• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Ciri-Ciri Autisme Pada Anak Sedini Mungkin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Ciri-Ciri Autisme Pada Anak Sedini Mungkin

Ibu, Kenali Ciri-Ciri Autisme Pada Anak Sedini Mungkin

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Maret 2022

“Sebagian besar orang tua masih kesulitan untuk membedakan anak autis dengan anak-anak pada umumnya. Padahal, tanda-tanda autisme sudah bisa diidentifikasi sedini mungkin. Pada umumnya, autisme akan memengaruhi perilaku, cara berkomunikasi dan bersosialisasi anak dengan orang lain. Ketahui ciri selengkapnya di bawah ini.”

Ibu, Kenali Ciri-Ciri Autisme Pada Anak Sedini Mungkin

Halodoc, Jakarta – Autisme atau gangguan spektrum autisme (ASD) adalah masalah perkembangan yang memengaruhi cara belajar, berperilaku dan cara berkomunikasi serta berinteraksi seseorang dengan orang lain.  Ini adalah kondisi seumur hidup yang tidak dapat disembuhkan.

Gejala dan ciri-ciri autisme dapat muncul pertama kali pada masa kanak-kanak. Tak banyak orang tua yang menyadari tanda dan gejalanya, hingga sang anak memperlihatkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan. Nah, berikut ciri-ciri autisme yang bisa dideteksi sedini mungkin.

Ciri-Ciri Autisme pada Anak

Pada umumnya, tanda-tanda awal autisme dideteksi melalui  tonggak perkembangan yang diharapkan dapat dicapai anak pada usia tertentu. Misalnya seperti, mengoceh pada usia empat bulan dan dapat menggunakan kalimat sederhana pada usia dua tahun. 

Apabila seorang anak tidak mencapai tonggak ini atau tidak mengembangkan keterampilan sama sekali, hal ini dapat mengindikasikan autisme. Nah, berikut ciri-ciri autisme lainnya yang bisa dideteksi sedini mungkin:

1. Masalah keterampilan sosial

Ciri-ciri anak autis yang mudah dikenali adalah mereka terlihat asyik dengan dunianya sendiri, dan sulit untuk terhubung dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mereka juga kesulitan dalam melakukan kontak mata serta sulit memahami emosi seperti rasa sakit, sedih, atau perasaan orang lain. 

Masalah keterampilan sosial ini biasanya muncul saat anak menginjak usia 8-10 bulan. Ciri-cirinya dapat berupa:

  • Tidak menanggapi nama saat dipanggil
  • Tidak tertarik untuk bermain, berbagi, atau berbicara dengan orang lain
  • Lebih suka menyendiri.
  • Menghindari atau menolak kontak fisik, termasuk berpelukan.
  • Menghindari kontak mata.
  • Saat marah, anak tidak suka dihibur.
  • Tidak memahami emosi mereka sendiri atau orang lain.
  • Tidak merentangkan tangan untuk digendong atau dipandu dengan berjalan.

2. Masalah komunikasi

Sekitar 40 persen anak yang mengalami autisme tidak berbicara sama sekali. Sementara itu 25-30 persen lainnya mengembangkan beberapa keterampilan bahasa selama masa bayi, tetapi kemudian kehilangan kemampuan bicara di kemudian hari. Anak ini biasanya memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain termasuk dalam memahami pembicaraan, membaca, dan juga menulis. 

Selain itu juga, mereka memiliki kesulitan dalam memulai percakapan, memahami perkataan dan mengikuti petunjuk. Masalah komunikasi lainnya yaitu:

  • Keterlambatan berbicara dan keterampilan bahasa.
  • Mengeluarkan suara datar, suara robot, atau suara nyanyian.
  • Echolalia atau suka mengulang kalimat yang sama berulang-ulang.
  • Masalah dengan kata ganti, misalnya, mengatakan “kamu” alih-alih “aku”.
  • Tidak menggunakan atau jarang menggunakan gerakan umum (menunjuk atau melambaikan tangan) dan tidak menanggapinya.
  • Ketidakmampuan untuk fokus pada satu topik saat berbicara atau menjawab pertanyaan.
  • Tidak mengenali sarkasme atau bercanda.
  • Kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosi.
  • Tidak mendapatkan sinyal dari bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi.

3. Masalah perilaku

Anak yang memiliki autisme juga bertindak dengan cara yang tidak biasa atau memiliki minat yang tidak biasa, seperti:

  • Perilaku berulang seperti mengepakkan tangan, mengayun, melompat, atau memutar-mutar.
  • Gerakan konstan (berlari) dan perilaku “hyper” atau berlebihan.
  • Rutinitas atau ritual tertentu dan menjadi kesal ketika rutinitas diubah.
  • Sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara
  • Tidak mampu meniru perilaku orang lain
  • Kurangnya koordinasi atau canggung.
  • Impulsif atau bertindak tanpa berpikir.
  • Perilaku agresif, baik dengan diri sendiri maupun orang lain.
  • Rentang perhatian yang pendek.

Cara Membedakan Anak Autis dengan Anak yang Normal

Melansir dari Healthy Children, berikut adalah beberapa contoh yang dapat membantu orang tua dalam membedakan antara perilaku normal yang sesuai dengan usia dan tanda-tanda awal autisme:

1. Pada usia 12 bulan

Anak yang sudah mencapai usia 12 bulan umumnya akan menoleh ketika mendengar namanya. Namun, pada anak yang mengalami autis, mereka tidak menoleh bahkan setelah namanya diulang beberapa kali. Alih-alih menanggapi panggilan, anak yang mengalami autis justru merespons suara lain.

2. Pada usia 18 bulan

Pada anak yang mengalami keterlambatan bicara, biasanya akan menunjuk, memberi isyarat atau menggunakan ekspresi wajah untuk menyampaikan maksudnya. Sementara, pada anak yang mengalami autisme, mereka tidak akan berusaha untuk memberikan isyarat apa pun.

3. Pada usia 24 bulan

Di usia ini, anak biasanya mampu menunjukan gambar atau menunjukan hal-hal menyenangkan lainnya pada orang tua untuk membagi kegembiraan mereka dengannya. Sedangkan pada anak autis, mereka mungkin tidak menunjukan kegembiraan ketika diajak bermain bersama. 

Apa Penyebab Gangguan Spektrum Autisme?

Penyebab autis tidak diketahui secara pasti, tapi penelitian telah menemukan beberapa faktor seperti faktor genetika (keturunan) dari orang tua. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh faktor lingkungan yang diperkirakan berperan sebagai penyebab autis. 

Faktor risiko lainnya adalah hamil di usia tua, bayi dengan berat badan lahir rendah, ketidakseimbangan metabolisme, paparan logam berat dan racun lingkungan , riwayat ibu dengan infeksi virus dan paparan obat asam valproat atau thalidomide.

Ada yang menganggap autis memiliki hubungan dengan vaksin tertentu pada anak, khususnya campak-gondok-campak Jerman (MMR). Namun, dari hasil penelitian yang dilakukan secara luas menjelaskan jika tidak ada hasil yang dapat menunjukkan hubungan antara autis dengan vaksin MMR.

Apabila ibu masih bingung membedakan ciri anak autis dengan anak-anak pada umumnya, ibu bisa tanya dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab segala pertanyaan ibu. Jangan tunda untuk menghubungi dokter agar pertumbuhan Si Kecil tetap terpantau dengan baik, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What Are Causes and Symptoms of Autism?
Ada’s Medical Knowledge Team. Diakses pada 2022. Signs of Autism.
National Health Services. Diakses pada 2022. Signs of autism in children.
Healthy Children. Diakses pada 2022. What are the Early Signs of Autism?
National Autism Association. Diakses pada 2022. Signs of Autism.