• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Cara Mengenali Depresi pada Anak Akibat Bullying
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Cara Mengenali Depresi pada Anak Akibat Bullying

Ibu, Ini Cara Mengenali Depresi pada Anak Akibat Bullying

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 02 September 2022

“Anak yang mengalami bullying berisiko untuk terserang gangguan depresi jika terus dibiarkan. Maka dari itu, orang tua perlu tahu beberapa cara mengenali depresi pada anak.”

Ibu, Ini Cara Mengenali Depresi pada Anak Akibat BullyingIbu, Ini Cara Mengenali Depresi pada Anak Akibat Bullying

Halodoc, Jakarta – Beberapa orang tua bisa jadi tidak menyadari jika anaknya mengalami bullying alias perundungan di sekolah. Pasalnya, hal ini disebabkan mereka tidak mengetahui berbagai ciri yang terlihat saat anak mengalami perundungan tersebut.

Anak yang mengalami bullying rentan untuk mengalami depresi. Kecermatan orang tua dalam melihat perubahan terkait emosi dan perilaku anak dapat membuat penanganan dini bisa dilakukan. Maka dari itu, perlu tahu cara mengenali depresi pada anak akibat bullying.

Ciri Depresi Akibat Bullying pada Anak

Bullying pada anak yang terjadi secara fisik dapat terlihat dan bisa disembuhkan dengan cepat. Namun, perbuatan tersebut juga dapat membuat anak mengalami gangguan mental, termasuk depresi. Hal ini bisa terjadi saat anak alami perundungan secara verbal dan fisik.

Pada suatu penelitian, konsekuensi dari intimidasi di masa anak-anak dapat sebabkan depresi, bahkan bertahan hingga 40 tahun setelah masalah ini terjadi. Perlu tahu berbagai gejalanya, sehingga masalah yang lebih besar bisa dihindari.

Beberapa pertanda anak-anak mengalami depresi, yaitu:

  • Alami periode kesedihan yang berkepanjangan.
  • Menarik diri dari keluarga dan teman.
  • Tidak melakukan lagi aktivitas yang dulu dinikmati.
  • Memperlihatkan masalah perilaku di sekolah.
  • Kerap mendapatkan nilai yang buruk dan bahkan tidak naik kelas.

Jika masalah ini tidak segera diatasi, depresi dapat menyebabkan masalah yang signifikan sepanjang hidupnya. Bahkan, remaja yang alami depresi berlebihan dapat mengonsumsi obat-obatan atau alkohol, atau bahkan penyalahgunaan zat.

Cara Menolong Anak yang Alami Depresi

Melihat anak mengalami perundungan dan bahkan depresi bisa menjadi hal yang memilukan, dan banyak orang tua tidak tahu cara untuk membantunya. Namun, tindakan awal yang perlu dilakukan dalam membantu adalah mengatasi intimidasi yang terjadi.

Cobalah untuk berbicara pada guru yang ada di sekolah, serta beri tahu masalah yang sedang dihadapi. Setelah menemukan sumber masalahnya, sekolah dapat mengambil tindakan tegas untuk menghentikan perundungan yang terjadi agar tidak berlanjut.

Setelah perundungan berhenti, anak dapat mendapatkan dukungan dalam mengatasi masalah mentalnya. Pertama, orang tua perlu berbicara dari hati ke hati dengan anaknya. Tunjukkan jika, sebagai orang tua, peduli terhadap kesehatan anaknya.

Lalu, carilah bantuan dari profesional yang mampu mengatasi masalah mental, seperti psikiater atau psikolog. Anak membutuhkan pengobatan sebagai bagian dari perawatan kesehatan dari perilaku yang sedang terjadi, terutama akibat depresi.

Pastikan juga untuk selalu mendukung anak selama proses pemulihan. Apabila anak tersebut memiliki saudara kandung, cobalah jelaskan situasi yang ada dan minta dukungan dari seluruh orang yang ada di rumah, agar pengobatan yang dilakukan dapat efektif.

Itulah pembahasan mengenai cara mengenali tanda depresi pada anak akibat bullying. Memang tidak mudah untuk menilainya, tetapi peran orang tua sangat penting dalam membuat anak dapat keluar dari gangguan mental tersebut. Jika dibiarkan, dampak paling buruk yang bisa terjadi adalah menghilangkan nyawa sendiri.

Jika ayah atau ibu membutuhkan bantuan dari profesional, pemesanan untuk pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Penggunaan fitur janji medis bisa dilakukan dalam melakukan pemesanan ini, dimana dan kapan saja sesuai kebutuhan. Makanya, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Houston Behavioral Healthcare Hospital. Diakses pada 2022. Bullying and Depression: The Long-term Effects on Kids and Teens.