dukungan tanpa henti. Ibu, tidak mudah mengatasi penyebab fobia pada anak. Bahkan, anak bisa membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk belajar mengatasi rasa takutnya. Jadi, selalu beri dukungan, supaya ia selalu termotivasi.

Referensi: 
Royal College of Psychiatrists. Diakses pada 2019. Anxiety and Phobias.
NHS Choices. Diakses pada 2019. Phobias.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Specific Phobias.