• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Jenis dan Jadwal untuk Vaksin Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Kenali Jenis dan Jadwal untuk Vaksin Anak

Ibu, Kenali Jenis dan Jadwal untuk Vaksin Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juli 2022

“Ada beberapa jenis vaksin anak yang dianjurkan pemerintah Indonesia sebagai imunisasi wajib atau dasar. Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin anak yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai vaksin lengkap.”

Ibu, Kenali Jenis dan Jadwal untuk Vaksin AnakIbu, Kenali Jenis dan Jadwal untuk Vaksin Anak

Halodoc, Jakarta – Imunisasi anak diperlukan untuk melindungi dan mencegah anak dari berbagai penyakit. Perlu diketahui, anak harus menerima dosis pertama sebagian besar vaksin dasar selama dua tahun pertama kehidupannya. Setelah itu, vaksin lanjutan masih perlu diberikan sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter. 

Misalnya, dosis pertama vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) diberikan pada usia 12 bulan atau lebih. Kemudian vaksin anak lanjutan atau dosis kedua sebelum memasuki sekolah dasar (sekitar usia 4 sampai 6 tahun). Anak bisa mendapatkan vaksin pada pemeriksaan kesehatan bayi yang dijadwalkan secara teratur. 

Lantas, apa saja jenis dan jadwal pemberian vaksin untuk anak?

Jenis dan Jadwal Pemberian Vaksin untuk Anak 

Kondisi lingkungan, penularan penyakit, serta sistem imun yang belum terbentuk sempurna,  menjadi alasan mengapa anak perlu mendapatkan vaksin. Perlu diketahui, ada beberapa jenis vaksin anak yang dianjurkan pemerintah Indonesia sebagai imunisasi dasar anak yang wajib diberikan. Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin anak yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai vaksin lengkap. 

Jenis-jenis vaksin dasar untuk anak yaitu:

  • Hepatitis B.
  • BCG.
  • Polio.
  • DPT.
  • Hib.
  • Rotavirus.
  • Campak atau MR.

Sedangkan jenis vaksin lengkap yaitu:

  • Vaksin influenza.
  • Pneumokokus (PCV).
  • Varisela.
  • Hepatitis A.
  • Tifoid.
  • Japanese encephalitis (JE).
  • Dengue (DBD).

Berikut penjelasan tentang jenis vaksin anak dan jadwal pemberiannya:

  1. Hepatitis B (HB)

Vaksin hepatitis B dapat melindungi anak dari hepatitis B. Bayi yang baru lahir memiliki jadwal tiga dosis vaksin hepatitis B. Bayi yang baru lahir umumnya menerima dosis pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Sedangkan dosis kedua saat usianya 1 hingga 2 bulan, dan dosis ketiga antara usia 6 hingga 18 bulan.

  1. Rotavirus (RV)

Vaksin rotavirus berfungsi melindungi anak dari rotavirus, yang merupakan infeksi virus yang dapat menyebabkan demam, muntah, dan diare. Anak akan menerima vaksin rotavirus dalam dua atau tiga dosis, mulai dari usia 2 bulan.

  1. Vaksin BCG

BCG adalah vaksin dasar dan harus diberikan pada bayi sebelum usianya 3 bulan. Jika usia bayi sudah lebih dari 3 bulan, maka perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu sebelum memberikan vaksin ini. Vaksin BCG berfungsi untuk mencegah penyakit TBC, yaitu infeksi serius yang menyerang paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

  1. Difteri, Tetanus, dan Pertusis (DPT)

Vaksin DPT dapat membantu melindungi anak dari difteri, tetanus, dan pertusis. Vaksin mencakup lima dosis vaksin kombinasi DPT. Jadwal pemberian vaksin DPT yaitu:

  • Dosis pertama: usia 2 bulan
  • Dosis kedua: usia 4 bulan
  • Dosis ketiga: usia 6 bulan
  • Dosis keempat: antara 15 hingga 18 bulan
  • Dosis kelima: antara usia 4 hingga 6 tahun.
  1. Haemophilus Influenza Tipe B (Hib)

Vaksin anak ini untuk melindungi tubuh dari jenis bakteri Haemophilus influenzae yang umum menyerang. Vaksin ini diberikan tiga hingga empat dosis, tergantung merek yang ada. Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan dan dosis kedua pada usia 4 bulan. Selanjutnya disis ketiga pada usia 5 bulan, dan dosis terakhir antara usia 12 hingga 15 bulan.

  1. Pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV mencegah anak dari infeksi bakteri pneumokokus. Infeksi ini termasuk dalam pneumonia dan meningitis. Anak akan menerima empat dosis vaksin PCV:

  • Dosis pertama: usia 2 bulan.
  • Dosis kedua: usia 4 bulan.
  • Dosis ketiga usia 6 bulan.
  • Dosis keempat: antara usia 12 hingga 15 bulan.
  1. Vaksin Polio

Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari infeksi polio. Anak akan menerima empat dosis vaksin polio, yaitu:

  • Usia 2 bulan.
  • Usia 4 bulan.
  • Antara usia 6 hingga 18 bulan.
  • Antara usia 4 hingga 6 tahun.
  1. Vaksin Influenza

Vaksin influenza untuk mencegah anak dari flu (influenza). Anak bisa mendapatkan vaksin ini setiap tahun. Dosis pertama saat berusia 6 bulan dan dosis kedua setidaknya 1 bulan kemudian.

  1. Vaksin Campak, Gondongan, dan Rubella (MMR)

Vaksin ini berfungsi untuk melindungi anak dari campak, gondong, dan rubella. Jadwal pemberian vaksin ini yaitu:

  • Dosisi pertama: antara usia 12 hingga 15 bulan.
  • Dosis kedua: antara usia 4 hingga 6 tahun.
  1. Vaksin Varisela

Vaksin varisela atau cacar air ini dapat membantu melindungi anak dari cacar air. Vaksin ini diberikan sebanyak dua dosis. Pertama, antara usia 12 hingga 15 bulan. Dosis kedua antara usia 4 hingga 6 tahun. Pemberian vaksin varicella dapat dikombinasikan dengan vaksin MMR.

  1. Hepatitis A

Manfaat vaksin hepatitis A yaitu mencegah infeksi hepatitis A pada anak. Anak perlu mendapatkan vaksin hepatitis A sebanyak 2 dosis. Pertama saat usia anak antara 12 hingga 23 bulan dan dosis kedua setidaknya enam bulan setelah dosis pertama diberikan.

  1. Vaksin Tifoid

IDAI merekomendasikan anak untuk mendapatkan vaksin tifoid. Vaksin anak ini berfungsi untuk mencegah bakteri salmonella typhii yang dapat menyebabkan penyakit tifus. Jadwal pemberian vaksin ini yaitu saat anak berusia 2 tahun, kemudian imunisasi lanjutannya bisa diberikan setiap tiga tahun sekali. 

  1. Japanese Encephalitis (JE)

Selain demam berdarah, nyamuk juga dapat menularkan penyakit japanese encephalitis (JE). Penyakit ini pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1971 yang dikenal dengan nama summer encephalitis.Vaksin ini juga direkomendasikan IDAI dan bisa didapatkan saat anak berusia 12 bulan. Setelah itu, vaksin lanjutannya pada rentang waktu 1 hingga 2 tahun berikutnya. 

  1. Vaksin Dengue (DBD)

Mengingat demam berdarah merupakan penyakit musiman yang kerap terjadi, IDAI juga merekomendasikan pemberian vaksin DBD sebagai vaksin lanjutan atau pendukung. 

Vaksin ini dapat diberikan pada anak saat usia antara 9 hingga 16 tahun dengan seropositif dengue. Artinya, telah terbukti adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis demam berdarah.

Itulah yang perlu diketahui tentang jenis dan jadwal vaksin anak. Jika ayah dan ibu berencana memberikan vaksin untuk anak sesuai jadwal, segera buat janji medis dengan dokter anak di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Childhood Immunization Schedule
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2022. Jadwal Imunisasi IDAI 2020
Healthline. Diakses pada 2022. Vaccine Schedule for Infants and Toddlers