• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk Anak

Ibu, Kenali Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2022

“Pemerintah sedang menjalankan program BIAN sejak Mei 2022 lalu untuk mengejar ketertinggalan jumlah imunisasi anak di penjuru Indonesia. Melalui kegiatan ini, imunisasi kejar dan tambahan diberikan untuk anak berusia 9 bulan hingga 12 tahun.”

Ibu, Kenali Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk AnakIbu, Kenali Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tengah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 sejak Mei lalu. Cakupan imunisasi anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19 ditengarai menjadi latar belakang dicetuskannya BIAN. 

Menurut data yang dihimpun Kemenkes, sebanyak 1,7 juta anak Indonesia belum mendapat imunisasi dasar lengkap selama pandemi. Dengan adanya program ini, anak diharapkan mampu mengejar ketertinggalan imunisasi dasar maupun mendapat imunisasi tambahan.

Pentingnya Imunisasi Kejar dan Tambahan untuk Anak

Pemberian imunisasi terbukti melindungi bayi dan anak-anak dari penyakit berbahaya yang bisa menghambat tumbuh kembang mereka. Karenanya, pemberian imunisasi rutin amat krusial untuk Si Kecil. 

1. Imunisasi kejar

Program ini ditujukan kepada  anak-anak yang serial imunisasi dasarnya belum lengkap maupun belum mendapatkannya sama sekali. Jenis imunisasi yang dikejar oleh BIAN untuk anak 12-59 bulan adalah OPV, IPV dan DPT-HB-HIB.

Oral polio vaccine (OPV) dan inactivated poliovirus vaccine (IPV) berfungsi memberikan proteksi jangka panjang terhadap polio. Virus tersebut mampu mencederai saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas hingga kematian. 

Sementara DPT-HB-HIB bertujuan mencegah 6 penyakit berbahaya, yaitu difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Keenam penyakit tersebut berpotensi menyebabkan kematian.

  • Difteri adalah infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan yang mengeluarkan racun berbahaya. Kerusakan jantung, ginjal dan otak adalah konsekuensinya.  
  • Pertusis atau sering disebut dengan batuk rejan adalah peradangan paru akibat infeksi bakteri. 
  • Bakteri tetanus bisa menyerang saraf dan menimbulkan kekakuan otot di berbagai bagian tubuh. 
  • Virus hepatitis B adalah penyebab utama peradangan hati yang parah. 
  • Pneumonia adalah peradangan paru-paru akibat infeksi virus, bakteri atau jamur.
  • Meningitis alias peradangan selaput otak juga disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri di bagian selaput meninges otak maupun sumsum tulang belakang. 

2. Imunisasi tambahan

Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan vaksinasi di luar lima imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah. Misalnya, pneumokokus (PCV), rotavirus, influenza, varicela, hepatitis A, campak dan rubella. Dalam pencanangan BIAN, pemerintah melalui Kemenkes memberikan imunisasi campak dan rubella sebanyak satu dosis untuk anak 9 bulan sampai kurang dari 12 tahun. 

Campak disebabkan infeksi virus dari famili Paramyxoviridae yang menimbulkan ruam, demam, lemas, hilang nafsu makan dan batuk-batuk. Penyakit tersebut berpotensi menyebabkan dehidrasi, infeksi telinga sampai peradangan paru-paru.

Rubella atau sering disebut campak jerman disebabkan oleh virus Rubella. Masalah kesehatan ini menimbulkan gejala yang mirip dengan campak yang dijelaskan sebelumnya. Individu yang tidak mendapatkan vaksinasi berisiko mengalami katarak, tuli, masalah pertumbuhan, hingga penyakit jantung. 

Kapan Dimulainya Program BIAN?

BIAN dilakukan secara bertahap selama satu bulan di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tahap kedua berlangsung Agustus di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

Orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk mendapatkan imunisasi kejar maupun imunisasi tambahan.

Beri tambahan vitamin untuk Si Kecil agar imun tubuhnya tetap terjaga. Jangan lupa tanya pada dokter terlebih dahulu terkait jenis vitamin dan dosisnya yang aman untuk Si Kecil. Ibu bisa mendapatkan vitamin yang direkomendasikan dokter melalui toko kesehatan Halodoc lho. Jangan tunggu anak sakit, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Sehat Negeriku. Diakses pada 2022. Kemenkes Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau.
Dinas Kesehatan Kota Tegal. Diakses pada 2022. Apa Itu BIAN dan Manfaatnya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Diakses pada 2022. Menkes dan Gubernur Jabar Canangkan BIAN Tahap II Sebagai Momentum Mengejar Imunisasi Lengkap Pada Anak.