• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 8 Gejala Kwashiorkor pada Anak yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini 8 Gejala Kwashiorkor pada Anak yang Perlu Diketahui

Ibu, Ini 8 Gejala Kwashiorkor pada Anak yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Ada beberapa gejala kwashiorkor yang perlu diwaspadai. Mulai dari hilangnya massa otot tubuh anak secara signifikan hingga kuku bergerigi atau retak.”

Ibu, Ini 8 Gejala Kwashiorkor pada Anak yang Perlu DiketahuiIbu, Ini 8 Gejala Kwashiorkor pada Anak yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Kwashiorkor merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang dianggap parah. Kondisi ini lazim terjadi di beberapa beberapa negara berkembang. Sebab, di daerah tersebut bayi dan anak-anak umumnya kurang mendapatkan protein atau nutrisi penting lainnya dalam makanan yang dikonsumsi. Di Indonesia, masalah gizi ini masih dapat ditemukan pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. 

Di sisi lain, kondisi ini tidak dapat disepelekan, karena kwashiorkor dapat memicu komplikasi serius pada anak. Terjadinya komplikasi akibat malnutrisi tentunya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak kedepannya. Selain itu, anak yang malnutrisi juga akan rentan terhadap risiko infeksi. 

Karena itu, agar dapat mencegah atau mengatasinya sedari awal, penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja gejala kwashiorkor pada anak. 

Gejala Kwashiorkor yang Perlu Diwaspadai 

Ada beberapa gejala kwashiorkor yang perlu diwaspadai, antara lain: 

  1. Hilangnya massa otot tubuh anak secara signifikan. 
  2. Perut yang membesar atau buncit, sebagai gejala khas dari busung lapar. 
  3. Jika mengalami infeksi, baik infeksi biasa atau lebih serius, gejalanya akan bertahan lama sehingga anak tak kunjung membaik. 
  4. Adanya bercak merah dan meradang pada kulit yang menggelap dan mengelupas atau terbelah pada kulit anak. 
  5. Rambut anak terlihat kering, rapuh yang mudah rontok dan mungkin kehilangan warnanya. 
  6. Tubuh anak mengalami hambatan dalam perkembangannya, seperti tidak adanya peningkatan tinggi badan. 
  7. Anak sering merasa kelelahan atau mudah marah. 
  8. Kuku anak menjadi terlihat bergerigi atau retak tanpa sebab yang jelas. 

Jika anak mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segeralah periksakan kondisinya ke dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan diagnosis, sehingga perawatan yang tepat dapat dilakukan sedari dini, dan meminimalkan risiko komplikasi. 

Perawatan yang Dapat Dilakukan

Kwashiorkor dapat disembuhkan dengan mengonsumsi lebih banyak protein dan lebih banyak kalori secara keseluruhan. Terutama jika pengobatan dimulai sejak dini. Anak yang mengalaminya baru pertama kali mungkin akan diberi lebih banyak kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, dan lemak. Setelah kalori ini memberikan energi, anak akan diberikan makanan dengan protein. 

Perbaikan gizi ini harus dilakukan secara perlahan, khususnya dalam peningkatan porsinya. Lantaran pada pengidap kwashiorkor, tubuh sudah lama tidak memiliki nutrisi yang tepat. Alhasil, tubuh pengidap masalah gizi ini perlu menyesuaikan diri kembali dengan adanya peningkatan asupan nutrisi. Dokter juga akan merekomendasikan suplemen vitamin dan mineral jangka panjang untuk diet atau pola makan anak yang mengalami kwashiorkor.

Namun, perawatan yang lebih intensif di rumah sakit diperlukan pada kasus yang parah atau sudah ada komplikasi seperti infeksi. Perawatan rumah sakit biasanya melibatkan:

  • Mengobati atau mencegah glukosa darah rendah.
  • Mengobati dehidrasi dengan larutan rehidrasi yang diformulasikan secara khusus. 
  • Menjaga pengidap kwashiorkor tetap hangat, karena kondisi ini dapat mempersulit produksi panas pada tubuh.
  • Mengobati infeksi dengan antibiotik karena kwashiorkor membuat anak menjadi rentan akan risiko infeksi. 
  • Mengobati kekurangan vitamin dan mineral dengan asupan yang terukur. 

Risiko Komplikasi Serius yang Mengintai

Bahkan dengan pengobatan, anak-anak yang mengalami kwashiorkor mungkin tidak akan pernah mencapai potensi pertumbuhan dan tinggi badan penuh mereka. Jika pengobatan datang terlambat, seorang anak mungkin mengalami cacat fisik dan mental permanen. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma, syok, atau kematian. 

Itulah beberapa gejala kwashiorkor yang perlu diketahui. Salah satu gejala khas dari masalah gizi ini adalah perut yang membesar tetapi massa otot hilang. Jika anak mengalami beberapa gejalanya, segeralah periksakan kondisinya ke dokter. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji medis rumah sakit untuk memeriksakan kondisi anak. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. What Is Kwashiorkor?
NHS. Diakses pada 2022. Kwashiorkor.