• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Pentingnya Lakukan Imunisasi Kejar untuk Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Pentingnya Lakukan Imunisasi Kejar untuk Anak

Ibu, Ini Pentingnya Lakukan Imunisasi Kejar untuk Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Juni 2022

“Sejak lahir, bayi diwajibkan untuk mendapatkan vaksin dasar hingga usianya dua tahun. Jika tertinggal, sebaiknya segera lakukan vaksin kejar, karena sangat penting mendapatkan vaksin untuk anak kecil yang lengkap.”

Ibu, Ini Pentingnya Lakukan Imunisasi Kejar untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Pemberian vaksin untuk anak kecil sejak lahir memiliki bertujuan untuk menunjang kekebalan tubuh Si Kecil yang memang masih belum sempurna. Setidaknya, ada beberapa imunisasi dasar yang wajib diberikan untuk anak mulai dari lahir hingga usianya 2 tahun. Setelahnya, dilakukan vaksin ulangan sampai anak berusia 18 tahun. 

Sayangnya, tidak sedikit orangtua yang masih kurang menyadari pentingnya pemberian vaksin dasar untuk anak. Tak jarang, beberapa vaksin wajib pun terlambat diberikan. Padahal, World Health Organization (WHO) telah memberikan jadwal imunisasi anak berdasarkan perhitungan dan uji klinis. Lalu, bisakah vaksin untuk anak kecil yang terlewat dikejar? 

Pentingnya Imunisasi Kejar untuk Anak

Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa orangtua terlewat memberikan vaksin dasar untuk anak. Misalnya, kondisi anak sedang kurang sehat yang memang tidak dibolehkan untuk vaksin. Bisa juga vaksin yang tidak tersedia di fasilitas kesehatan saat itu. Namun, sudah seharusnya vaksin untuk anak kecil yang terlewat dikejar, sehingga kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu pun didapatkan. 

WHO memberikan pedoman imunisasi sesuai dengan kelompok usia, yaitu:

  • Bayi baru lahir hingga usia  1 tahun: imunisasi dasar.
  • Balita berusia 1 sampai 4 tahun: imunisasi ulang dan imunisasi kejar.
  • Anak usia sekolah antara 5 sampai 12 tahun: imunisasi kejar.
  • Remaja berusia 13 sampai 18 tahun: imunisasi kejar, persiapan kehamilan, dan masa dewasa.
  • Lanjut usia: Pencegahan dan penurunan risiko penyakit komorbid.

Selain itu, WHO juga menyebutkan bahwa batas anak untuk melakukan imunisasi kejar bisa hingga usianya 18 tahun. Meski begitu, tidak semua imunisasi bisa dilakukan, tetap bergantung pada jenisnya dan usia anak. 

Misalnya, imunisasi untuk anak kecil jenis rotavirus tidak bisa disusulkan jika sudah lewat tiga bulan dari jadwal nasional. Lalu, imunisasi HiB dan PCV juga tidak dapat dikejar apabila usia anak sudah lewat dari 5 tahun. Sebab, usia yang rentan mengalami masalah kesehatan tersebut adalah kurang dari 5 tahun. 

Jangan Sampai Lupa Imunisasi Anak

Oleh karena setiap jenis imunisasi punya jadwal yang berbeda dan beberapa tidak dapat dikejar, pastikan orangtua mencatat semua imunisasi yang sudah diberikan pada anak. Bila perlu buatlah pengingat di ponsel kapan harus melakukan imunisasi berikutnya. 

Catat tanggalnya, usia anak saat mendapat imunisasi, dan jenis imunisasi yang diberikan. Ibu bisa mencatat di ponsel atau buku vaksin anak. Jadi, ibu bisa memantau kembali catatan di ponsel atau tahu kapan waktu untuk membawa anak mendapatkan imunisasi berikutnya. 

Jika ternyata ibu terlewat memberikan imunisasi untuk anak kecil, segera tanyakan pada dokter. Jika masih dapat dikejar, segera buat janji di rumah sakit terdekat untuk memberikan imunisasi yang tertinggal. Supaya lebih mudah, ibu tinggal akses aplikasi Halodoc dan buat janji di rumah sakit dengan dokter anak pilihan. Jangan lupa download aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Sehat Negeriku Kemenkes. Diakses pada 2022. Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda.
Primaya Hospital. Diakses pada 2022. Terlambat Imunisasi Anak, Masih Bisakah Dikejar?
EMC Healthcare. Diakses pada 2022. Telat Imunisasi Anak, Bagaimana Menyiasatinya?