• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Penyebab Hernia pada Bayi yang Lahir Prematur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Penyebab Hernia pada Bayi yang Lahir Prematur

Ibu, Ini Penyebab Hernia pada Bayi yang Lahir Prematur

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 November 2022

“Hernia ditandai dengan tonjolan di area pusar atau selangkangan, tergantung pada jenis yang dialami. Kondisi ini rentan dialami oleh bayi prematur karena melemahnya otot dinding perut.”

Ibu, Ini Penyebab Hernia pada Bayi yang Lahir PrematurIbu, Ini Penyebab Hernia pada Bayi yang Lahir Prematur

Halodoc, Jakarta – Hernia adalah kondisi yang terjadi ketika ada bagian usus yang menjorok ke luar melalui titik lemak di dinding perut. Kondisi ini menimbulkan tonjolan luka di bawah permukaan kulit.

Hernia pada bayi terjadi di dua tempat, yakni selangkangan (hernia inguinalis) dan di sekitar pusar (hernia umbilikalis). Bayi yang lahir kurang dari 37 minggu, berpotensi mengalami hernia.

Baik hernia inguinalis maupun hernia umbilikalis, benjolan yang menjadi gejala fisik keduanya bisa terlihat ketika bayi menangis, batuk atau mengejan. Penanganan pertama adalah mendorong dengan lembut dalam posisi berbaring.

Yang Menyebabkan Hernia pada Anak

Selama kehamilan, bayi memiliki area yang disebut dengan kanalis inguinalis. Ini adalah area yang mencakup bagian perut ke alat kelamin. Pada anak laki-laki, saluran ini memungkinkan testis bergerak dari perut ke skrotum. Pergerakan tersebut dicegah oleh kantung testis (skrotum). 

Biasanya, kanalis inguinalis bayi menutup sesaat sebelum atau setelah lahir. Tapi, dalam beberapa kasus, kanal tidak sepenuhnya tertutup. Hernia terbentuk dari lengkung usus yang bergerak ke kanalis inguinalis melalui titik lemah di dinding perut. 

Selain kelahiran prematur, adapun pemicu hernia pada bayi, yakni:

  • Memiliki keluarga dengan kondisi yang sama.
  • Mengidap cystic fibrosis, yakni penyakit keturunan yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.
  • Memiliki displasia atau perkembangan jaringan yang tidak normal di area pinggul.
  • Berjenis kelamin laki-laki dengan testis tidak turun. Artinya, testis tidak berada dalam tempat yang seharusnya, yakni skrotum.
  • Memiliki masalah dengan saluran kemih atau organ reproduksi.

Langkah Penanganan yang Dilakukan

Pertama-tama, ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setelah bayi lahir. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mencoba menekan hernia yang menonjol guna mengembalikan ke posisi yang seharusnya.

Jika tak kunjung membaik, pembedahan diperlukan guna mengembalikan bagian usus yang menonjol dan memperkuat otot dinding perut. Prosedurnya dilakukan oleh ahli bedah anak atau ahli urologi anak.

Sayangnya, prosedur operasi baru bisa dilakukan saat anak sudah mencapai 5 tahun. Waktunya tentatif, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan jenis hernia yang dialami oleh anak. Umumnya memakan waktu antara 30 menit sampai 1 jam.

Sebelum operasi dimulai, dokter akan menyuntikkan obat bius terlebih dulu guna memberikan efek kebas atau mati rasa. Kemudian, dokter membuat sayatan kecil di area dekat tonjolan dan mendorongnya kembali ke dalam perut.

Disarankan untuk membuat janji medis saat menemukan gejalanya pada anak. Langkah penanganan diperlukan guna meminimalisir kemungkinan komplikasi di masa depan.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Stanford Medicine Children’s Health. Diakses pada 2022. Inguinal and Umbilical Hernias in Children.
Healthy Children. Diakses pada 2022. Inguinal Hernia in Infants & Children.