• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 6 Cara Menenangkan Bayi Menangis di Malam Hari
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 6 Cara Menenangkan Bayi Menangis di Malam Hari

Ibu, Ini 6 Cara Menenangkan Bayi Menangis di Malam Hari

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Juni 2022

“Bayi menangis di malam hari terkadang memiliki maksud tertentu. Ibu bisa menenangkan bayi menangis dengan membelai, menggendong, memeluk, memutar musik menenangkan, dan mengajaknya berbicara.”

Ibu, Ini 6 Cara Menenangkan Bayi Menangis di Malam Hari

Halodoc, Jakarta – Tangisan bayi di malam hari merupakan hal wajar. Puncaknya terjadi saat usia mereka menginjak 6 minggu. Dalam kasus yang umum, tangisan bayi di malam hari akan membaik seiring dengan pertumbuhannya. Jika tidak, ibu bisa menenangkannya dengan melakukan langkah di bawah ini!

Tips Menenangkan Bayi Menangis

Akibat belum dapat meluapkan emosi dengan berbicara, bayi akan menangis sebagai ungkapan rasa lapar, haus dan tidak nyaman. Cara terbaik untuk menenangkannya adalah memenuhi kebutuhan mereka. Langkah pertama, coba untuk menyusui atau mengganti popoknya.

Jika masih menangis, bisa jadi karena mereka merasa tidak nyaman dengan pakaian atau posisi tidurnya. Ibu juga bisa melakukan langkah berikut untuk menenangkannya:

  1. Menggendong sambil menggoyangkan bayi.
  2. Belai lembut kepalanya atau menepuk punggung, dada dan pantatnya.
  3. Jika suhu kamar terlalu dingin, selimuti bayi dengan kain yang nyaman.
  4. Bersenandung atau mengajaknya berbicara.
  5. Memutar lantunan musik.
  6. Memposisikan bagi tegak di pundak ibu untuk menghilangkan gas dalam perutnya.

Tidak setiap tangisan berasal dari kondisi yang membuatnya tidak nyaman. Terkadang mereka menangis karena rasa sakit yang dirasakan. Jadi, sebaiknya tidak membiarkan Si Kecil menangis terlalu lama karena kebiasaan tersebut dapat memicu dampak negatif di kemudian hari.

Jangan Membiarkan Bayi Menangis Terlalu Lama

Ibu yang sudah terlalu lelah dengan aktivitas seharian terkadang membiarkan Si Kecil menangis berlarut-larut. Kebiasaan ini tidak disarankan karena dapat membawa dampak negatif. Jika tangisan dipicu oleh rasa sakit, membiarkannya bisa berakibat fatal.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa anak yang terlalu lama menangis bisa mengalami kejang dan kesulitan bernapas. Selain itu, mengabaikan tangisan bayi menghilangkan kesempatan untuk memberikan pertolongan. Menangis berlarut-larut juga bisa berdampak pada perkembangannya.

Menurut profesor dari Universitas Minnesota, Darcia Narvaez, sering membiarkan anak menangis hingga berlarut-larut akan membuat kemampuan bersosialisasi anak terganggu. Kelak, anak yang dibiarkan menangis akan mengalami gangguan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. 

Jika ibu cepat merespon tangisan anak, mereka akan merasa lebih nyaman dan lebih mudah untuk terlelap. Jadi, meskipun wajar jika bayi menangis, ibu tetap harus waspada jika tangisan terus terjadi lebih dari 10 menit. Kondisi ini bisa jadi pertanda ada yang salah dengan kesehatannya.

Guna mengantisipasi dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan pada Si Kecil, ibu bisa membuat janji medis untuk melakukan pemeriksaan. Jika ibu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan Si Kecil, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Healthy Children. Diakses pada 2022. Responding To Your Baby’s Cries.
The Natural Child Project. Diakses pada 2022. The Dangers of “Crying It Out”.