• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Hati-Hati Penyakit Chikungunya Rentan Menyerang Bayi

Ibu, Hati-Hati Penyakit Chikungunya Rentan Menyerang Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ibu, Hati-Hati Penyakit Chikungunya Rentan Menyerang Bayi

Halodoc, Jakarta – Chikungunya dapat menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala infeksi yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam. 

Chikungunya paling rentan menyerang bayi dan menjadi lebih berbahaya karena sulit dideteksi. Itulah sebabnya para ibu harus berhati-hati. Aktivitas nyamuk memuncak pada siang hari, sehingga di waktu itu bayi rentan digigit nyamuk. Baca selengkapnya risiko penyakit chikungunya dan bayi di sini!

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Chikungunya

Ketahui Gejala Chikungunya pada Bayi

Chikungunya pada bayi dan anak-anak ditandai dengan beberapa gejala umum, beberapa di antaranya adalah: 

1. Demam tinggi 40 derajat Celsius yang berlangsung antara 4 hingga 7 hari.

2. Nyeri otot dan nyeri pada persendian yang disertai pembengkakan.

3. Ruam tubuh.

4. Kehilangan selera makan.

5. Sakit kepala.

6. Mual dan muntah.

7. Diare.

8. Kelelahan dan sakit mata.

9. Konjungtivitis.

10. Imobilitas dan nyeri sendi di pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Virus Chikungunya dapat didiagnosis melalui pengujian laboratorium. Ini dilakukan melalui pemeriksaan serum atau plasma. Virus dapat dideteksi dalam 3 hari dengan mengambil sampel kultur virus dan dapat dideteksi pada minggu pertama penyakit melalui RNA virus. 

Sampel harus dikumpulkan selama minggu pertama setelah timbulnya gejala. Tes serologis seperti tes imunosorben terkait enzim dan sampel RT-PCR dapat digunakan untuk genotipe dan mendeteksi virus.

Baca juga: Anak Terserang Chikungunya, Ibu Harus Apa?

Jika ibu mencurigai anak terkena chikungunya, bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Tidak ada pengobatan atau vaksin khusus untuk mencegah chikungunya, tetapi ibu bisa melakukan beberapa tips ini untuk membantu pemulihan:

1. Cara terbaik untuk mengobati chikungunya pada bayi dan anak-anak adalah dengan banyak istirahat, tetap terhidrasi, minum cairan, menghabiskan waktu di dalam ruangan, dan bersantai.

2. Makan makanan yang sehat, yang mencakup banyak buah dan sayuran yang sarat dengan vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi dapat membantu anak-anak pulih lebih cepat dari chikungunya.

3. Buatkan anak minuman teh jahe dan pastikan anak cukup tidur untuk meningkatkan durasi pemulihan dari chikungunya.

Perlindungan dari Chikungunya

Menjaga lingkungan tetap bersih dan berpakaian tertutup dapat membantu memberikan perlindungan maksimal dari gigitan nyamuk. Orangtua juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan rumah mulai dari membersihkan air yang tergenang, membuang sampah, dan tinggal di kamar ber-AC untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Baca juga: Pencegahan yang Tepat agar Anak Tidak Terkena Tifus

Menghilangkan larva yang belum dewasa dari air dan membersihkan wadah berisi air atau ember berisi air dengan penyemprotan insektisida selama periode awal virus juga dapat membantu serangan dari chikungunya. 

Selain menjaga lingkungan dari genangan air, orangtua juga bisa menggunakan obat pengusir serangga seperti DEET, picaridin, PMD, dan IR3535. Sebagai tindakan pencegahan orangtua juga dapat mengenakan pakaian tertutup kepada anak jika berada di area yang berisiko. 

Sebenarnya tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan chikungunya di rumah adalah menerapkan kebersihan yang baik, pakaian yang layak, dan tidak lupa pola makan bergizi. Perlu diketahui, infeksi chikungunya ini bisa berlangsung selama beberapa hari dan pemulihan bisa memakan waktu hingga dua minggu. Namun, nyeri sendi terkadang bisa bertahan bahkan hingga beberapa bulan.

Parasetamol untuk bayi dapat diberikan kepada anak untuk meredakan nyeri. Namun, pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan untuk usia anak. Jangan memberinya obat antiradang seperti ibuprofen, karena dapat memengaruhi jumlah trombosit. Jangan juga berikan anak aspirin. Pastikan juga anak mendapat banyak cairan. Ini akan membantunya pulih dan akan mencegah dehidrasi.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Chikungunya Virus.
Parenting Firstcry. Diakses pada 2020. Chikungunya in Children.
Baby Center. Diakses pada 2020. Chikungunya in babies and toddlers.