• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Tips Mengajarkan Anak Kebersihan Diri sejak Dini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ini Tips Mengajarkan Anak Kebersihan Diri sejak Dini

Ibu, Ini Tips Mengajarkan Anak Kebersihan Diri sejak Dini

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Agustus 2022

“Mengajarkan anak kebersihan sejak dini perlu disesuaikan dengan usianya. Anak balita perlu diberikan contoh langsung, sedangkan anak usia sekolah dan remaja semestinya sudah bisa mempraktikkan kebersihan secara mandiri.”

Ibu, Ini Tips Mengajarkan Anak Kebersihan Diri sejak Dini

Halodoc, Jakarta – Walaupun terkesan sepele, mengajarkan anak mengenai kebersihan perlu dilakukan sejak dini. Dengan begini, kebiasaan baik ini akan berlanjut hingga anak menginjak remaja dan dewasa. 

Selain itu, di usia remaja, anak akan mulai mengalami perubahan hormon yang menyebabkan keringat dan bau badan. Di usia yang masih dini, menjalani pola hidup bersih juga tetap menjadi hal yang utama supaya anak terhindar dari infeksi bakteri dan virus.

Lantas, bagaimana tips mengajarkan anak kebersihan sejak dini?

Tahapan Mengajarkan Kebersihan Sejak Dini sesuai Usia

Mengajarkan anak kebersihan sejak dini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak saja, tetapi juga berdampak pada interaksi sosialnya. Kebersihan yang baik memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan orang lain secara lebih positif. 

Selain itu, pastinya akan tidak menyenangkan bila berinteraksi dengan orang yang memiliki bau badan dan penampilan kotor. Jadi, kebersihan diri pada akhirnya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. 

Menjaga kebersihan sejak dini juga bagian dari upaya menghargai diri sendiri. Ketika seorang anak tampil bersih dan wangi, ia pun bisa merasa lebih nyaman dengan dirinya. 

Nah, begini cara mengajarkan kebersihan anak sesuai usia:

  1. Usia Bayi 

Cara mengajarkan anak mengenai pentingnya kebersihan sejak dini, tentunya berbeda tergantung usia anak. Untuk usia bayi bisa dilakukan dengan cara praktik langsung. Misalnya, ibu membiasakan anak mandi dua kali sehari dan sambil menyabuni anak, ibu atau ayah bisa bercerita pentingnya mandi dengan benar. 

Kemudian, ketika ada makanan anak tumpah, segera dibersihkan. Mengelap tangan dan mulut anak yang kotor, sembari mengatakan pentingnya agar anak tetap bersih. Walaupun anak masih berada di usia bayi, hal-hal ini bisa menjadi kebiasaan yang akan dilakukan hingga ia besar.

  1. Usia Balita

Sama halnya ketika bayi, di usia balita, ibu dan ayah tetap meneruskan apa yang sudah dilakukan sejak anak masih bayi. Hanya saja, karena anak sudah cukup besar, maka ia mulai diajarkan untuk melakukan sendiri. Contohnya, mengingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Bila ada makanan yang jatuh, maka segera dibersihkan. 

Penting juga mengingatkan anak kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari. Ketika mandi, orang tua juga perlu mengajari anak bagian-bagian mana dari tubuh yang perlu dibersihkan. 

  1. Usia Anak Sekolah dan Remaja

Di usia anak sekolah dan menginjak remaja, semestinya anak sudah bisa menjaga kebersihan diri secara mandiri. Misalnya dengan mengganti baju secara rutin, memisahkan mana baju yang dipakai di rumah dan mana baju untuk aktivitas di luar rumah, serta mencuci tangan sehabis beraktivitas di luar.

Khusus untuk anak remaja, seiring pertambahan usia, pastinya ada perubahan-perubahan fisik. Terkait hal ini, mereka perlu diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan khususnya di area seperti organ genital, ketiak, dna bagian tubuh lainnya. Tak hanya dengan mandi, ia juga mulai perlu menggunakan deodoran dan sabun pencuci wajah khusus. 

Anak remaja perempuan dan laki-laki pun mulai memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga mereka membutuhkan sabun pembersih wajah yang beda pula. Namun, untuk sabun mandi, baik anak dan orang tua, mereka bisa menggunakan jenis sabun yang sama.

Pastikan jenis sabun mandi tersebut aman dan lembut untuk kulit serta dapat membunuh kuman dan bakteri. Lifebuoy Anti Bacterial Body Wash Total 10 adalah sabun mandi keluarga yang menggunakan Activ Silver+ sehingga memberikan perlindungan 10 kali lebih kuat dari sabun biasa. 

Tidak hanya memberikan perlindungan terhadap kuman dan bakteri, Lifebuoy Anti Bacterial Body Wash Total 10 juga membantu sistem imun di kulit untuk melawan kuman. Sabun Lifebuoy juga mampu membersihkan kulit sampai ke pori-pori, jadi sangat cocok untuk digunakan keluarga yang aktif.

Aroma klasik dari sabun Lifebuoy membuatnya sesuai untuk segala jenis kalangan usia. Inilah yang membuat Lifebuoy menjadi sabun keluarga turun temurun. 

Saat ini Halodoc dan Lifebuoy sedang bekerja sama memberikan konsultasi dokter gratis setiap pembelian Lifebuoy Anti Bacterial Body Wash Total 10. Yuk, tunggu apa lagi, segera beli produk Lifebuoy dan gunakan Halodoc untuk bertanya langsung kepada dokter mengenai masalah kesehatanmu.  Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Very Well Family. Diakses pada 2022. Smelly Teen? Let’s Talk Teen Hygiene.
WebMD. Diakses pada 2022. Teen Hygiene Tips.
U.S. National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Teaching Children About Hygiene: A Primary Prevention Experience in Portugal.